
"kalian mengenalnya ." tanya Devina pada Anjani .
"tentu , Bu Nisa adalah Bos kami , pemilik butik ini ." ucap Anjani dengan senyum geli .
"Kirimkan tagihan nya kepada mereka." Ucap Nisa .
"kami tidak akan membayarnya ." jawab Devina angkuh .
"Bagus , kita hanya merusak beberapa gaun saja .tidak semuanya ." jawab teman Devina .
"O jadi kalian tidak akan membayarnya." jawab Nisa seakan santai menanggapi masalah itu . Seperti tidak ada terjadi sesuatu .
"Kalau kami tidak mau membayarnya kamu mau apa ." tantang Devina lagi .
"Anjani kamu tadi merekam nya bukan ." tanya Nisa . Anjani mengangguk .
"Saya merekam nya dengan bagus sekali bu ." jawab Anjani .
"Bagus tuntut mereka sepuluh kali , dan jadikan rekaman itu sebagai bukti nya ."ucap Nisa ketiganya langsung mematung , wajahnya pucat seperti tidak di aliri darah sama sekali .
"Tunggu ." panggil teman Devina menghalangi langkah Nisa yang pergi .
"Ada apa lagi ?, atau tuntutan kami kurang banyak .? Oh ya ampun , saya lupa kalian kan sultan . Bagaimana kalau kami naik kan dua pul..
"Bukan , bukan seperti itu . K ...kami minta maaf , kami tidak punya uang sebanyak yang kamu tuntut itu . Kami janji akan bayar sesuai dengan bandrol harga yang kamu pasang ."ucap teman Devina .
"hemm bagaimana ya , itu gaun terbaik ku , yang aku rancang membutuhkan waktu berbulan bulan .dan kamu seenaknya saja merusaknya . Satu gaun harga nya lima puluh juta . dan aku menuntutmu sepuluh kali lipat . Sedangkan gaun yang kalian rusak ada sepuluh . Jadi berapa ya semuanya .lima puluh kali sepuluh kali lagi sepuluh .hemm ." Nisa berpura pura berpikir .
"Kamu berusaha memeras kami ha .."teriak Devina . Sungguh sial ia tidak tau kalau butik yang menjadi langganan nya adalah milik Nisa .
Nisa mengangkat bahu acuh ." kalian yang mencari masalah duluan dengan ku . Dan lagian aku seorang pembisnis , tentu saja aku tidak mau rugi ." ucap Nisa dwngan santai .
"Anjani tolong ambilkan saya kursi . Sepertinya negosiasi kami akan berlangsung lama , siapa tau mungkin kita bisa menuntut mereka lebih banyak lagi , iya kan ." ucap Nisa .
"Bagaimana kalau dua kali lipat ." tawar teman Devina yang lain .
__ADS_1
"Karena aku sangat baik hati , maka saya turunkan menjadi delapan kali lipat ." Nisa duduk di kursi yang di bawakan oleh Anjani . Nisa duduk dengan menumpuk kakinya dengan elegan . Dan gaya yang angun .
"Bagaimana kalau empat kali . Iya empat kali , kamu juga harus beri keringanan pada kami . walau bagaimana kami juga pelangan tetap butik ini." ucap teman Devina .
Nisa melihat wajah wajah frustasi ketiga orang itu ." Lima kali lipat , Atau kita bertemu di pengadilan ." kata Nisa dengan tegas .
"Tapi..
"ok kuta bertemu di pengadilan ."potong Nisa .
"Baik baik kami akan bayar lima kali lipat ." jawab teman Devina .
"Devina , karena masalah ini kamu yang memulai lebih dulu , maka kamu harus membayar lebih banyak . Kamu harus membayar tiga kali lipat dan sisa nya kami yang akan bayar ." putus salah satu teman Devina .
"tidak bisa begitu dong ." Devina tampak protes dengan temannya itu .
"Apa ?. Atau kamu mau membayar semuanya ."tantang temannya . Devina terpaksa mengikuti kemauan teman nya , membayar tiga kali lipat . Devina meradang karena semua tabungan nya terkuras habis .
"Aku tidak mau bertemana dengan mu lagi . Berteman dengan mu hanya bawa masalah ." ucap teman Devina yang pergi meninggalkan Devina seorang diri .
...****************...
Nisa tetap berada di butik hingga jam lima sore . Angga datang untuk menjemput istrinya tapi di pintu butik tergantung tulisan tutup . Angga mendorong pintu dan masuk ke dalam . Angga melihat Nisa dan para pegawainya sedang berkumpul di meja kasir entah apa yang mereka musyawarahkan .
"Kamu sudah datang ." tanya Nisa saat melihat Suaminya datang mendekat .
"tutup lebih awal ." tanya Angga sambil mengecup kening istrinya .
"ya , hari ini kami mendapatkan keuntungan besar , jadi aku suruh mereka untuk pulang lebih awal ." ucap Nisa . Biasa butik Nisa buka sampai jam 8 malam .dan hari ini dia putuskan untuk buka sampai jam 5 saja .
" Butik Rame ? Kamu baik baik saja kan ." ucap Angga sambil memutar badan Nisa . Memeriksa ada yang terluka atau tidak .
"Aku baik baik saja sayang ." jawab Nisa .
"kamu tidak bekerja terlalu keras kan . Tidak kecapek an kan ." tanya Angga khawatir masih dengan mengamati Istri nya .
__ADS_1
"Tidak aku hanya dusuk seharian ini , para pegawai aku bekerja dengan baik ." ucap Nisa jujur .
"oh syukurlah ." ucap Angga lega .
"Ya sudah kita pulang sekarang ." ajak Angga kemudian .
"Ya tunggu sebentar , aku ambil tas dulu ." Nisa kembali ke meja kasir dan mengambil tas nya di bawah meja kasir .
Nisa mengambil alih tas istrinya dan ia sampirkan di bahunya . Sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan istrinya . Nisa pamitan pada para karyawan nya sebelum benar benar pulang .
Angga mengemudikan mobilnya setelah melihat istrinya duduk dengan nyaman dan memakai sabuk pengaman .
"Aku curiga ." ucap Angga kemudian membuka pembicaraan .
"tentang apa ." tanya Nisa melirik suaminya lewat kaca spion tengah , ia menyandarkan badan di kursi jok , karena hari ini ia sangat lelah jiwa dan raganya .
"Aku melihat para pegawaimu kelihatan segar bugar tidak lelah sama sekali . Apa kamu memberi mereka minuman penambah stamina ."tanya Angga .
"haha wajah mereka seperti itu kalau dah mendapatkan gaji dan bonus ."guarau Nisa . Memang sebenarnya pegawai nya semua dapat ia andalkan . Walaupun ia tidak datng ke butik , semua masalah dapat mereka atasi . Ulfa yang dia tunjuk sebagai asisten nya benar benar bisa bekerja dengan baik .
"Kamu tau Devina datang bersama teman teman nya ." Akhirnya Nisa memberi tau Angga apa yang terjadi tadi padanya tanpa ada yang terlewati . Angga mencengkeram setir mobilnya menahan emosi . Ternyata wanita itu masih saja menganggu istrinya .
"Kali ini aku tidak akan biarkan dia lolos ." gumam Angga dalam hati .
"Aku membagikan semua uang itu kepada para karyawan , dan memberi mereka cuti selama tiga hari bergantian . Aku sangatb baik kan ." ucap Nisa dengan bangga .
"Iya , ibu dari anak anak ku memang wanita yang baik dan tegar dan luar biasa ." ucap Angga membuat senyum Nisa semakin lebar .
"Ga kamu sudah baikan dengan Rangga ." tanya Nisa mengalihkan pembicaraan . Nisa penasaran karena Angga tidak pernah membahas masalah itu lagi sampai sekarang .
Angga tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya , ia butuh waktu lima menit untuk mengambil nafas .
"Kami sudah bicara seminggu yang lalu , dan dia juga sudah minta maaf ."ucap Angga .
"Dan kamu memaafkan nya ." tanya Nisa penasaran karena waktu itu Angga sangat marah dan ingin memutuskan kontrak kerja sama mereka dengan menjual saham nya .
__ADS_1