
"Loh kok benggong sih pak , bukankah bapak yang tadi ajak saya untuk bertemu dengan Lady rara ." ucap Angel mengingatkan Arga.
Semakin dalam kerutan di wajah Arga " Lady rara " sekarang Arga paham yang di maksud Angel . Tetapi Arga geram karena angel telah berani merubah nama indira menjadi Lady rara .
Angel mengangguk singkat ," iya Indira ." ralat Angel melihat perubahan Arga .
"Itu baru benar nama anak saya . Jangan kamu sembarangan menganti nama nya ya ." ucap Arga .
Arga segera menyudahi pekerjaan nya karena janjinya kepada Indira yang lebih penting daripada pekerjaan nya dan apa pun .
"Astaga , lucu lo pak di panggil Lady rara ." ucap Angel , tapi nyalinya menjadi ciut setelah mendapatkan tatapan tajam penuh peringatan dari Arga . Seperti biasa , akan ada batasan di mana Angel berani melawan Arga . Kalau sudah mendapatkan tatapan tajam nan penuh ancaman , Angelpun pasrah ,ia tidak ingin bertengkar terus menerus dengan Arga .
"loh kenapa kamu mengikuti saya ." Arga menatap Angel sembari mengerutkan alis matanya .
"La kan saya mau ikut bapak pulang ke rumah ."Angel ikut bertanya .
" Iya tapi kamu pakai mobil sendiri , mengerti ." ucap Arga .
"Apa salahnya di panggil Lady rara . Kan sama sama , Indira , rara . Aneh ." gumam Angel dalam hati .
Arga segera masuk ke mobilnya sendiri dan meninggalkan Angel yang masih melongo tidak percaya . Ia sudah lama mengimpi impikan bisa duduk satu mobil dengan Arga , berdua saja tanpa sopir pribadi . Tapi mimpi itu harus pupus begitu saja karena Arga menolaknya mentah mentah , duduk bersama di sana .
Sambil menghentak hentakan kakinya , Di atas lantai basement yang dingin . lalu Angel pun melangkah masuk ke dalam mobilnya sendiri . Dan mengikuti mobil Arga yang telah jauh meninggalkan nya .
__ADS_1
"Dasar , bos ngak peka , ngak punya perasaan ." umpat Angel sambil memukul stir mobilnya tanpa mengenai klakson .
Setengah jam kemudian Angel sampai di rumah Arga setelah Arga . Sudah dapat di pastikan seperti apa wajah laki laki itu yang menganggap Angel terlalu lambat . Tapi menurut Angel , Arga saja yang terlalu cepat menyetir . Sengaja meninggalkannya di belakang sendirian .
"Lama kamu ." ucap Arga yang melihat Angel turun dari mobilnya .
"Bukan saya yang lama ,tapi Bapak saja yang terlalu cepat ," jawab Angel . Bukan Angel kalau tidak punya segudang kata kata untuk menjawab ucapan Arga , Iya selain pandai menggoda Angel juga suka membalasnya juga membantahnya . Kalau kata Arga , Angel suka banyak bicara hanya untuk membela diri saja .
"Di mana Ra ...Indira maksud saya pak ," ucap Angel yang hampir saja memanggil Indira dengan panggilan Rara . Untung ia masih ingat kalau Arga tidak suka anaknya di panggil dengan sebutan Rara .
"Ayo masuk ." tanpa menjawab pertanyaan Arga , ia langsung mengajak Angel masuk saja .
"Ingat ya Angelia , tugas yang harus kamu lakukan adalah hanya untuk menjelaskan seperti apa hubungan kita yang sebenarnya , kamu paham ." tegas Arga memperingatkan Angel .
Baru saja mereka berdua masuk langsung di sambut oleh Indira , tapi kali ini tidak seperti biasa . Biasa Indira akan berlari menyambut Arga tapi kali ini Indira berlari menyambut Angel .Arga kembali mendengus kesal . Indira berubah semenjak bertemu dengan Angel .
"Hai mama ." sapa Indira sambil merentangkan tangan nya menuju ke arah Angel . Angel langsung jongkok menyambut Indira masuk ke dalam pelukan nya .Angel langsung membawa Indira berdiri .
"Jangan salahkan saya mas Arga ,hihihi . Siapa yang bisa menolak pesona gadis imut dan kecil ini . Dengan mukanya yang polos , dengan panggilan lembut mendambakan kasih sayang seorang mama ." angel menciumi pipi Indira membuat Indira tertawa terbahak bahak . Hati Arga tersentil ini baru pertama kalinya , ia melihat putrinya tertawa begitu ceria .
"Hai cantik , kamu tadi ngapain ." tanya Angel .Indira melihat ke sekeliling di sana ada bi nina dan sus monica .
"lagi main sama bibi dan sus ,mam ." jawab Indira .dan tatapan matanya kembali tertuju pada wajah Angel , ia tidak menghiraukan keberadaan Arga .
__ADS_1
"Indira , kamu belum cium pipi papa , sayang ."tegur arga , ia juga jarang pulang kerja di jam sesore ini . Kalau dirinya pulang di jam segini Indira akan menghadiahinya ciuman di pipi sesekali . Tapi hari ini gadis kecil kesayangan nya itu tidak menghiraukan nya tapi malah melompat ke dalam gendongan Angel .
"Ahh iya , maaf papa , aku terlalu senang lihat mama datang ." ucap Indira .
Ingin rasanya Arga mebalik kan bola matanya , saat lagi lagi mendengar Indira memanggil Angel dengan sebutan mama . tapi Arga tidak ingin Putrinya melihat keangkuhan nya kembali . Mereka baru saja berbaikan semalam . Tidak ingin hubungan nya kembali rusak hanya gara gara Angelia .
Indira pun mencium pipi kanan dan kiri Arga tanpa turun dari gendongan Angel . Argapun membalas ciuman Putrinya . Namun sesuatu hal terjadi tanpa Arga sadari sesuatu terjadi di sana .
Saat Arga akan membalas ciuman Putrinya , tanpa Arga sadari Indira mengelak sehingga bukan pipi Indira yang di cium melainkan bibir Angel .
Arga dan Angel yang menyadari itu pun membeku seketika , seakan waktu berhenti berputar , saat sadar bola mata Angel melebar dan pelukan nya pada Indira semakin mengerat akibat terkejut . Memang tadi Angel sempat terkejut juga belum siap . Tapi dalam tidak kesiapan nya Siapa tau Hati Angel sedang berbunga bunga . Seiring dengan jantungnya yang berdegup semakin mengila .
Sementara Indira sedang memamerkan giginya sambil tersenyum usil entah siapa yang mengajarinya . Tapi dengan keusilan Indira membuat Angel menemukan dunia barunya . Yang sebelumnya selalu ia harapkan . Memang prosesnya tidak mudah , tetapi siapa yang perduli . Setidaknya ia bisa maju satu langkah setelah ini .
"ekhem ."
Suara deheman itu mampu menyadarkan Arga dan Angel dari ciuman dadakan nya yang belum terlepas . Arga menjadi salah tingkah melihat asal suara deheman yang tidak lain deheman dari bi nina .
"Sial ." umpat Arga dalam hati .
"mereka pasti sudah berpikir yang macam macam kepada dirinya ." lanjut Arga . Tatapan mata Arga kembali pada Angel yang semakin sebal , bagaimana tidak . Karena sekarang Angel senyum senyum sendiri . Angel Merasa bahagia karena ciuman tidak sengaja itu .
Arga mengalihkan pandangan nya kepada Indiraputri kecilnya yang sudah usil padanya . Indira juga kelihatan riang gembira ,tersenyum senyum bahagia . Ternyata hanya dirinya saja , yang merasa keberatan dengan apa yang baru saja terjadi .
__ADS_1
"Kecelakaan yang sangat merugikan ." ujar Arga yang tertuju pada ciuman mendadak yang terjadi padanya dan Angel beberapa menit yang lalu .