Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
18


__ADS_3

Angga pria sejati ia tidak akan melakukan itu pada wanita yang tertidur , tapi iman Angga tidak kuat , sedikit goyah semalam ia tidur memeluk Nisa dan mencuri cium di tulang selangka Nisa , hingga pukul 3 Angga baru bisa tidur sekitar 2 jam . Dan di bangunkan paksa oleh Nisa dengan tendangan .


"Aku tidak melakukan apa pun kan." tanya Nisa .


"Percayalah kamu telah melakukan hal yang tidak pernah bisa kamu bayangkan ." ucap Angga .


"Mi...misalnya ." tanya Nisa gugup .


"Kamu memeluk ku sepanjang malam .kadang meraba perut hingga dadaku ." ucap Angga .


"Tidak , kamu pasti bohong , aku tidak pernah melakukan hal itu ." sangkal Nisa .


"Kamar aku di lengkapi dengan cctv . Apa kamu mau kita menonton nya bersama ." tanya Angga yang membuat wajah Nisa memerah seperti kepiting rebus , karena sekarang ia benar benar malu .


"Pokoknya aku tidak percaya , "ucap Nisa sambil turun dari ranjang Angga dan menyambar tasnya di atas meja sofa .lalu tanpa.kata dia meninggalkan kamar pria itu . Angga hanya tersenyum simpul membiarkan Nisa pulang sendirian .


...----------------...


Seminggu telah berlalu ,semenjak kejadian itu komunikasi mereka pu putus . Tapi Nisa masih tetap mengintip kegiatan Angga di akun sosmed nya Dewangga .


Hari itu Nisa sedang jalan jalan di mall bersama teman sosialitanya .Dia tertawa melihat sesuatu yang lucu di layar ponselnya .


"Jadi benar kamu melepas Bilyam ."tanya teman Nisa yang bernama jeni . Nisa mengangguk .


"Dia punya wanita yang dia cintai , tidak mungkin kan saya ngotot dekati dia , yang ada nanti malah aku yang patah arang ...


"Patah hati , bisa juga glawak kamu , sejak kapan SUCA ke berapa ." potong jeni .


"Ada lah . Ya gitu dari pada akhirnya aku yang patah hati . Kan lebih baik aku mengaman kan hati aku ini lebih awal ." jelas Nisa . Jeni masih tidak percaya kalau Nisa bisa begitu saja melepas laki laki sekelas Bilyam khoirul wahab .

__ADS_1


"Menurut aku sih sayang aja , sebelum janur kuning melengkung kan masih bisa di tikung . Masih milik umum ." ucap jeni .


"Toilet milik umum . Dan lagian mereka akan menikah 3 minggu lagi ." ucap Nisa lagi .


"Jadi beneran dia jatuh cinta sama babysister putrinya ."tanya Jeni . Jeni tidak percaya saat Nisa menceritakan pembatalan perjodohan nya itu kepada teman baiknya dari kalangan sosialitanya itu .


"nih ya ,Nisa . Kalau aku jadi kamu , aku tidak akan melepas pria itu ." ucap Jeni kekeh . Nisa geleng kepala .


"Untuk apa , untuk patah hati ." ucap sinis Nisa , sambil membuang tatapan matanya , malah matanya menangkap sosok Angga di mall itu .


"Kenapa kamu seyakin itu ,kalau mereka saling jatuh cinta ." tanya jeni .


"Semua orang tau siapa dan bagaimana sifat Bilyam .Dingin dan kaku , tapi pas aku lihat dia dan Lisa , Dia benar benar Care dan Romantis banget ." ucap Nisa . Di dalam hati ia juga berharap kelak mendapatkan pria yang bisa mencintai dan menyayanginya , dengan tulus seperti cinta Bilyam kepada Lisa .


"Dan aku tidak setega itu jadi orang ketiga di hubungan mereka ."tambah Nisa lagi .


"Eh itu bukan nya sepupu Bilyam ya ." jeni menunjuk ke arah kedua orang yang jalan bergandengan tangan .Nisa juga ikut melirik sebentar lalu keluar ide licik di hatinya .


"Dasar laki laki brengsek , laki laki tidak bertanggung jawab . Setelah meniduriku secara paksa , sekarang kamu jalan dengan perempuan lain ." Nisa rasanya ingin tertawa puas saat melihat wajah tegang Angga .


"Rasain kamu ." sorak Nisa dalam hati .


"Angga benar kamu melakukan itu ." wanita yang di gandeng Angga tadi bertanya dengan wajah marah .


"Ma , bukan begitu ." Angga ingin menyangkal tuduhan Nisa , tapi saat melihat wajah Nisa mulai binggung satu hal terlintas di kepala Angga .


"Ma , im sorry ." bisik Angga sambil tersenyum misterius .


"Aku melakukan nya saat Nisa tidak sadar , kami.sama sama mabuk ." Nisa yang tadinya puas mulai tegang , saat Angga memanggil wanita itu "MA " pada wanita itu .Nisa berusaha mengeleng mungkin ia salah dengar .

__ADS_1


"Jadi putra aku memaksa kamu ." tanya putri pada Nisa .


"Ee ." Nisa mulai gelagapan .


"Saya sebagai mamanya Angga , Di sini saya minta maaf atas perlakuan anak saya . Dan sebagai bentuk pertanggung jawaban Angga , tolong beri tau kedua orang tua kamu , kalau kami akan datang melamar kamu besok ." ucap putri kepada Nisa dengan lembut .


"Eeh ta...tan..te maa...af saya salah orang ." kata Nisa gelagapan , ia berniat mengerjai Angga , tapi malah diri nya sendiri yang kena batunya .


...----------------...


Sekarang mereka bertiga sedang berada di ruang privat di restoran tempat Nisa dan jeni makan .


"Tidak bisa dapat Bilyam dapat sepupunya juga ok ." itu pesan dari jeni sebelum dia kabur meninggalkan Nisa yang sedang kena masalah . benar benar teman ada kalau bahagia .


Putri menatap Nisa dengan penuh harap ." Mama ke toilet dulu ya ." ucap putri pada Angga .setelah putri pergi ke kamar mandi Nisa memohon pada Angga .


"Mohon banget , katakan sama mamamu kalau kamu tidak kenal dengan ku , katakan pada mamamu kalau aku orang gila atau apalah, yang penting mamamu tidak ada niatan untuk nikahkan kita ." ucap Nisa frustasi .


Angga mengangkat kedua alisnya ." kamu tidak mengenal mamaku dengan baik . Dia hanya akan 0ercaya dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar . Jadi kamu tidak akan busa menyangkal , sekeras apapun usaha kita , dia tidak akan pernah percaya .sama kita ." ucap Angga sambil mengangkat bahunya acuh .


Sebenarnya Angga bisa saja berdebat dengan mamanya .tapi ia pikir menikah dengan Nisa sepertinya tidak lah buruk , Pikir Angga .


"Lagian siapa yang suruh kamu tiba tiba datang mengaku ngaku aku tinduri dengan paksa ." ucap Angga geli , sungguh ia benar benar tidak bisa menebak wanita yang ada di depan nya itu .


"Jangan tertawa ini semua karena salahmu, aku niatnya hanya ingin balas dendam sama kamu ." ucap Nisa kesal . Jika ia tidak melakukan hal bodoh seperti tadi , mungkin saat ini ia sudah ada di rumah dusuk dengan santai nya ." gerutu Nisa dalam hati .


"Balas dendam , balas dendam apa , sepertinya aku tidak punya salah sama kamu ." ucap Angga dengan kening berkerut .


"Jadi kamu merasa tidak bersalah ." tanya Nisa tidak habis pikir dengan Angga . Dan Angga juga mengangguk .

__ADS_1


"Pertama , kamu menuduh aku wanita jahat , ke dua kamu mengklain aku seenak nya saja sebagai kekasih kamu , dan yang ketiga , kamu dengan seenak nya saja meninggalkan aku di saat aku mulai menyukai dan menyayangi mu ...


__ADS_2