
Arga mulai curiga pada Angel , curiga Apa Angel telah menyerah dalam mendapatkan cintanya . Atau Angel hanya pura pura tapi sebenarnya dia sedang merencanakan sesuatu yang spektakuler di belakangnya . Entahlah , dengan sikap dan tindakan Angel yang tenang membuat Arga jadi tidak terbiasa .
Ingin sebenarnya Arga bertanya tapi takut nanti Angel mengira dirinya perduli . Padahal tidak seperti itu , ia hanya merasa Angel telah berubah . Fokus oerempuan itu hanya pada pekerjaan nya saja . Bahkan saat Arga minta di buatkan secangkir kopi saja , Angel meminta office girl yang buatkan .tidak seperti biasanya dia tidak rela bila kopi untuknya di buat oleh orang lain .
Bukan Arga kangen dengan kopi buatan Angel , hanya saja ini sangat langka bagi Arga . Satu tahun mengenal Angel banyak sedikit ia telah mengenal perilaku perempuan itu . Namun ini pertama kalinya Angel tidak menghiraukan nya . Angel benar benar acuh selain urusan pekerjaan .
"Benar benar berubah ." gumam Arga lirih sambil melirik tingkah dan sikap Angel . Biasanya angel akan cepat menyadari bila dirinya sedang memperhatikan nya seperti ini . Namun Angel tampak tidak perduli . Perempuan yang sudah lama bekerja dengan nya itu sebagai sekretarisnya , itu tampak benar benar sudah mengabaikan nya .
Arga tidak nyaman , bukan karena dia suka dengan Angel yang mengejar ngejarnya . Tapi karena dirinya penasaran pada apa yang di pikirkan oleh Angel .
sementara Angel sebenarnya ia tau apa yang di lakukan oleh Arga pada dirinya . Ia juga tau kalau Arga memperhatikan nya tapi ia pura pura mengabaikan nya . Angel tidak ingin usahanya beberapa hari ini mengabaikan Arga menjadi sia sia .
Bukan tidak sengaja , Angel melakukan itu semua . tetapi dirinya sengaja ingin melihat reaksi Arga . Lagi pula Angel ada rencana untuk memikat hati bos galaknya itu . Angel hanya ingin memberi bos galaknya sedikit kelonggaran , karena sebentar lagi Dia pastikan tidak akan bisa hidup tenang .
Angel pastikan akan bisa memasuki kehidupan Indira dan Arga di masa depan .
"Ada yang bisa saya bantu pak ." tanya Angel setelah mendengar Arga berdecak dua kali . Yang mungkin ingin mendapatkan perhatian dari Angel .
Mendengar pertanyaan dari Angel . Arga langsung mengunakan kesempatan itu untuk bertukar sapa dengan wanita itu .
"kamu tidak pergi makan siang . " tanya Arga yang memang sudah waktunya makan siang .
__ADS_1
Angel mengangkat tangan nya untuk melihat jam yang melingkar di tangan nya .
"oh iya sudah waktunya makan siang , baiklah pak saya pergi makan siang dulu ." ucap Angel .
Arga bergerak dari kursi kerjanya bukan itu maksud Arga menyakan dia tidak pergi makan siang , ia hanya ingin basa basi biar ada topik pembicaraan , tapi tak ia sangka Angel tetap acuh tak acuh padanya .
"Kamu makan siang sama saya saja ." ucap Arga yang tiba tiba , dan tiba tiba pula ia menyesalinya dalam hati telah menawarkan makan siang dengan Angel .
Namun Angel tidak segera memberi jawaban . Membuat jantung Arga sedikit bekerja keras tidak seperti biasanya . Dulu Angel yang sering menawari dirinya makan siang , dan justru dirinya pula yang selalu menolaknya , dan sekarang malah dirinya yang memaksanya Angel makan siang bersama . Arga berdecak dalam hati merasa tidak ada kerjaan sehingga menawarkan makan siang bersama Angel .
"Maaf pak . Tapi...
"Saya tidak mau ada penolakan . Hari ini saya sedang tidak ingin makan sendirian ." ucap Arga . Angel mengerjapkan matanya berkali kali , bukan Angel ingin menolak , cuma ia ingin tau kenapa Arga bersikap demikian .
Angel tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini .ia harus melupakan sejenak rencananya untuk menjauh dari Arga yang telah ia lakukan beberapa hari ini .dari pada harus melewatkan tawaran Arga .
" baik pa mari silahkan . Ngomong ngomong bapak mau makan apa siang ini ." tanya Angel di ujung kalimat persetujuan , Arga mengajaknya makan siang bersama Arga . Angel menunggu jawaban dari Arga sambil terus melangkah berjalan meninggalkan ruangan kerjanya .
***
Kecurigaan dan penasaran Arga dengan perubahan Angel semakin kuat , saat mereka berdua makan siang bersama . Bagaimana tidak penasaran . Lagi lagi Arga mengingat tingkah laku dan perlakuan Angel padanya saat di meja makan yang sama . Angel selalu memprioritaskan dirinya .selalu memberikan perhatian lebih .memperhatikan dirinya walau hanya hal kecil seperti tisue . Saat ia selesai makan .
__ADS_1
Namun sejak mereka berada di restoran pilihan nya . Lagi lagi Angel telah berubah , bahkan angel tidak lagi memperhatikan gelasnya yang telah kosong . Perempuan itu telah sibuk dengan dunianya sendiri . Seolah dia tidak perduli walau mereka sedang makan bersama.
"Angelia ." panggil Arga berharap Angel kembali memberinya sedikit perhatian nya seperti dulu dulu .
"Iya , ada apa pak ?." tanya Angel .
" kamu kenapa ?." Arga balik bertanya . Membuat Angel mengerutkan keningnya dengan heran , Angel menatap Arga dengan bingung .
"maksud bapak ." tanya Angel . Sebenarnya ia tau apa yang di maksud Arga . Tetapi Angel tidak akan memberi tau Arga kenapa dirinya berubah dan jaga jarak . Lagi pula sangat menyenangkan saat melihat Arga begitu penasaran pada dirinya seperti saat ini .
"Kenapa kamu jadi tidak kompeten begini .? Sejak tadi saya perhatikan , sikap kamu begitu lambat , bahkan saat melihat gelas saya kosong kamu tidak perduli lagi seperti biasa nya . " tanya Arga , entah kenapa Arga jadi menyuarakan protesan di hatinya kepada Angel .
Angel terdiam , Angel melirik gelas arga yang ia sadari kosong , dan telah di isi sendiri oleh bosnya tadi .juga tisue yang di raih sendiri oleh Arga setelah selesai makan untuk mengelap sudut bibir dan tangan nya . Angel menarik sudut bibirnya Agar Tidak kelihatan oleh Arga kalau dirinya sedang tersenyum atas kemenangan nya itu .
"Maaf pak , saya kira itu bukan tugas saya , karena saya hanya seorang sekretaris . Bukan kekasih atau istri bapak ." jawab Angel dengan sedikit berani .
Arga membolakan matanya mendengar ucapan Angel . Apa yang di katakan sekretarisnya masuk akal juga dalam pikiran nya . Arga juga ingat pernah mengatakan itu pada Angel . Tidak hanya sekali dua kali , bahkan berulang ulang saat Angel memberi nya perhatian lebih .
"Apa bapak terganggu di saat saya tidak melakukan itu." tanya Angel sambil memicingkan matanya sambil tersenyum tipis .
Kini Arga menjadi gelisah dan salah tingkah dengan pertanyaan Angel .
__ADS_1
"Apa maksud kamu , tentu saja saya tidak terganggu sama sekali ." ucap Arga menyangah ucapan Angel . Tapi dari apa yang Arga katakan , sebenarnya Angel boleh berangan angan sekarang .