
"Sial ." pekik Angel dalam hati . Angel mulai merasa Johan sedang mempermainkan nya .
" kamu kenapa sih ngel ? Memang salah kalau aku ambil alih perusahaan ini ? . Aku lebih berhak di banding Arga . Kamu tau kan saham aku lebih besar dari pada saham Arga . Aku juga lebih dari laki laki itu ." ucap Johan .
"Astaga ! Dari sudut mana pun Arga lebih baik dari pada Johan Putra adi prata , menurut Angel .
"Enak sekali Johan , ingin merebut jerih payah Arga selama menjadi CEO di perusahaan ini , hanya karena orang tua dia mempunyai saham yang banyak ., kenapa dia tidak datang dari awal dan bersaing sejak dulu kalau dia sangat menyukai kedudukan ini ." gumam Angel dalam hati .
"kalau Johan merebut posisi ini sekarang . Artinya johan tidak lebih baik dari Arga yang berjuang sejak dulu . Mana aku bisa membiarkan Johan menikmati hasil jerih payah Arga selama ini ." tambah Angel .
"kamu tidak pantas Jo , karena kamu selama ini tidak berjuang apa apa untuk GM Group . Kamu datang datang hanya untuk merebut posisi CEO setelah arga berjuang keras demi memajukan GM Group seperti saat ini ." ucap Angel keoada Johan .
Johan mengeraskan rahangnya mendengar jawaban dari Angel . Senyum yang tadi menghiasi wajahnya entah hilang kemana . Ternyata emosi Johan sudah terpancing .
"Kenapa , Aku benarkan Jo .kamu ngak berjuang sejak awal seperti yang Arga lakuin . Empat tahun perusahaan ini terbengkalai , kamu sebagai pemilik saham terbesar nomer Dua kemana saja , kalau memang kamu merasa pantas .setelah Arga muncul kenapa kamu ikut ikutan muncul . Karena itu aku berani katakan kamu tidak pantas , paham ." cerca Angel .
Rasa gugup dan grogi yang tadi.menghampiri Angel entah hilang kemana . Ia beranikan diri mencerca Johan agar tidak merasa terimidasi . Karena sikap johan benar benar membuatnya sedikit tidak nyaman . Tetapi sikap Johan bila di banding dengan sikap Arga selama ini belum lah seberapa .
"Angelia ."Geram Johan . Angel tidak perduli .
"lain kali mikir dulu Jo , agar tidak salah melangkah ."ucap Angel meremehkan Johan
,ia tak lagi jalan mundur tapi malah menatap Johan dengan percaya diri .
__ADS_1
Johan diam ,mendengar ucapan Angel . Ia menatap wajah Angel yang begitu dekat ia sadar kalau Angel sedang menahan kegugupan nya . Angel menyembunyikan kekhawatiran nya dengan membalas semua ucapan Johan dengan kata kata pedas . Ok , Johan ingin melihat reaksi Angel saat ia katakan ini .
" Oh , kenapa kamu begitu percaya diri kalau aku salah melangkah , Angelia . Kamu tau ngak , kalau kemarin pagi aku sudah pergi menemui George Andrian Mahardika .tentunya kamu sudah tau kan siapa dia , jadi aku tidak perlu katakan padamu peran dia di dalam perusahaan ini kan ." ucap Johan kepada Angel .
Angel seketika membeku . Ia tatap tepat di bola mata Johan ia ingin cari kebohongan di mata itu . Namun ia tidak menemukan nya . Yang artinya Johan benar benar telah pergi menemui Ayahnya .
"Apa yang telah kamu lakukan Jo . Jangan pernah kamu mempengaruhi Ayah ku ." tegas Angel .
Tawa Johan mengudara , Angel mengenggam erat tangan nya , ia khawatir posisi Arga akan terancam .
"Tenang Agelia , mendekati Ayahmu sama halnya seperti aku mencoba untuk mendekatimu . sama sama sulit , sampai detik ini aku belum mendapat kabar baik dari Ayah kamu ." jawab Johan .
Angel bernafas lega setidaknya Arga masih mempunyai kesempatan untuk mempertahankan kan posisinya.
Angel istifar dalam hati , rasa lega yang baru saja singgah telah menguap lagi entah kemana . Rasa khawatir datang menghinggapi nya lagi , kepalan di tangan yang telah renggang kini mengerat kembali . Angel menatap Johan penuh kebencian .
"Ternyata dia mendekatiku hanya untuk masuk ke perusahaan ini , bahkan dia juga berani menemui Ayahku ., tidak Ayah tidak boleh terpengaruh oleh dia .Ayah tidak boleh mendukung Johan , Ayah harus mendukung Arga ." gumam Angel dalam hati .
Apapun yang terjadi Angel berharap Ayahnya mendukung Arga . Sekarang Angel jadi bingung , entah bagaimana caranya membantu Arga . Sedangkan selama ini ia selalu menyembunyikan status dirinya .
"Apa kamu sedang menyusun rencana , Angelia ." sindir Johan . Saat melihat Angel terdiam di depan nya .
Angel kembali mengalihkan perhatian nya kepada Johan .
__ADS_1
"Jangan kamu terlalu percaya dengan Arga , Angelia . Lebih baik kamu dukung aku , aku janji akan jadikan kamu ratu di perusahaan ini . Ngak seperti Arga yang selalu menyakitimu ." ucap Johan berusaha mempercayakan Angel .
Tidak ada jawaban dari Angel , entah Angel hanya menatap johan dengan tatapan kecewa pada ia dan Johan , , walau tidak merasa sedekat itu dengan johan . .
***
"Angelia ." Johan berteriak memanggil manggil nama Angel . Tapi Angel tidak memperdulikan teriakan itu . Angel terus melangkah meninggalkan Johan . Siapa yang perduli dengan teriakan orang yang di anggap telah jahat . Orang yang ingin menghancurkan kisah dan masa depan laki laki yang di cintainya .
"Angelia dengarkan aku dulu ," teriak Johan .yang berlari mengejar dan meraih pergelangan tangan Angel . Namun dengan kasar Angel menghempaskan nya . Hal itu membuat hati Johan tercubit .
" Sial ! Perempuan itu benar benar sulit untuk di dekati , apa lagi di ajak bicara ." gumam Johan
" Apa ? ." bentak Angel , karena johan yang terus mengejar dan memaksanya untuk mendengarkan penjelasan nya .
" kamu benar benar dah gila Jo . Kamu datang tiba tiba dan ingin merebut posisi yang di miliki oleh Arga . Kamu dah ngak waras ." pekik Angel .
"kata kata Angel terus tergiang di telinga Johan , " gila , tidak waras " kata kata itu yang paling dirinya benci , pada orang orang yang telah mengatainya akhir akhir ini . "Johan tidak gila Johan baik baik saja , Angelia ." Geram Johan sambil mencengkeram pergelangan tangan Angel .
Angel meringis menahan sakit di tangan nya . Kekuatan Johan luar biasa dah dua wanitabyang telah ia sakiti . Mungkin Johan tersinggung oleh kata kata Angel , tapi bukan maksud Angel menghinanya ,itu cuma kata kiasan Agar Johan sadar kalau yang ia lakukan itu adalah salah . Karena dengan tiba tiba Johan ingin merebut kedudukan Arga . Tanpa kompromi terlebih dahulu , bahkan Johan sempat mengancam Arga juga .
Angel berdecak ia meras! Sekarang Johan juga mulai mengancam nya sebagai anak dari pemegang saham pertama di perusahaan itu .
"Lepaskan Aku Jo , ini sakit ,sialan ." pekik Angel .Demi Alloh cengkraman tangan Johan sangat kuat , semakin Angel berontak semakin kuat Johan mencengkeram maka semakin ngilu dan nyeri pergelangan tangan Angel .
__ADS_1
"Joo ." teriak Angel memperingatkan Johan . Namun sepertinya Johan lepas kontrol dan kendali , ia lupa siapa yang sedang ia hadapi dan ia sakiti .