Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
205


__ADS_3

Kau hadir bagai dalam mimpi Dan aku tak ingin terjaga lagi


Merangkai kisah seorang putri yang jatuh cinta pada sang pangeran


Andai kau seorang raja Aku ingin jadi ratunya


Bersama hadapi dunia Di kerajaan cinta kita berdua


Sekali seumur hidupku cukup sekali jangan berubah seia sekata cinta..


Hati Angel berbunga bunga sejak kemarin . Kemarin Arga juga menjanjikan nya , akan membawanya bertemu dengan indira .dan sore ini dia benar benar melakukan nya .setelah jam kerja selesai Arga menghampirinya .


Tidak seperti biasanya , hari ini Arga begitu ramah dengan senyuman yang lembut dia menyapa Angel .


"Kamu tidak lupakan ." tanyanya kepada Angel , dengan senyuman di bibirnya . Tentu saja Angel juga menyambutnya dengan senyuman yang lebar. Ia tau maksud Arga ia menggelengkan kepala sebagai jawaban nya .


"kalau begitu kita pulang sekarang ." ucap Arga . Ya Alloh , kata pulang yang Arga ucapkan ingin sekali Angel artikan lain kah . Seolah mereka ingin pulang , pulang ke rumah yang mereka miliki bersama . Padahal bukan begitu kenyataan nya . Tapi Angel menyakini , perasaan yang ia rasakan saat ini karena rasa cintanya yang begitu besar terhadap Arga dan putrinya .


"Angelia ." panggil Arga karena yang ia lihat Angel hanya tersenyum senyum saja . Dan Angel terkejut mendengar panggilan Arga .


"Oh maaf , Ayo kita pulang ." ucap Angel . Setelah membereskan sisa pekerjaan dan mejanya . Angel segera ikut Arga pulang , kali ini hanya pulang menemui Indira saja , bukan untuk menetap di sana .


"Ya Alloh ," Angel merutuki diri sendiri , yang tidak bisa berpikir dengan tenang , hanya karena Arga mengajaknya pulang ke rumahnya .


"Kamu ngak bawa mobilkan ." tanya Arga sambil membuka pintu ruang kerjanya dan menoleh ke belakang karena Angel masih tertinggal di belakangnya .

__ADS_1


Angel berlari kecil menghampiri Arga sambil geleng kepala memberi jawaban pada Arga ." kemarin kan Bapak yang minta sama saya , agar tidak bawa mobil ." ucap Angel .


Arga hanya tersenyum ." bagus nanti pulangnya biar aku yang Antarkan ." tutur Arga


Tak bisa di gambarkan betapa senangnya hati Angel , mendengar kata kata itu dari mulut Arga .selama setahun lebih , ia tak berani bermimpi Arga akan menawarkan diri untuk mengantarkan nya pulang .tidak di tinggal sendirian lagi di kantor . Seperti waktu itu saja Angel sudah bersyukur .


Namun sekarang Arga sendiri yang menawarkan diri untuk mengantarnya pulang , Entah demi apa ,juga mimpi apa hingga Arga menjadi luluh dan balik perhatian seperti ini padanya . Bahkan saat ini Laki laki itu sedang menunggunya sambil menahan pintu . Dan menyuruhnya keluar lebih dulu .


Angel benar benar di buat haru ." Terimakasih Pak ." ucap Angel sungguh sungguh . Arga hanya mengangguk singkat sebagai jawaban .


"tapi pak , lain kali tak perlu repot repot seperti ini , saya takut baper dan berharap terlalu banyak kepada bapak ." ucap Angel sengaja untuk memancing respon Arga .


Arga menarik sudut bibirnya , senyuman nya yang tipis sungguh mampu membuat Angel jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada laki laki itu .


"Saya ngak repot ." ucap Arga yang tidak di perdulikan oleh Angel . Karena dia hanya memandang wajah Arga dengan pandangan penuh kekaguman yang di milikinya


Angel menggeleng berkali kali , satu satunya yang membuat ia tidak nyaman adalah bila Arga menjauh , mengabaikannya dan menganggapnya tidak ada . Arga yang penuh perhatian seperti ini tentu saja membuat Angel nyaman , senyaman nyaman nya .


"Saya suka Bapak perhatian ." ucapnya cepat .


Hal itu membuat Arga terkekeh , tanpa Angel duga Arga mengangkat tangan nya dan menyentuh puncak kepalanya . Entah sadar atau respeck tidak ada yang tau , hanya Alloh dan Arga yang tau . Degup jantung Angel semakin menggila seperti biasa . Wajahnya juga memerah karena suka dengan perlakuan Arga .


"Kalau suka , jangan panggil pak ,An . Jam kerja kita sudah habis ."ucap Arga .


Deg....

__ADS_1


Tidak ada yang bisa membuat Angel bahagia , selain melihat Arga mencoba untuk Akrab dengan nya seperti saat ini . " Ya Alloh , Arga ! " gumam Angel dalam hati , tentu saja Angel akan dengan senang hati memanggilnya dengan panggilan nama atau sekalian panggil sayang . Iya itu kemauan hati Angel .tapi ia juga tidak punya keberanian .


"Arga ?" tanya Angel . "ekhemm Mas Arga ." Suara itu tak setegas biasanya . Demi alloh mendadak Angel merasa malu , saat memanggil Arga dengan panggilan yang berbeda . Angel menunduk kan wajahnya , berusaha menutupi rona merah yang menghiasi pipinya .


Namun tanpa Angel sadari perbuatan nya itu membuat Arga mengeraskan rahangnya ."MAS " mendadak Arga mengingat istri tercintanya .yang telah lama Tiada , semasa hidupnya Aan Istrinya selalu memanggilnya dengan panggilan itu .


Kini Angel berusaha untuk mengantikan nya ,? Arga tidak suka .


"bagaimana ? , boleh tidak aku panggil kamu mas Arga ,kalau di luar jam kantor ." tanya Angel .


Pertanyaan angel membuat Arga cepat cepat membuang rasa kesalnya .Rahangnya yang tadi mengeras kini kembali melembut penuh senyuman . Seolah suara Angel tidak mengganggunya .


"Silahkan saja ."jawab Arga dengan terpaksa sejujurnya Arga tidak suka Angel mengunakan panggilan itu .tetapi ia juga tidak mungkin menolak nya . Angel pasti akan terluka kalau mengatakan itu adalah panggilan spesial dari istrinya .


"Ok mas Arga panggilan ini akan tersemat untuk selamanya ." ucap Angel dengan amat sangat percaya diri . Dia benar benar tidak sadar bila Arga memandangnya murka .


Arga tercekat mendengar ucapan Angel mirip dengan apa yang pernah almarhumah istrinya katakan .


"Ayo pulang , Indira di rumah pasti dah menunggu kita ." Ajak Arga kemudian .


Angel menganggukan kepala kemudian mereka berdua sama sama jalan menuju ke lift untuk turun ke basement .


Saat mereka berjalan beringinan menuju ke lift .Anis yang masih di mejanya bertanya pakai tanda isyarat .menanyakan apa arti dari yang baru saja ia lihat tadi .


Anis sudah menyaksikan semua gerak gerik mereka sejak dari dalam hingga mereka berhenti sejenak , dan ngobrol di depan pintu ruangan kerja . Anis melihat semua dengan mata kepala nya sendiri .

__ADS_1


Angel dan Bos galaknya tampak akur bersahaja . Tidak seperti biasa yang tampak seperti tom and jery . Yang selalu saja beradu mulut dengan Angel . Sebagai teman tentu saja Anis ingin tau apa yang telah terjadi antara Angel dan Bosnya .


Namun Angel tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan nya . Ia hanya membalas dengan gerak kan bibir , kalau ia akan jelaskan lain waktu .Anis hanya bisa mencebik dan akhirnya ikut melambaikan tangan nya . Dan selalu berpesan agar Angel berhati hati .


__ADS_2