
"Sudah menemukan pelaku Nak ." tanya Dimas .karena kedatangan Dimas dan Ardy memang ingin membantu Angga menemukan pelaku kejahatan itu .
Angga menggeleng ." Angga belum menemukan pelakunya ,tapi Angga dah menemukan sopir taxsi yang bawa kabur koper kami , dan aku percaya sopir itu di bayar oleh seseorang ."ucap Angga .
"Mana orangnya ." Tanya Ardy yang juga geram dengan orang yang telah mempermainkan putrinya .
"Masih dalam perjalanan Yah . Aku suruh orang suruhan aku buat nyeret paksa dia ke sini ." ucap Angga sambil tersenyum . Ingat laporan dari anak buahnya kalau dia menolak datang ke Batam . Dan Angga menyuruh mereka untuk menyeretnya .
Ardy mengangguk angguk ." kamu kalau butuh bantuan jangan sungkan .Ayah punya kenalan yang bisa membantumu ." lanjut Ardy .
"Papa juga punya , siap bantu kamu kapan saja ." ucap Dimas yang juga tidak mau kalah dengan besan nya .untuk membantu putranya .
"Kamu ambil cuti saja , selesaikan masalahmu dulu , urusan perusahaan Papa yang akan menghandelnya ." lanjut Dimas .
"Makasih pa ." Angga terharu dengan kedua pria yang ada di depan nya yang begitu perhatian padanya . Pembicaraan mereka terus berlanjut dari masalah politik , pekerjaan ,perusahaan dan masalah masalah anak kuda jaman sekarang . Angga hanya sesekali menyahuti pembicaraan kedua orangtuanya itu . Karena jiwanya tak ada di sana .jiwanya melayang kepada sang istri .
"Pa , Ayah Angga pamit dulu .untuk kembali ke kantor ." ucap Angga setelah mendapat pesan dari orang orang suruhan nya .
***
Angga duduk di depan seorang pria yang mempunyai perawakan seperti dirinya . Karena pria itu juga terbilang masih muda mungkin juga seumuran dengan nya . Di belakang pria itu juga berdiri dua orang suruhan Angga untuk berjaga jaga kalau kalau dia kabur lagi , atau melakukan penyerangan terhadap Angga .
Angga melipat kedua tangan nya di depan dada , dengan menatap tajam dan senyum sinis terukir di sudut bibirnya .
" Berbicaralah selagi aku masih berbaik hati padamu ."ucap Angga dingin . Dan pria itu mengangkat alis nya seolah menantang kepada Angga .
" Tidak ada yang perlu saya bicarakan . Karena semua barang barang anda telah saya kembalikan semua lewat pengiriman ekspedisi . Dan , Kalaupun anda ingin menuntut saya , anda tidak akan mampu , karena anda tidak cukup bukti . "ucap Pria itu dengan angkuh . Dia mengikuti gaya duduk Angga sambil melipat tangannya di depan dada .
__ADS_1
"ngomong ngomong terimakasih ya sudah membawa saya sampai ke Batam dengan gratis ." ucap pria itu terkekeh .
Angga mengangkat sebelah alisnya , melihat keangkuhan pria itu .
"Bagaimana dengan permintaan saya , menyelidiki silsilah keluarganya ."tanya Angga sambil menatap orang orang suruhan nya .
"Iya Bis , ini sudah kami dapatkan ." ucap salah satu dari orang suruhan Angga mengeluarkan sebuah amplop coklat dari balik jaketnya . Dan dia serahkan kepada Angga .
Angga menerima amplop itu dan menatap sebentar pria itu sebelum membuka Amplop dari orang suruhan nya .Angga membaca semua berkas berkas pria itu dan meletak kan nya di atas meja .
Angga menatap pria itu lagi dengan senyum sinis .
"Jadi kamu punya istri yang sedang mengandung ." tanya Angga .
Wajah pria itu pias seketika ." jangan sentuh istriku , dia tidak bersalah , dia tidak ada hubungan nya dengan masalah ini ."ucap pria itu dengan marah .
"Bukan kah dia yang berada di vidio yang berdurasi 3 menit yang kamu edit dan kirim ke nomor ponsel istriku ." ucap Angga sambil menunjuk kan foto istri pria itu , yang tergeletak di mejanya . Wajah pria itu semakin pucat , seperti tidak ada aliran darah sama sekali di sana . Karena istrinya tidak tau kalau ia merekam aksi percintaan mereka .
Istri yang dia cintai juga tidak tau , kalau ia mendapat kan uang dari hasil mengedit hubungan percintaan mereka .
"Saya mengakui kalau vidio itu hasil editan . Saya minta maaf , jangan menyentuh dan sakiti istri saya ." ucap pria itu akhirnya mengakui semua nya .
"Saya tau kalau itu hanya editan , karena saya tidak pernah meniduri istrimu , dan istrimu bukan levelku , yang ada saya jijik , Tapi kamu tau kalau kelakuan kamu ini di ketahui oleh istrimu , aku rasa istrimu akan segera minta cerai darimu , seperti apa yang di lakukan oleh istriku padaku pagi ini ."ucap Angga . Pria itu semakin menunduk .
"Maaf ." hanya itu yang terucap dari mulut pria itu , sebenarnya ia tidak terima istrinya di hina dan di rendahkan .tapi apa boleh buat , apa yang ia lakukan juga merugikan orang lain .
Dia pikir masalah akan selesai setelah mengembalikan semua barang barang orang itu .dia tidak tau kalau sedang berhadapan dengan orang yang punya kedudukan dan kekuasaan tinggi .
__ADS_1
"soal maaf gampang , sekarang katakan pada saya siapa yang menyuruhmu , dan siapa yang membayarmu ." tanya Angga .
"Saya tidak mengenal nya , dia hanya datang dan memberi saya uang , serta apa yang harus saya lakukan ." ucap Pria itu .
"Perempuan atau laki laki ."tanya Angga .
"Laki laki ." jawab pria itu . Angga mengerutkan keningny , ia tidak punya gambaran siapa musuh laki laki yang seperti pria itu maksud .
"Apa ini laki laki itu ." Angga menunjuk kan foto Rangga pada pria itu . Sebenarnya ia ragu untuk menunjuk kan foto Rangga .Dan ia juga berharap bukan Rangga , karena mereka berdua udah berbaikan , Rangga jugalah menunjuk kan semua kebusukan Devina padanya .
Pria itu mengeleng dan mengatakan " bukan ."
"katakan ciri ciri nya , dengan jelas laki laki itu ." ucap Angga .
"Laki laki itu , berambut warna pirang , dan telinga kanan nya pakai tindikan . Mata sipit dan memiliki warna kulit putih serta tato di lehernya ." ucap pria itu dengan jelas .
"Apa kamu ingat bagaimana bentuk tatonya ." Angga mulai memiliki gambaran tentang laki laki yang bertato yang pria itu katakan . Angga punya kenalan dua orang bertato tapi Angga merasa tidak pernah punya masalah dengan mereka .
"Apa kamu ingat dengan gambar tatonya ." Angga mengulangi pertanyaan nya saat pria itu lama terdiam . Tak lama kemudian pria itu mengangguk .
"Model tatonya sangat rumit , memakai huruf antara india atau thailand .dan di tengah tengah rumitnya huruf itu ada sebuah nama ."jawab pria itu .
" Apa ." tanya Angga penasaran .
"Devina ."jawaban pria itu seakan sebuah udara yang mampu melongsorkan batu yangvmenghimpit dada Angga . Batu kesakitan yang di rasakan oleh istrinya beberapa hari ini . Dan secara tidak langsung Angga pula lah penyebab itu semua .
Mungkin dulu kalau ia tidak mengenalndan berpacaran dengan Devina , kejadian ini mungkin tidak akan terjadi .tapi penyesalan tinggal penyesalan .yang bisa Angga lakukan sekarang hanya pencegahan .
__ADS_1