
Indah diam tidak mau menjawab perkataan Wulan di tambah Adi prata juga berjalan ke arahnya .
"apa yang kalian bicarakan tadi ." tanya Adi prata setelah sampai di dekat mereka .
"Tidak penting ,"jawab Wulan pendek . Sambil melotot kepada Indah memberi kode agar tidak mengadu pada Adi prata .
"Kita belum mau pulang ." Tanya Wulan yang kelihatan enggan berada di sana , ia merasa tidak betah lama lama di rumah Indah . Adi prata segera mengembalikan Arga pada Indah .
"Lain kali kita akan datang lagi , Nak . titip salam buat Rangga ya ." ucap Adi prata kepada Indah . Adi prata segera mengajak istrinya untuk pergi meninggalkan Indah . Ia tau Istrinya sudah tidak betah tinggal di sana . Selain itu ia juga penasaran dengan apa yang telah di katakan istrinya kepada Indah . Ia yakin telah terjadi sesuatu yang buruk yang telah di lakukan oleh Istrinya , sehingga membuat Indah menahan air matanya .
"Apa yang kamu katakan pada Indah ."tanya Adi prata setelah mereka berada di dalam mobil , perjalanan pulang .
"Bukankah aku sudah menjawabnya tadi ." jawab Wulan .
"Jawab yang jujur , aku tau kamu yadi memberi jawaban bohong . Aku sudah mengenalmu puluhan tahun . Dan aku tau di mana saat kamu jujur dan bohong ." wulan menatap suaminya dengan berani .
"sejak awal kamu sudah tau , kalau aku tidak suka dengan Rangga berhubungan dengan wanita itu ." jawab Wulan .
"Apa yang membuat kamu tidak suka ." tanya Adi prata cepat .
"Jika lau Indah benar benar memutuskan untuk pergi meninggalkan Rangga . Belum tentu juga Rangga mau menikahi wanita lain .karena cinta tidak bisa di paksakan ."ucap Adi prata .
"karena Indah tidak pantas , tidak setara dengan kita ." jawab Wulan dengan lantang .
"Hanya itu saja ." wulan mengangguk dua kali .
"Sayang , apa harus aku ingatkan pertama kali kita bertemu , " Adi prata kecewa dengan Istrinya yang dulu juga dari kalangan bawah juga .
"Aku dan Indah jelas berbeda .Dia..
__ADS_1
"Memang kamu dan Indah berbeda , sebenarnya bagi aku kamu dan Indah sama sama datang dari kalangan bawah . Keluarga yang tidak mampu . Bedanya kamu di terima dengan baik oleh keluargaku . Bahkan ibuku yang berusaha mendekatkan diri denganmu . sedangkan Indah mendapatkan penolak kan dari calon mertuanya dengan alasan yang tidak masuk akal ."
Wulan terdiam , ia tersinggung dengan perkataan suaminya . Yang mengatakan kalau ia dan Indah sama datang dari kalangan bawah . Sama sama rendah .
"Tetap saja aku tidak menyetujui hubungan mereka ," ucap Wulan ngotot .
"dulu kamu datang ke keluargaku dengan membawa Rangga . Yang notaben nya bukan anak kandung aku . Sedang kan Indah datang membawa Arga yang merupakan anak kandung Rangga . Kamu mengertikan di mana peebedaan nya ,"ucap Adi prata .
"Jangan membuat drama seolah olah di sini kamu terluka , sayang . Justru dengan perbuatan kamu ini , kamu sama saja dengan melukai hati Rangga . Kamu tau bagaimana keras kepalanya anak itu . Tapi kalau kamu ingin Rangga membenci mu , maka lanjutkan saja keinginan mu itu , Dan mari kita tunggu akhir nya ." ucap Adi prata , berharap hati istrinya melunak .
Bagi Adi prata melawan Rangga tidak ada gunanya . Karena baru pertama kali bertemu Adi prata sudah tau akan sifat putra tirinya itu .
"Rangga akan mengerti kenapa aku melakukan ini , suatu saat dia akan berterimakasih padaku ." ucap Wulan , Adi hanya gelengkan kepala . Ternyata istrinya tidak tau sifat anaknya sendiri . Adi berharap wulan tidak akan menyesal nantinya .
***
Ucapan mama Rangga membuat hati Indah gundah untuk meneruskan hubungan nya dengan Rangga . Dulu ia tidak lekas pergi menemui Rangga karena dua alasan
Alasan pertama adalah penolakan dari Rangga . Dan Alasan kedua adalah penolakkan dari keluarga Rangga . Pertama kali melihat Rangga Indah sudah mengira kalau Rangga bukan orang sembarangan .
Dan hari ini Indah mendapat penolak kan langsung dari wanita yang telah mempertaruhkan nyawa,ya untuk melahirkan Rangga , seperti dirinya juga mempertaruhkan segala galanya untuk melahirkan putranya .
Kepercayaan Indah seketika lenyap entah kemana . Ia tidak yakin akan bisa melanjutkan hubungan bersama Rangga lebih dalam lagi . Sementara di sisi lain ada seorang ibu yang tidak bisa merestui .
Indah terkejut saat ada tangan yang menghapus lembut pipinya .
" kenapa kamu menangis ." tanya Rangga sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya Indah yang basah . Indah ikut menyentuh pipinya , ia tidak sadar kalau mengeluarkan air mata .Indah menggeleng .
"Aku tidak menangis kok ." ucap Indah berbohong .Rangga menatap wajah Indah lama dan memutuskan untuk tidak bertanya lagi .
__ADS_1
"Ada masalah apa yang menganggu pikiran nya , sehingga tidak sadar dia telah meneteskan air mata ." gumam Rangga dalam hati . Pandangan mata Rangga berhenti pada tumpukan mainan Arga di sudut ruangan .
"Siapa yang bawa itu semua ." tanya Rangga menunjuk tumpuk kan mainan di sudut ruangan .
"Itu , tadi papa mas Rangga datang , bawa oleh oleh buat Arga ." ucap Indah dengan jujur .
"Papa datang ke mari ." tanya Rangga memastikan .
"heemm ."gumam Indah pelan .
"Sendiri ." tanya Rangga yang mulai curiga kenapa Indah bisa diam diam meteskan air mata .
Indah Diam tidak langsung menjawab , ia takut dengan Rangga untuk bicara jujur . Tapi berbohongpun tidak ada gunanya .
"Datang bersama mama kamu ." ucap Indah jujur .
"Mama bicara apa saja padamu ." Sepertinya Rangga akan lebih tegas lagi dengan ibunya .
"Kamu alih profesi menjadi wartawan ya Mas , bukan seorang pembisnis . Sore ini kamu terlalu banyak wawancarai aku lo ." Indah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dengan Rangga . Tapi Rangga sedikitpun tidak terpengaruh . Ia tetap menatap Indah serius menunggu jawaban dari pertanyaan nya .
Indah menundukan kepala menghindari tatapan mata Rangga ,ia tidak mau kelihatan seperti seorang pengadu . Jika mengatakan yang sebenarnya , Indah juga tidak mau menjadi penyebab pertengkaran Rangga dan mamanya .
"Dari terdiam nya kamu , aku dah bisa menebak , kalau mama telah mengatakan hal buruk padamu ."tebak Rangga . Wulan seketika buru buru mengangkat wajahnya menatap wajah Rangga dan geleng kepala .
"Mamamu cuma bilang tidak akan merestui kita , hanya itu saja ."ucap Indah yang memang itu yang di katakan Wulan .tapi tetap ada yang ia sembunyikan .
"Dengar ya , aku tidak tau kamu bilang jujur atau bohong . Tapi ingat satu hal ini, kamu jangan coba coba tinggalin aku. Apa pun yang dikatakan sama mama kamu tidak aku ijinkan untuk pergi . Kamu tidak tau apa yang akan aku lakukan jika kamu mencoba untuk meninggalkan aku ."ucap Rangga .
Indah menelan ludah nya , ia tidak bisa berjanji untuk tetap tinggal karena ia juga sadar diri . Dirinya dan Rangga bagaikan langit dan bumi .
__ADS_1