Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
88


__ADS_3

Rangga tidak memperdulikan Air mata Indah yang bercucuran .Rangga mencapai pelepasan berulang ulang seperti tiada merasakan lelah . Berulang kali Rangga merubah posisi mereka .Indah juga merutuki dirinya yang juga ikut menikmati permainan Rangga .


"Siapa namamu ." tanya Rangga pelan sambil mencium bahu Indah . Rangga masih memeluk indah dari belakang . Karena mereka masih dalam posisi badan mereka bersatu .Indah tidak menjawab .


"Kita keluar dari sini . Kita bicarakan di luar baik baik ." ucap Rangga .


"Baju saya telah kamu robek .bagaimana aku keluar ." ucap Indah .


"Tunggu sebentar saya akan ambilkan baju yang baru ." Rangga berdiri dari baringnya .


"Ahhh ." Indah mengigit bibirnya saat Rangga menarik diri dari dirinya . Rangga meraih bajunya dan memakainya dengan asal .


"tunggu sebentar kamu jangan ke mana mana ." pesan Rangga . Rangga pergi ke toilet merapikan pakaian nya .setelah itu Rangga pergi ke parkiran untuk mengambil kaos dan training yang selalu dia taruh di mobil untuk pergi ke GM .


Saat Rangga kembali ke gudang ia tidak menemukan Indah di sana .Rangga bahkan menyuruh orang menyalakan lampu gudang , Rangga mengeratkan rahang dan kepalan tangan nya saat mendapati bercak darah di lantai . Rangga kecewa , marah dan merasa terhina dalam kesalahan nya , dengan kepergian Indah . Ia merasa indah mengkhianatinya pergi setelah mendapatkan kenikmatan darinya .


Indah telah sampai.di rumah dengan wajah yang muram . Ia lari dari tempat itu karena takut ketahuan memasukkan obat dan dapat marah . Indah segera mandi membersihkan dirinya hampir satu jam .setelah itu indah menjatuhkan diri di atas kasur dan tertidur begitu saja .


Satu bulan kemudian Indah di nyatakan hamil .Dodo sangat marah besar melihat keadaan Adiknya .ia minta kepada adiknya untuk mengatakan semua yang terjadi , tapi indah hanya diam dengan tatapan kosong .


" tidak Ada yang ingin kamu ceritakan padaku ." ucap Cyntia sambil mengelus tangan adik iparnya . Indah memalingkan pandangan nya sambil menangis terisak .


"tidak apa apa kalau mau nangis , menangislah keluarkan semuanya ." ucap Cyntia dengan sabar menunggui Indah sampai tangisnya reda .

__ADS_1


"Jadi , siapa Ayah dari bayimu , kita harus minta pertanggung jawaban nya ." bujuk Cyntia untuk membuka suara .


"Namanya Rangga , tapi dia sudah pindah ke luar negri dan dia juga tidak tau kalau aku hamil ." ucap Indah setengah berbohong .


"Luar negri mana ." tanya cyntia . Indah hanya menggeleng dan kembali menangis sampai Indah ketiduran .Cyntia menatap Indah tertidur dengan perasaan Iba .Cyntia meninggalkan kamar Indah dan keluar menemui suaminya .


"Bagaimana ." tanya Dodo saat melihat istrinya keluar .


"Kita bicara di ruang tamu saja mas , Dia baru saja tidur ." ucap Cyntia .Dodo mengusap wajahnya kasar . Ada air yang mengenang di pelupuk matanya . Ia merasa gagal menjaga Indah .


"Indah bilang , laki laki itu sudah pindah ke luar negri , tapi negara mana Indah tidak tau ." ucap Cyntia .


"Dan kamu percaya ."tanya Dodo . Cyntia mengangguk yakin .


"Indah tidak punya pacar bahkan tidak pernah pacaran apa lagi dekat dengan laki laki , aku takut dia korban .."Dodo tidak berani melanjutkan kata katanya . Air mata yang sejak tadi ingin tumpah akhirnya jatuh juga membasahi pipinya . Cyntia hanya bisa memeluk suaminya memberi dia kekuatan .


"sekarang apa yang harus kita lakukan Cyntia ." tanya Dodo .


"tidak perlu melakukan apa apa mas .serahkan semua keputusan pada Indah ."ucap Cyntia .


"Kamu saya pecat Indah . Silahkan bereskan barang barang kamu ,dan tinggalkan restoran saya ." ucap Rangga . membangunkan lamunan Indah dari masa lalu . Indah membalik kan badan nya saat mendengar Rangga ingin memecatnya .


"Kenapa ," tanya Indah dengan berani .

__ADS_1


"Kenapa aku di pecat ." tanya Indah lagi , ketika Rangga hanya diam tidak mau melihatnya . Indah tidak lagi berbicara formal pada Rangga .


"Kamu sudah tau alasan nya kan ." ucap Rangga .


"Karena aku melakukan kesalahan di masa lalu , itu jawaban nya , iya kan .? Tapi ,Asal kamu tau , aku tidak pernah melakukan kesalahan dalam bekerja . Aku berusaha melakukan pekerjaan dengan baik . Kamulah yang selalu berusaha mencari kesalahan ku , sekecil apapun itu . Kamu akan langsung mempermasalahkan nya . Selama ini aku berusaha diam , menerima semua nya tanpa protes . Kesalahan ku di masa lalu aku sudah terima ganjaran nya ." Indah mengusap pipinya yang basah oleh air mata .


Rangga membalik kan badan ketika mendengar nada suara Indah bergetar .


"Aku hamil tanpa suami , omongan buruk dari semua orang dan para tetangga sudah aku terima , harus di keluarkan dari kampus ,aku juga harus melahirkan seorang diri , aku juga harus kehilangan mimpiku demi membesarkan Arga . Aku harus kehilangan teman teman aku , apa hukuman ini tidak cukup untuk ku , kalau iya ,hukuman seperti apa lagi yang harus aku terima .? Hal apa lagi yang harus aku terima supaya kamu merasa puas ." Indah kembali menghapus air matanya yang membasahi di pipi . Kini ia bisa mengeluarkan semua unek uneknya selama ini .


Indah mengeluarkan semua beban yang dia derita selama ini . Selama ini ia berusaha terlihat baik baik saja , sebenarnya ia hidup sangat tertekan . Bekerja adalah jalan satu satunya , untuknya menghindari mulut tajam para tetangga nya .


Rangga hanya diam ia tidak pernah berpikir kalau selama ini Indah menanggung tekanan hidup yang sangat berat .


" Indah saya..


"Aku akan keluar .seperti yang kamu inginkan , aku akan pergi tinggalkan restoran kamu " dan mungkin aku akan gila ." tambah Indah dalam hati . Indah melangkah untuk pergi , Rangga dengan gerak kan cepat ia menarik tangan Indah dan membawanya dalam pelukan nya .


"Maaf ." ucap Rangga di depan telinga Indah . Rangga menyesal tidak mencari Indah lebih keras lagi . Menyesal karena hanya menunggu Indah mendatanginya .


Rangga membawa Indah duduk di sofa masih dalam posisi berpelukan . Rangga tidak melepaskan Indah dari pelukan nya . Hingga Indah tertidur karena kelelahan menangis .Rangga segera membopong Indah keluar dari ruangan kerjanya .


Rangga menuruni anak tangga tidak perduli dengan tatapan para karyawan yang penuh dengan tatapan penasaran , juga banyak karyawan perempuan yang menatap sinis pada Indah .Rangga membaring kan Indah di kursi mobil dengan hati hati . Rangga membawa Indah pulang ke apartemen nya yang tidak jauh dari restoran nya .

__ADS_1


Keadaan jalan sangat lenggang karena bukan jam pulang kerja .Tiga puluh menit Rangga menempuh perjalan ke apartemen . Rangga membawa Indah ke dalam kamarnya , pelan pelan ia baringkan indah di atas ranjangnya . Rangga juga ikut berbaring di samping Indah dan menarik selimut untuk nya dan Indah .


"Tidurlah , istirahatlah sudah cukup kamu lelah selama ini . Sudah terlalu banyak kamu menanggung beban ." ucap Rangga dan mengecup lembut dahi Indah .


__ADS_2