Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
26


__ADS_3

"Nona Nisa ." sapa Indri sedikit kaget tapi tetap ramah .


"Kamu kenal dia ." tanya pelayan tadi .


"Dia kekasih pak Angga ." bisik Indri yang membuat wajah pelayan tadi mulai pucat .


"Kamu lagi bercanda kan ." indri geleng kepala pelan .


"Kamu mengenal saya ." tanya Nisa mengintrupsi bisik kan mereka berdua .


"saya yang mengantar nona ke ruangan pak Angga tempo lalu ." ucap Indri menunduk .


"Apa Angga ada di sini ." tanya Nisa menatap dengan senyum sinis pada pelayan tadi .


"Iya nona , ada .pak Angga baru saja sampai ." ucap Indri . Nisa segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Angga .


"Hallo ," jawab Angga pada deringan ponsel pertama .


"Kamu turun sekarang juga ." ucap Nisa . Tanpa basa basi .


"Apa ." tanya Angga tidak paham


" kamu turun . Aku ada di restoran kamu , sedang menjadi tontonan orang banyak ." Nisa langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Angga . Lalu tidak sampai lima menit Angga sudah datang dengan seorang laki laki di samping nya Angga yang tidak Nisa kenal .


"Jangan jangan pria itu pasangan Gay Angga ." pikir Nisa yang masih meragukan Angga , sebagai pria normal.


"Ada apa ." tanya Angga setelah sampai di depan mereka .


"Pelayanan restoran kamu benar benar buruk ." sungut Nisa . Pelayan yang Nisa tunjuk menunduk kan kepala dalam dalam.


"Kenapa bajumu basah ." ucap Angga sambil mengeluarkan sapu tangan dari sakunya , untuk menutupi bagian d**a Nisa yang basah . Karena baju Nisa yang tipis sehinga tranparan kena Air .


Nisa menceritakan apa yang terjadi .pelayan itu menatap laki laki yang berdiri di samping Angga dengan tatapan memohon .


"Kita bicarakan ini di ruangan aku ." ucap Angga tegas.


mereka sekarang semua telah berada di ruangan Angga .


Baik Nisa dan Angi tidak ikut angkat bicara sepatah katapun saat mendengar pembelaan yang di ucapkan oleh pelayan itu .

__ADS_1


"Mereka prote karena saya tidak memberinya menu lain selain menu vocer." ungkap pelayan itu .


"Ga , restoran kamu ada CCTV nya tidak . Aku males berdebat dengan perempuan itu ." ucap Nisa sambil mengeratkan Jaket Angga untuk menutupi D**a nya . Saat mereka telah sampai.di ruangan Angga . Angga menyerahkan jaketnya kepada Nisa , agar dia pakai .


Pelayan itu melotot pada Nisa yang tak mau menatapnya lagi . Ia lupa kalau di setiap sudut restoran ada CCTV nya .


"saya mengaku salah ." ucap pelayan itu akhirnya .


"Saya pikir mereka akan makan pakai vocer ."ucap pelayan itu .


"Bukan nya pelanggan yang pakai vocer juga harus di perlakukan dengan sama ." ucap Angga menoleh ke rekan kerjanya Rangga .


"Rang gimana menurut kamu ." tanya Angga pada teman nya yang sejak SD .dan untuk mempererat pertemanan nya mereka mendirikan restoran R&D .


"Setiap pelanggan dan yang pakai vocer mereka tetap di perlakukan sama , juga bebas memilih menu ." ucap Rangga .


"Kamu saya pecat ." ucap Angga menunjuk pelayan itu .


"Anda tidak bisa memecat saya tanpa persetujuan mas Rangga ." ucap pelayan itu dengan lantang , tanpa rasa takut sedikitpun .


"apa karena kamu pernah meng******kan r*****g nya ? Ucap angga dan wanita itu terkejut karena Angga menebak dengan benar .


"Kamu benar benar memahami aku brother ." ucap Rangga tanpa malu .


"Jadi , susan kamu di pecat . " katanya lagi.. Pelayan yang ternyata bernama susan itu keluar dari ruangan Angga sambil menangis sesengukan .


"Maaf untuk insiden hari ini , kalian bisa memesan makanan lagi , apapun sepuas kalian ." ucap Angga .


"Tidak perlu , ayo kita pergi makan di tempat lain saja agi .Ayo kita pergi ." ucap nisa . Sambil menarik tangan Angi keluar dari ruangan Angga .


"Nisa ." panggilan Angga tidak di hiraukan oleh Nisa . Dia tetap menarik Angi pergi meninggalkan ruangan Angga itu .


Saat Nisa dan Angi keluar dari ruangan Angga banyak mata menatap dengan tatapan beragam . Namun Nisa mengabaikan nya tidak mau ambil pusing .perkataan orang yang tidak dikenalnya .


"Aku kasihan dengan pelayan tadi ." ucap Angi saat mereka sudah sampai di luar restoran .


"kenapa ." tanya Nisa .


"Dia kehilangan pekerjaan nya , padahal di jaman sekarang sangat susah untuk mencari pekerjaan ." ucap Angi .

__ADS_1


"itu salahnya sendiri , seharusnya dia bekerja dengan benar . Jangan sok jadi kaya begitu , bekerja baru jadi pelayan aja sok sok an jadi istri bos ." sungut Nisa masih merasa kesal dengan oerlakuan pelayan tadi .


"Ngo.ong ngomong sekarang kita makan di mana aku dah lapar ." ucap Nisa .


"aku ngikut kamu saja ." jawab Angi yang tersenyum polos pada Nisa ,saat melihat Nisa menatapnya dengan tatapan kesal .


"Aku ingin makan di restoran paling mahal di Batam ini ." ucap Nisa membuat Angi mendegus .


"Iya deh horang kaya , calon sultan ngak papa ." ucap Angi membuat Nisa tertawa . Sudah biasa mereka saling sindir , tapi itu hanya di bibir saja sebagai candaan .


"Nona Nisa ." Nisa menoleh terkejut menatap Angi . Yang tiba tiba memanggilnya Non .


"Ibu aku pasti sangat bahagia melihat nona nya kembali ." ucap Angi .


"Pasti aku juga senang , kamu adalah sahabat sekaligus saudara aku . Karena baby sister bagi ku adalah ibu kedua aku . Jadi kamu adalah adik ku ." ucap Nisa .


"Terimaksih kak ." ucap Angi memeluk Nisa dengan erat .


"Iya ini ada hadiah sebagai kenang kenangan , untuk adik dan saudara aku ." Nisa melepas kalung pemberian Nagita kepada Angi .


"Simpan ini baik baik .ya ." ucap Nisa angi mengangguk .


"Aku tidak menilai dari harga pemberian kamu . Aku tau nilainya ini sebanding dengan ketulusan hati kakak aku .walaupun harganya kalung ini ratusan juta ." ucap Angi .


"kenapa menangis ...


"kakak juga kenapa menangis ." keduanya pun tertawa bersama .


"Kamu cocok juga pakai jaket kakak ipar ." ucap Angi tiba tiba .saat akan membuka pintu mobil Nisa . Nisa menghentikan gerakkan nya seketika , yang juga hendak membuka pintu mobil . Ia melihat ke badan nya yang masih memakai jaket Angga .


Sementara itu di ruangan Angga , Angga mendapat omelan Rangga .


"Kamu benar benar buat reputasi aku jatuh di depan wanita wanita cantik tadi Ga ." gerutu Rangga . Sambil berdiri membuka kulkas kecil di ruangan Angga mengambil minuman dingin .


"aku bicara apa adanya ." ucap Angga tanpa pendek tanpa melihat ke arah Rangga . Ia sibuk dengan laptop yang ada di depan nya .


Rangga meletak kan satu kaleng minuman soda di meja depan Angga . Lalu ia juga dusuk di depan Angga .


"Teman nya Nisa tadi cantik ya , siapa namanya ." tanya Rangga . Matanya berbinar saat melihat wajah polos milik wanita itu .

__ADS_1


Angga mengelengkan kepala ," Nisa belum mengenalkan teman nya itu pada ku ." ucap Angga mengangkat pandangan nya dari laptopnya menatap wajah sahabatnya .


__ADS_2