
Rangga mulai mencari pekerjaan baru untuk memulai kehidupan nya bersama keluarga kecilnya . Rangga telah berdiri di depan sebuah gedung pencakar langit . Perusahaan G M GROUP . Perusahaan milik keluarga pengusaha GEORGE MAHARDIKA GROUP .
Langkah Rangga terhenti ia ragu benarkah yang ia pijak adalah perusahaan sahabatnya yang hidup bersamanya selama ini .Rangga mengelengkan kepala dan melanjutkan langkahnya .
"Selamat siang mbak ." sapa Rangga pada resepsionis .
"selamat siang mas , ada yang bisa saya bantu ." tanya resepsionis dengan memperbaiki sikap dan gayanya di depan Rangga .
"maaf saya akan melamar pekerjaan mbak ." ucap Rangga .mbak resepsionis menghembuskan nafas kasar .
"kirain dah jadi manager ternyata baru mau lamar ," gerutu resepsionis .
"mbak ." sapa Rangga yang melihat resepsiones itu tidak mengacuhkan dirinya . Pandangan Rangga teralihkan oleh sebuah suara .
" pa kemana aku harus mencari , Batam sangat luas , ya aku salah , aku akan lakukan semua apa yang di minta Abang , aku akan segera mencari mas Rangga abimana ." Rangga terpana dengan wajah dan suara laki laki di depan nya .
" Bro ." sapa Rangga dan langsung memeluk laki laki itu ..laki laki yang di peluk itupun tersentak .
"Oge , gimana kabarmu ,kenapa pergi tak memberi tau aku . Udah seperti jailangkung tau ,datang tak di undang pergi tak pamitan ." ucap Rangga sambi menatap laki laki itu dari atas sampai bawah . Rangga memberi tamparan kecil ke pipi laki laki itu karena melihat laki laki meneteskan air mata .
"ehh ." sang resepsionis menarik tangan Rangga menjauhi laki laki itu .
"Siapa namamu , kenapa lancang menampar calon presdir kita ha ."tanya resepsionis , Rangga menoleh menatap laki laki itu .
" Mas Rangga ." sapa laki laki itu , Rangga hanya mengangguk .
" mari ikut saya ," ucap laki laki itu .Rangga hanya mengikuti saja ajakan laki laki di depan nya .Rangga melihat jalanan yang mereka lewati .mobil yang mereka tumpangi menuju ke arah sebuah rumah sakit .
"Apa kah kemarin mas Rangga juga datang ke rumah sakit ini ." tanya laki laki itu .Rangga hanya mengangguk , dalam pikiran nya telah di tumbuhi banyak pertanyaan .
"Bagaimana bisa seseorang yang hidupnya seperti orang jalanan , kini berubah angun dan sopan seperti seorang piawi ." gumam Rangga dalam hati .
__ADS_1
Keduanya telah sampai di rumah sakit dan berjalan menelusuri lorong rumah sakit . Dan berhenti di sebuah ruangan VVIP .laki laki itu mengetuk pintu rumah sakit .
"Masuk ." sebuah suara mempersilahkan masuk .laki laki itu membuka pintunya dan mempersilahkan Rangga masuk .
"silahkan masuk mas ." Rangga hanya menurut mengikuti apa mau laki laki di depan .
" Selamat datang nak Rangga ." sapa laki laki paruh baya yang berdiri di depan nya itu .Rangga semakin di buat bingung .
"Silahkan duduk , saya tau nak Rangga punya seribu pertanyaan , di kota baru yang anda datangi , tapi ada orang yang mengenali kamu ,iya kan ." ucap laki laki paruh baya itu . Rangga mengangguk tersenyum . Sambil duduk di sofa ruangan itu .
"perkenalkan nama saya GEORGE MAHARDIKA ." Rangga memicingkan sebelah matanya .
"Saya tau , kamu juga punya sahabat yang bernama sama dengan saya kan dan wajahnya , suaranya mirip dia ." laki laki paruh baya itu menunjuk laki laki yang berada di sampingnya . Baru Rangga ingat sesuatu .
" Terimakasih kamu telah menjadi sahabat dan keluargaku hampir sepuluh tahun . Bila aku ingat kisahmu , hatiku sakit , kisahmu adalah kisahku , yang membedakan hanya satu , kamu di benci oleh saudara tiri sedangkan aku di benci oleh saudara kandung . Dia takut aku merebut kasih sayang dan kekayaan orang tua . Aku sangat mencintai adik ku , aku pamit pada orang tuaku untuk merintis karier sendiri di luar ,"
"karier apa yang telah kamu rintis ."
"kamu sok sokan lo , dari mana kamu ." ucap Rangga sambil mendorong kepala Oge .
"Aahh .kamu ingin aku cepet mati ya . Sudah lelah kamu beri aku makan gratis selama ini . Iya ."
"kamu bicara apa .kalau Alloh sayang kamu . Kamu bisa hidup seribu tahun lagi ."
"tidak mau , aku tidak mau mengantar kamu pulang ke liang lahat , tapi aku ingin kamu yang menancapkan Nisanku ."
"Tidak ." pekik Rangga tiba tiba ia langsung berdiri menatap ke sekeliling .
"Dimana Oge , di mana Oge ."
"Nak tenangkan dulu dirimu , saya tau kamu yang menolongnya selama ini . Dia sekarang sakit , dia menunggumu lihatlah ruangan itu ." george mahardika menekan sebuah remot . Sebuah tirai terbuka di sana ada ruang kaca lagi dimana George sahabatnyabterbaring penuh dengan alat alat medis .
__ADS_1
"Ge benar benar kamu , kamu benar benar ingin menghukum aku . Aku dah memberimu makan hampir sepuluh tahun . Pergi pun kamu masih ingin aku mengurusmu .anak durhaka bangun , kalau kamu tidak bangun aku tidak akan menganggap kamu sahabat lagi ."teriak Rangga .
Rangga terduduk lemas bukan hanya Rangga yang menangis di ruangan itu , tapi adik nya juga ikut menangis . Penyesalan memang selalu datang di akhir . Tidak ada DP dalam kehidupan .
"Mas , saya tau mas Moge pasti dah banyak cerita padamu ." ucap laki laki di sebelah Rangga .
"Adik durhaka , kenapa kamu panggil dia Moge , dia manusia bukan motor ." ucap Rangga .
"ya perkenalkan nama saya George andrean mahardika dan Abang saya bernama GEORGE MOGETA MAHARDIKA . Abang di panggil moge karena kisah cinta papa dan mama berasal dari sebuah motor moge , mereka kenal., dan selama ini aku merasa mama dan papa sangat menyepesialkan Abang saya ."
"Tapi Abangmu sangat sayang padamu , dia rela membohongi kedua orang tua kamu , kalau dia sudah sukses di luar sana padahal dia jadi gelandangan ." ucap Rangga .
"Saya tau bang . Saya salah , aku langsung mencari Abang selama ini , tapi abang tetap tidak mau pulang , malah Abang berpesan agar aku baik baik menjaga papa dan mama . Dia ingin menikmati hidupnya dengan bebas ,dan baru aku sadari kalau ternyata Abang menderita penyakit radang otak ."
"Apa ." Rangga terkejut mendengar penuturan adek oge ."sejak kapan ."
"sebenarnya sudah hampir sepuluh tahun , dia melarang saya memberi tahu mas Rangga juga kedua orangtua . saya hanya membantunya , Abang tidak membenci saya , saya dah sangat bersyukur , Abang juga menyuruh saya untuk mencari Mas Rangga , tapi di dunia ini banyak orang bernama Rangga , saya tidak tau kemana saya harus mencari nya ." ucap Andrean .
"Nak Rangga ." panggil George mahardika .
"Iya tuan mahardika ." jawab Rangga menunduk hormat .
"silahkan duduk bisa kita ngobrol sebentar ." ucap George mahardika . Rangga mengikutinya dan duduk di depan George mahardika .
"Boleh kamu oerkenalkan dirimu dengan lengkap ." tambah George Mahardika
"Nama saya Rangga Abimana ." jawab Rangga tegas
" Rangga Abimana , Dimas Seta Abimana ." George menyebut nama belakang Abimana .
"Beliau almarhum bapak saya ." Rangga terkejut George langsung berdiri dan menarik nya ke dalam pelukan nya .
__ADS_1