Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
32


__ADS_3

Nisa berpindah memijit bagian kaki Angga . Nisa memulai dari p**a hingga ke tumit kaki Angga . Kini bergantian Angga yang mengerang .


"Ouhh ." erangan Angga terdengar semakin jelas di telinga Nisa .Wajah Nisa memerah mendengar erangan Angga , tapi ia tetap melanjutkan gerakan tangan nya .


"Iya ...h ..di situ ...sayang.." ucap Angga sensual .Nisa semakin kesal dengan erangan Angga . Ia kemudian memijit semakin kuat , bukan tambah kesal , Angga malah semakin keenakkan .


"Kenapa tidak sedari tadi sih mijatnya kamu seperti ini .." ucap Angga , suaranya terendam bantal .


"Sudah belum Tanya Nisa yang mulai bosan dan mengantuk .


"Belum ." Angga berbalik dan mengulurkan tangan nya .


"tangan nya belum .." katanya lagi .


Nisa mengambil body lotion dan menuangkan di tangan Angga dan mulai memijatnya .


"udah belum ." tanya Nisa yang juga mulai pegal tangan nya .dan sedikit kebas .


"swdikit lagi ." gumam Angga yang masih bisa di dengar oleh Nisa .


"Ouhh ." erang Angga saat tanpa sengaja tangan Nisa menyentuh miliknya yang sudah tegang . Beda dengan Nisa yang langsung membeku . Tadinya ia ingin mengambil botol body lotion di samping kaki Angga . Ia bukan wanita polos yang tidak tau apa yang baru saja ia sentuh . Ia tau kalau baru saja menyentuh bukti dari G****h Angga .


Nisa melirik Angga dengan takut takut . Jantungnya semakin berdebar kencang . Ia tak menyangka dan tidak berpikir sampai ke situ saat meminta di pijat dan memijat pria itu . Dia tidak tau kalau efeknya akan membuat benda pusaka Angga akan mengeras .


"Maaf ." ucapnya saat melihat Angga diam hanya menatapnya . Angga diam mengamati ekspresi wajah Nisa .


"Kamu sudah mengerti , apa efek saat kamu minta di pijitkan ." tanya Angga dan duduk bersila di depan Nisa . Tidak perduli dengan p**a nya yang terekpos karena handuknya tersingkap .


"Nisa beringsut mundur ."Aku tidak tau kalau kamu akan bisa bereaksi , karena...

__ADS_1


"Karena kamu pikir aku GAY ." potong Angga dengan cepat . Nisa mengangguk pelan .


"A ..aku .."Nisa tak sanggup melanjutkan kata katanya karena Angga telah membungkam bibirnya dengan bibir pria itu .


"Waktu pijit memijit sudah habis . Sekarang waktunya melakukan hal yang lebih menyenangkan ." ucap Angga . Dia kembali menyatukan bibirnya , Angga tidak memberi Nisa sedikitpun waktu untuk menolak .


Bahkan ketika Nisa tidak membuka bibirnya , Angga meremas D**a indah wanita itu hingga nisa mengerang , lalu Angga mengunakan kesempatan itu untuk menyusupkan lidahnya ke rongga mulut Nisa .


Nisa meremang dengan perlakuan Angga , ini hal baru yang di alami oleh Nisa . Sensasinya membuat ia tidak mengerti dengan apa yang ia ingin kan , ia ingin Angga berhenti namun ia juga menikmati .


"Angga ." bisik Nisa saat Angga pindah mencimi leher nya .


"hemm ." angga hanya bergumam dan sibuk dengan leher Nisa dan d**a bagian atas Nisa yang terbuka .


"Angga ." Nisa menangkap tangan Angga yang hendak menyusup masuk ke dalam c****anya . Angga menjauhkan wajahnya dari leher Nisa dan melihat Nisa dengan mata berkabut .


"aku sedang kedatangan tamu ." bisik Nisa malu .


"Bukan tamu itu ." ucap Nisa .


"Lalu ." tanya Angga mengerutkan keningnya .


"menstruasi ." wajah Nisa semakin memerah karena malu.


"Kamu bercanda ." tanya Angga tidak percaya . Sayang nya Nisa tidak bercanda memang Sejak kemarin Nisa kedatangan tamu nya .


"Aku serius , aku kedatangan tamu sejak kemarin ." ucap Nisa tidak enak . Angga menarik nafas kasar .


"kalau tau begini ,tadi ia tidak akan memulai ." gumam Angga dalam hati .lalu sekarang dirinya yang tersiksa . Tersiksa karena tidak mendapatkan pelepasan .

__ADS_1


Tanpa berkata Angga beranjak dari atas tubuh Nisa dan masuk ke dalam kamar mandi , dan menutup pintunya dengan kencang menandakan dirinya benar benar kesal . Ia harus mandi air dingin , hanya itu solusinya .


Saat pagi menjelang Nisa bangun lebih dulu . Ia melihat Angga tidur di atas sofa . karena takut ia tidak bisa mengontrol diri saat tidur di samping istrinya .


Nisa mendekati dan mengamati Angga .ia merasa kasihan melihatnya . Sepertinya tidak begitu nyaman tidurnya .Nisa menatap wajah Angga dari dekat kelihatan sangat tampan .wajahnya bersih tanpa noda jerawat .


Nisa sempat berpikir perawatan apa yang di jalani oleh suaminya .Nisa begitu asik menikmati ketampanan wajah Angga sampai tidak sadar bila yang di tatap sebenarnya sudah bangun .


Tatapan Nisa begitu intens dan penasaran dengan bibir tebal milik Angga . Dia mengangkat tangan nya dan menyentuh pelan dan hati hati bibir seksi suaminya itu .


Nisa merasakan tekstur lembut bibir milik Angga di jari jarinya , dengan beraninya ia mengelus pelan bibir suaminya itu . Angga menutup mata menikmati elusan sang Istri .


"Kamu ngerokok ngak sih ? Kok bisa bibirmu merah alami seperti ini ." tanya Nisa penasaran . Ia berani bertanya seperti itu karena ia kira Angga masih tidur .ia tidak menyangka bila akan mendapatkan jawaban nya .


"Aku ada ngerokok tapi kadang kadang saat lagi galau atau stres aja ." jawab Angga jujur sambil meraih dan mengecup tangan Nisa . Nisa spontan shock mendapati kenyataan itu . Kejutan dari suaminya itu . Angga menikmati raut terkejut sekaligus malu di wajah istrinya itu .


"Kita siap siap , sebentar lagi kita cek out siang ini ." ucap Angga . Sambil melepaskan tangan Nisa dan melangkah pergi ke kamar mandi .


...****************...


Seminggu sudah umur pernikahan Nisa dan Angga . Sepertinya angga masih kesal dengan Nisa tentang gagalnya malam pertama , dari cara Angga menjawab ucapan Nisa .


"Hari ini aku mau ke butik ." ucap Nisa membuka percakapan saat mereka sedang sarapan .


"hemm ." hanya itu jawaban dari Angga . Pria itu lalu beranjak dan berangkat sendiri lebih dulu ke kantor . Nisa melihat kepergian Angga begitu saja , siap mengumpat kalau saja tidak ada asisten rumah tangganya di sampingnya .karena ruang makan dan dapur jadi satu ruangan .


Nisa mengendarai sendiri mobilnya menuju ke butik , dengan kecepatan sedang . Dia tidak sedang buru jadi ia bisa santai .sambil mendengarkan musik di radio .sesekali ia ikut bernyanyi mengikuti lagu yang sedang dia putar .


Sekitar menempuh waktu satu jam , Nisa baru sampai di butiknya . Nisa memarkirkan mobilnya khusus di parkiran untuk owner atau hanya dia saja yang boleh parkir di sana .

__ADS_1


Nisa masuk ke dalam butiknya sambil menyapa para pegawainya yang sedang melayani para pembeli dan pelanggan tetap butiknya .Nisa segera masuk ke dalam ruang kerjanya . Ia duduk di sofa dan melayangkan pandangan nya ke seluruh ruangan . Hampir satu minggu ia tidak masuk karena mengurusi masalah pernikahan nya dengan Angga .


__ADS_2