
"Angelia ." lirih Arga . Namun yang Angel lakukan adalah mendengus keras di depan Arga . Membuat Arga terkejut dan segera melepaskan genggaman tangan nya di pergelangan tangan Angel .Angel memanfaatkan itu untuk pergi meninggalkan Arga . Sekarang Arga baru sadar kalau Angel benar benar sedang menjauh darinya .
Arga masih belum menyerah walau Angel sudah berkali kali mengabaikan nya , dan menunjukan perasaan kebencian padanya . Meski beberapa hari yang lalu Angel terlihat sangat berniat untuk menjauhinya . Tetapi Arga masih tetap sibuk untuk mendapatkan nya .
Pagi ini Arga mendekati Angel dan berbicara lembut layaknya seorang pria pada wanita , yang sedang ia sukai .
"An sudah sarapan ." tanya Arga lembut . Angel menggelengkan kepalanya , ia angkat wajahnya menatap Arga ia tau sejak tadi Arga mendekatinya . Tetapi ia enggan menegurnya .
"Tunggu sebentar ." ucap Arga , lalu menghilang . Beberapa menit kemudian Arga datang membawakan sarapan untuknya , Angel sempat terkejut dan haru , tapi Angel cepat cepat menghapus perasaan itu .
"Ini buat kamu , sarapan dulu ya ." ucap Arga sambil memberikan sarapan yang baru saja ia beli langsung untuk Angel . Tetapi sekali lagi Angel menggelengkan kepalanya .
"Terimasih , tapi ngak usah ." ucap Angel sambil menolaknya pemberian Arga . Tentu saja Arga sangat kecewa atas penolakan Angel . Arga menatap Angel dengan tatapan nanarnya .tetapi Angel sama sekali tidak perduli , lebih tepatnya berusaha untuk tidak perduli .
Arga sedih sekali melihat semua itu .namun ia tidak menyerah ." aku simpan di sini , nanti jangan lupa di makan ." ucap Arga sambil meletakan sarapan yang telah ia beli di atas meja Angel .
Lalu setelah itu Arga pergi keluar ruangan untuk menenangkan diri sebentar .
Sementara Angel menatap bekal sarapan yang di beli oleh Arga . Ia mengigit bibir bawahnya .Sebenarnya hatinya rapuh juga melihat usaha Arga yang seolah hanya ingin berbuat baik di matanya . Namun untuk apa ? Bukankah segala tujuan nya sudah tercapai ,saham Ayah nya juga sudah ia dapatkan ." tanya Angel pada dirinya sendiri .
Angel menyentuh bekal yang di belikan oleh Arga . Ia membukanya sebentar ada rasa ingin menyantap sarapan pembelian Arga , tapi Angel segera menggelengkan kepalanya dan ia berikan kepada Ofice boy yang sering ia temui di pantri perusahaan . Awalnya Angel ingin membuang makanan itu , tapi Angel masih menghargai sebuah makanan sehingga tidak jadi ia membuangnya .
Angel kembali ke ruangan kerja dan belum juga menemukan bayangan Arga .Angel hanya mengendikan kedua bahunya . Anis yang melihat kejadian yang melanda mereka tidak bisa berbuat apa apa . Karena juga bukan ranahnya . Walau sebenarnya ia tau apa yang sedang terjadi . yang bisa ia lakukan hanya mengirim pesan kepada Andre .
Arga pergi ke dapur untuk minta kopi , tapi apa yang ia lihat bagai sebuah tombak menancap tepat di hulu hatinya . Ia melihat ofice boy sedang makan seperti makanan yang ia berikan pada Angel .
__ADS_1
"Boy ." panggil Arga .
"eh iya Bos . Ada yang bisa saya bantu Bos ." ucap Ofice boy .
"Baru sarapan Boy ." tanya Arga .
"Oh sebenarnya sudah Bos . Ini tadi mbak Angel katanya beli sarapan kebanyakkan suruh saya ngabisin Bos , bos sudah sarapan ."tanya Boy . Hati Arga perih mendengar kenyataan itu .
" kalau sudah selesai sarapan . Buatkan kopi untuk saya , dan Antar ke ruangan saya ya ." ucap Arga .
Arga kembali ke ruangan nya dwngan wajah yang keruh . Anis yang melihat dari mana munculnya Arga hanya bisa tepuk jidat .
"kenapa makanan yang aku beli kamu berikan pada orang lain , itu untuk kamu An ." ucap Arga .
Angel mengankat wajahnya sebentar dan kembali menunduk menghindari tatapan dari Arga . Ia tau wajah laki laki yang ia cintai kelihatan begitu sedih . Dan berusaha untuk mengabaikan nya .
"Angelia ." panggil Arga merasa geram melihat sikap Angel , sebenarnya apa yang salah ? Kenapa tiba tiba Angel berubah . Dan tak ingin bicara dengan nya seperti ini ."tanya Arga pada diri sendiri .
"Ngak usah pura pura perduli ! Arga . Kita tidak punya hubungan apa apa ." Akhirnya Angel membuka suara . Mengatakan apa yang ingin ia katakan sejak lama .
"Tujuan mu sudah tercapai kan , jadi kamu jangan pura pura lagi , aku muak ..."pekik Angel .
Arga terdiam , dengan cepat ia mencerna apa yang di ucapkan oleh Angel. "jadi Angel sudah tau semuanya ? ." gumam Arga dalam hati .
"Kamu salah paham An ." ucap Arga mendekati Angel .
__ADS_1
"Salah paham apa ,? Kamu manfaatin aku demi mendapatkan saham Ayahku . Padahal , tanpa kamu pura pura cinta pun , aku akan tetap membantumu sepenuh hati ku Arga ." Akhirnya angel mengungkap semuanya yang telah ia ketahui tentang rencana Arga pada dirinya .
"Angelia dengarkan aku dulu ." ucap Arga .Angel menggelengkan kepalanya .
"ngak ada yang perlu aku dengerin lagi . Diam atau aku pergi dari tempat ini untuk selamanya ." ancamnya .
"Ange aku....
"surat pengunduran diriku sudah aku tulis beberapa hari yang lalu , dan jangan pernah kamu berharap bisa menemukan aku lagi setelah aku keluar dari sini ."..
Mendengarkan ancaman Angel Arga menghentikan semua apa yang ingin ia jelaskan pada Angel .Arga tau Angel bisa saja melakukan apa saja yang baru ia katakan . Mudah bagi Angel untuk menghilang dari pandangan nya atas bantuan atau pengaruh Ayahnya .
Arga tidak ingin kehilangan Angel sebelum ia menjelaskan semuanya .lebih baik ia diam dulu untuk sementara waktu asal Angel masih dapat ia jangkau oleh pandangan matanya .
Arga mengalah dan menarik nafas berat sebelum akhirnya ia kembali ke mejanya sendiri , lalu seharian itu Arga benar benar Arga membungkam mulutnya . Ia sedang memikirkan cara agar Angel tidak pergi meninggalkan nya . Seperti apa yang dia katakan tadi , ia juga harus mencari cara untuk meluruskan kesalahpahaman di antara mereka .
sementara Anis sore itu pergi menemui Andre , dan Andre sendiri yang menjemputnya . Mereka pergi menuju ke sebuah restoran untuk makan malam .
"makan dulu ." ucap Andre yang melihat anis hanya membolak mbalik sendoknya .
"hah ..aku kasihan sama mereka mas , Arga juga tertekan ia ingin selalu dekat dan mendekati Aan , tapi Aan selalu berusaha menjauh . Dan tadi pagi Arga pergi membelikan sarapan tapi diam diam Aan berikan sama ofice boy ." ucap Anis .
" di depan mata Arga dia berikan makanan itu ." tanya Andre .
"tidak mas , setelah mendapat penolakan dari Angel Arga pergi keluar ." jelas Anis . Andre mencerna semua ucapan Anis .
__ADS_1
"Mas , ngak bisa bantu mereka , mereka berdua telah banyak melewati rintangan . Gara gara kedangan piskopat itu semua jadi berantakan ." geram Anis , menyesali kehadiran Johan di antara hubungan mereka berdua .
"ya sudah nanti mas cari cara bantu mereka ." ucap Andre . Akhirnya mereka melanjutkan makan malam mereka .