
Di hotel sebelah dan besok pagi akan kembali lagi ke desa ." ucap Angi sambil memeluk Nisa dan mengucapkan selamat sekali lagi . Kemudian angi turun karena masih banyak tamu yang mengantri . Sebenarnya Angi masih ingin mengajak Nisa ngobrol lebih banyak lagi .
"Kamu mengundang jonsen lee ." tanya Nisa pada Angga . Karena Nisa melihat pria itu juga sedang mengantri untuk bersalaman dengan sworang wanita muda .
Angga mengangguk ." Dia kolega papa , apa kamu mengenalnya ."tanya Angga .
"Dia mantan kekasih Angi teman aku dan Lisa." jawab Nisa .
"teman mu yang tadi ." tanya Angga lagi .
"iya ." jawab nisa sambil tersenyum menyalami tamu yang datang . Dalam hati Nisa berdo'a semoga Angi tidak bertemu dengan Jonsen .
Angga kini merasakan apa yang di rasakan oleh Bilyam dua minggu yang lalu , Di tahan dalam kerumunan para tamu , dan saudara saudaranya . Sementara pikiran nya ada di kamar pengantin . Tanpa sadar Angga berdiri dari tempat duduknya .
"jangan coba coba kamu kabur ." ucap dari saudara saudaranya .
"Woee , istrimu tidak akan ke mana mana bro , dia pasti tetap akan menunggu mu dengan tampilan terbaiknya ." goda sepupu dari keluarga ibunya . Ahmadi namanya yang juga akan menikah tiga bulan lagi .dalam hati Angga akan membalasnya .
" kamu benar benar tidak sabaran ya bro ," ledek yang lain nya . Angga tidak perduli dan mengabaikan sepupu sepupunya dan meninggalkan ruangan itu .
Tawa dan ledekan mereka terdengar semakin keras . Dan Angga tidak mengurungkan niatnya . Bodoh amat yang penting belah duren dulu .pikir Angga .
Angga telah sampai di depan pintu kamar pengantin nya .jantung nya semakin berdebar kencang , seperti debar yang menyenangkan . Angga segera menekan handel pintu kamarnya dan mendorongnya dengan pelan tanpa suara .
saat dia masuk ke dalam kamar ia mendapati Nisa sedang duduk di ujung ranjang , dia memakai baju satin berwarna kuning langsat yang kontras dengan warna kulitnya . Yang putih dan bersih . Angga menelan ludahnya dengan kasar . Sepertinya Nisa sedang mengodanya .
" kamu sudah datang ." tanya Nisa dengan pertanyaan Antusias . Ia dah hampir tidur kalau Angga tidak cepat datang . Angga mengangguk kaku . Tatapan matanya tidak bisa lepas dari leher jenjang dan putih milik istrinya .
Rasanya ia ingin cepat cepat mendaratkan bibirnya di leher putih itu , menghisap dalam dan meninggalkan jejak kemerahan di sana . Tenggorokan Angga tiba tiba kering , perlahan G****hnya naik .
__ADS_1
"mandi dan ganti baju dulu , aku tunggu di sini ." ucap Nisa sambil mengelus sisi ranjangnya yang kosong . Di sampingnya dengan gerakan sensual . Angga hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun . Dia langsung kabur ke kamar mandi .
Tidak butuh waktu lama dan membuang waktu semenitpun . Ia ingin Nisa merasakan kedasyatan keperkasaan benda pusakanya .
"kenapa tidak pakai baju ." tanya Nisa kala melihat Angga keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalutkan handuk .
" Biar gampang "Angga tersenyum konyol .dengan kata katanya yang ambigo .Nisa mengeryit mencerna ucapan yang di katakan oleh Angga barusan . Tapi seberapa keras ia berpikir ia tak menemukan jawaban .Nisa mengabaikan nya dan mengulurkan body lotion ke pada Angga .
"Apa ini ." tanya Angga .
"Body lotion ." jawab Nisa pendek .
"iya aku tau ini body lotion . Terus buat apa ."tanya Angga .
"kamu tadi sudah janji akan pijatin aku saat di pelaminan tadi ." ucap Nisa . Menginggatkan janji Angga . Mau tidak mau Angga menerima body lotion itu dari tangan Nisa .
" mau yang mana dulu ." tanya Angga dan mengambil posisi di belakang Nisa . Lalu dia tertekun melihat punggung Nisa yang terbuka .
"Aku sengaja memakai gaun bagian belakangnya terbuka biar memudahkan kamu dan aku tak perlu buka baju . Kamu pijat seluruh tubuhku , karena kamu sudah janji padaku tadi ." ucap Nisa , sebenarnya dia malu . Tapi demi menghilangkan penat dan kesal agar tidurnya nyenyak ia buang rasa malu itu .
Angga semakin kaku , bagian inti tubuh yang lain yang semakin kaku . Angga mulai membuka tutup botolnya dan mulai menuangkan body lotion ke tangan nya dan mulai memijit punggung Nisa dari bahu hingga ke pinggul . Angga mengulangi gerakkan yang sama itu di bagian punggung yang lain nya .
Tapi yang membuat Angga tidak tahan adalah suara Nisa yang sesekali mendesah keenakan .Nisa merubah posisinya baring telungkup di atas ranjang .
"Dari sini sampai sini ." tunjuk nisa dari paha bagian belakang hingga sampai tumit kakinya .
"Semua berasa pegal ." suara Nisa sambil merengek , entah sadar atau tidak kalau renggekan nya membuat Angga semakin memancing ga***h Angga . Namun sebisa mungkin Angga menahan dia ingin membuat Nisa tidak merasa kelelahan agar misinya nanti berjalan dengan lancar .
Kepuasan Nisa adalah kepuasan nya juga .
__ADS_1
"eegh , enak banget ." ucapan Nisa membuat tangan Angga terpeleset ke p**a bagian dalam .Nisa terkejut karena merasakan sensasi lain dari tangan Angga yang ada di bagian p**a nya . Nisa langsung membalik kan badan menjadi terlentang . Angga melihatnya dengan pandangan mata yang di buat buat .
"Apa .... " Angga membasahi tenggirokan nya yang kering dengan air ludahnya .
"Apa aku memijitnya terlalu keras ." ymtanya Angga dengan senyum smirk di sudut bibirnya , Nisa mengelengkan kepala .
"Maaf bisa pijat bagian betis saja ."Ucap Nisa sopan .
"Sure ." Angga mengangguk , dan Nisa kembali ke posisi semula , tengkurap lagi ." sebentar lagi ," bujuk Angga pada diri sendiri saat melihat p**a Putih Nisa terpampang di depan mata ..
"Terimakasih ." ucap Nisa pada Angga , saat melihat Angga menyelesaikan pijatan di kedua kakinya .
"Apa kamu kira cukup dengan ucapan terimakasih saja ." ucap Angga .
Nisa berpikir sejenak ." jadi kamu mau di bayar berapa ." ucap Nisa .
"Aku tidak menerima bayaran uang , karena uang aku banyak , bahkan aku memberimu mas kawin 1M ." ucap Angga sombong .
"Lalu mau kamu apa ." tanya Nisa lagi .
" Menurut kamu , apa yang cocok aku terima sebagai ucapan terimakasih mu ." tanya balik Angga .
"Kamu mau aku gantian memijatmu ." tebak Nisa .
"Iya ," Angga mengulum senyumnya . Sesuatu yang liar berputar di kepalanya . Katakan saja kalau Angga omes . Kenyataan nya memang begitu tapi hanya kepada Nisa . Tapi ingat dengan baik baik hanya pada istrinya Angga punya pikiran omes atau mesum .
"Ayo telungkup ." perintah Nisa yang langsung di turuti oleh sang suami .
Nisa menuangkan body lotion ke punggung Angga , dan mulai memijit dengan pijitan yang halus dan lembut . Ia berkonsentrasi penuh dalam memuaskan suaminya itu .
__ADS_1
Angga benar benar menikmati pijatan halus dari istrinya itu . Walau g****hnya semakin membumbung tinggi oleh sentuhan sentuhan halus tangan istrinya .