
"Nona Nisa ." sapa Indri sedikit kaget tapi tetap ramah .
"Kamu kenal dia ." tanya pelayan tadi .
"Dia kekasih pak Angga ." bisik Indri yang membuat wajah pelayan tadi mulai pucat .
"Kamu lagi bercanda kan ." indri geleng kepala pelan .
"Kamu mengenal saya ." tanya Nisa mengintrupsi bisik kan mereka berdua .
"saya yang mengantar nona ke ruangan pak Angga tempo lalu ." ucap Indri menunduk .
"Apa Angga ada di sini ." tanya Nisa menatap dengan senyum sinis pada pelayan tadi .
"Iya nona , ada .pak Angga baru saja sampai ." ucap Indri . Nisa segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Angga .
"Hallo ," jawab Angga pada deringan ponsel pertama .
"Kamu turun sekarang juga ." ucap Nisa . Tanpa basa basi .
"Apa ." tanya Angga tidak paham
" kamu turun . Aku ada di restoran kamu , sedang menjadi tontonan orang banyak ." Nisa langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Angga . Lalu tidak sampai lima menit Angga sudah datang dengan seorang laki laki di samping nya Angga yang tidak Nisa kenal .
"Jangan jangan pria itu pasangan Gay Angga ." pikir Nisa yang masih meragukan Angga , sebagai pria normal.
"Ada apa ." tanya Angga setelah sampai di depan mereka .
"Pelayanan restoran kamu benar benar buruk ." sungut Nisa . Pelayan yang Nisa tunjuk menunduk kan kepala dalam dalam.
"Kenapa bajumu basah ." ucap Angga sambil mengeluarkan sapu tangan dari sakunya , untuk menutupi bagian d**a Nisa yang basah . Karena baju Nisa yang tipis sehinga tranparan kena Air .
Nisa menceritakan apa yang terjadi .pelayan itu menatap laki laki yang berdiri di samping Angga dengan tatapan memohon .
"Kita bicarakan ini di ruangan aku ." ucap Angga tegas.
mereka sekarang semua telah berada di ruangan Angga .
Baik Nisa dan Angi tidak ikut angkat bicara sepatah katapun saat mendengar pembelaan yang di ucapkan oleh pelayan itu .
__ADS_1
"Mereka prote karena saya tidak memberinya menu lain selain menu vocer." ungkap pelayan itu .
"Ga , restoran kamu ada CCTV nya tidak . Aku males berdebat dengan perempuan itu ." ucap Nisa sambil mengeratkan Jaket Angga untuk menutupi D**a nya . Saat mereka telah sampai.di ruangan Angga . Angga menyerahkan jaketnya kepada Nisa , agar dia pakai .
Pelayan itu melotot pada Nisa yang tak mau menatapnya lagi . Ia lupa kalau di setiap sudut restoran ada CCTV nya .
"saya mengaku salah ." ucap pelayan itu akhirnya .
"Saya pikir mereka akan makan pakai vocer ."ucap pelayan itu .
"Bukan nya pelanggan yang pakai vocer juga harus di perlakukan dengan sama ." ucap Angga menoleh ke rekan kerjanya Rangga .
"Rang gimana menurut kamu ." tanya Angga pada teman nya yang sejak SD .dan untuk mempererat pertemanan nya mereka mendirikan restoran R&D .
"Setiap pelanggan dan yang pakai vocer mereka tetap di perlakukan sama , juga bebas memilih menu ." ucap Rangga .
"Kamu saya pecat ." ucap Angga menunjuk pelayan itu .
"Anda tidak bisa memecat saya tanpa persetujuan mas Rangga ." ucap pelayan itu dengan lantang , tanpa rasa takut sedikitpun .
"apa karena kamu pernah meng******kan r*****g nya ? Ucap angga dan wanita itu terkejut karena Angga menebak dengan benar .
"Kamu benar benar memahami aku brother ." ucap Rangga tanpa malu .
"Jadi , susan kamu di pecat . " katanya lagi.. Pelayan yang ternyata bernama susan itu keluar dari ruangan Angga sambil menangis sesengukan .
"Maaf untuk insiden hari ini , kalian bisa memesan makanan lagi , apapun sepuas kalian ." ucap Angga .
"Tidak perlu , ayo kita pergi makan di tempat lain saja agi .Ayo kita pergi ." ucap nisa . Sambil menarik tangan Angi keluar dari ruangan Angga .
"Nisa ." panggilan Angga tidak di hiraukan oleh Nisa . Dia tetap menarik Angi pergi meninggalkan ruangan Angga itu .
Saat Nisa dan Angi keluar dari ruangan Angga banyak mata menatap dengan tatapan beragam . Namun Nisa mengabaikan nya tidak mau ambil pusing .perkataan orang yang tidak dikenalnya .
"Aku kasihan dengan pelayan tadi ." ucap Angi saat mereka sudah sampai di luar restoran .
"kenapa ." tanya Nisa .
"Dia kehilangan pekerjaan nya , padahal di jaman sekarang sangat susah untuk mencari pekerjaan ." ucap Angi .
__ADS_1
"itu salahnya sendiri , seharusnya dia bekerja dengan benar . Jangan sok jadi kaya begitu , bekerja baru jadi pelayan aja sok sok an jadi istri bos ." sungut Nisa masih merasa kesal dengan oerlakuan pelayan tadi .
"Ngo.ong ngomong sekarang kita makan di mana aku dah lapar ." ucap Nisa .
"aku ngikut kamu saja ." jawab Angi yang tersenyum polos pada Nisa ,saat melihat Nisa menatapnya dengan tatapan kesal .
"Aku ingin makan di restoran paling mahal di Batam ini ." ucap Nisa membuat Angi mendegus .
"Iya deh horang kaya , calon sultan ngak papa ." ucap Angi membuat Nisa tertawa . Sudah biasa mereka saling sindir , tapi itu hanya di bibir saja sebagai candaan .
"Nona Nisa ." Nisa menoleh terkejut menatap Angi . Yang tiba tiba memanggilnya Non .
"Ibu aku pasti sangat bahagia melihat nona nya kembali ." ucap Angi .
"Pasti aku juga senang , kamu adalah sahabat sekaligus saudara aku . Karena baby sister bagi ku adalah ibu kedua aku . Jadi kamu adalah adik ku ." ucap Nisa .
"Terimaksih kak ." ucap Angi memeluk Nisa dengan erat .
"Iya ini ada hadiah sebagai kenang kenangan , untuk adik dan saudara aku ." Nisa melepas kalung pemberian Nagita kepada Angi .
"Simpan ini baik baik .ya ." ucap Nisa angi mengangguk .
"Aku tidak menilai dari harga pemberian kamu . Aku tau nilainya ini sebanding dengan ketulusan hati kakak aku .walaupun harganya kalung ini ratusan juta ." ucap Angi .
"kenapa menangis ...
"kakak juga kenapa menangis ." keduanya pun tertawa bersama .
"Kamu cocok juga pakai jaket kakak ipar ." ucap Angi tiba tiba .saat akan membuka pintu mobil Nisa . Nisa menghentikan gerakkan nya seketika , yang juga hendak membuka pintu mobil . Ia melihat ke badan nya yang masih memakai jaket Angga .
Sementara itu di ruangan Angga , Angga mendapat omelan Rangga .
"Kamu benar benar buat reputasi aku jatuh di depan wanita wanita cantik tadi Ga ." gerutu Rangga . Sambil berdiri membuka kulkas kecil di ruangan Angga mengambil minuman dingin .
"aku bicara apa adanya ." ucap Angga tanpa pendek tanpa melihat ke arah Rangga . Ia sibuk dengan laptop yang ada di depan nya .
Rangga meletak kan satu kaleng minuman soda di meja depan Angga . Lalu ia juga dusuk di depan Angga .
"Teman nya Nisa tadi cantik ya , siapa namanya ." tanya Rangga . Matanya berbinar saat melihat wajah polos milik wanita itu .
__ADS_1
Angga mengelengkan kepala ," Nisa belum mengenalkan teman nya itu pada ku ." ucap Angga mengangkat pandangan nya dari laptopnya menatap wajah sahabatnya .