
Angel segera masuk kedalam apartemen nya , ia juga mengunci pintu nya menandakan tidak ingin ada yang menganggunya . Ia ingin menikmati me time tanpa ada yang menganggunya . Hari minggu ini adalah hari miliknya . Sebab Angel tau betapa beratnya besok hari senin ,ia harus bangun pagi .
Harus kembali menjadi sekretaris yang perfec untuk Arga agar tidak terjadi pemecatan . Angel tau betul Arga masih mengharapkan kesalahan nya sehingga bisa memecatnya .
***
Sementara Arga yang menemani Indira bermain mendengar suara mobil Angel , segera memanggil suster monica untuk mengantikan nya menemani Indira bermain . Indira juga tidak protes karena hari ini papanya telah meluangkan banyak waktu untuk menemaninya bermain .
Arga segera berlari ke depan untuk menemui Angel , tapi Arga terkejut saat sudah tidak menemukan mobil Angel di halaman rumahnya .
"Sial ! , kamu berusaha mengindari aku ya ." umpat Arga sambil menatap pintu gerbang rumahnya yang telah tertutup . Mata Arga memicing saat melihat securitynya berlari ke arahnya .
"Selamat pagi Tuan , tadi mbak Angel titip pesan , katanya mau Ambil mobil saja .." ucap securitynya. Membuat arga membuang sedikit kekesalan nya .
"Kenapa tidak kamu suruh dia menemui Saya dulu ." ucap Arga .
"Sudah Tuan ,Sebenarnya tadi mbak Angel juga ingin menemui Tuan ke taman belakang . Tapi mbak Angel melihat Tuan sedang bermain dengan Non Indira , mbak Angel bilang tidak mau ganggu ." ucap Security .
Arga melambaikan tangan pertanda ia tak mau dengar penjelasan securitynya . Karena Angel juga sudah pulang . Arga segera masuk ke dalam rumah lagi . Arga sebenarnya hanya ingin menginterogasi Angel , siapa sebenarnya yang telah membawa nya pergi semalam .
Arga hanya penasaran karena pagi ini Angel datang mengambil mobil , ia pastikan dia pasti baik baik saja . Kalau tidak baik baik saja , tidak mungkin dia nekad datang ke rumahnya pagi ini untuk mengambil mobilnya saja .
__ADS_1
"kamu lihat saja besok , kamu harus menjawab semua pertanyaan ku ."ucap Arga sambil mengepalkan tangan nya . Arga tidak ingin melepaskan Angel lolos dari interogasi nya . Angel harus menjelaskan semuanya .
Arga juga ingin menjelaskan tentang ciuman nya semalam . Karena itu semua hanya sebuah kekhilafan yang tidak dirinya pahami kenapa ini semua bisa terjadi . Arga juga menyesali kejadian semalam .
Arga melupakan masalahnya dengan Angel , Ia mengingat kejadian di pesta semalam , kehadiran Johan ia merasa janggal dan aneh . Karena Johan semakin hari sering muncul , di sampingnya . Seakan kehadiran Johan adalah ancaman baginya .
Arga merasa penasaran dengan rencana atau rahasia yang akan di lakukan oleh Johan . Ia berharap tidak akan ada kejutan yang tidak mengenakkan setelah ini . Sebab dirinya sudah cukup terkejut setelah mendengar apa yang telah di lakukan oleh Johan dari viona .
Arga menghela nafas berat , di masa lalu ada hubungan apa sebenarnya keluarga Arga dan adi prata . Karena ia tidak begitu paham dan jarang mendengar Ayahnya menceritakan tentang keluarga adi prata . Demi apa kemunculan Johan kali ini , benar benar membuat dirinya tidak nyaman .
Arga masih fokus dengan Johan , tiba tiba pintu kamarnya di ketuk oleh Bik nina .
"Masuk bi ." ucap Arga dari dalam ruang kerjanya . Tak lama kemudian Bi nina masuk ke dalam ruangan nya .
"Ada apa bi ." tanya Arga kembali , karena tidak ada jawaban dari Bi Nina alasan kedatangan nya . Arga tidak sabar . Tapi bi nina tidak cepat menjawab atau bicara . Sejak membuka pintu sampai sekarang bi nina kelihatan ketakutan dan gugup .
"Tuan ..." Bi Nina sudah membulatkan tekatnya . Akan mengatakan semuanya demi kelancaran semua nya , kedepan nya nanti . Bi Nina masih belum bicara malah kedua tangan nya saling meremas kiri dan kanan .hal itu membuat Arga mengerutkan keningnya . Wajahnya menunjukan rasa penasaran yang besar .
"Bibi ." Arga tidak ingin menunggu lebih lama lagi . Ia ingin bibi mengatakan apa sebenarnya yang terjadi .
"Katakan jangan membuang buang waktu saya bi ." tegas Arga .
__ADS_1
Mendengar itu bi Nina semakin gugup dan remasan di tangan nya semakin kuat . Bahkan keringat juga sudah membasahi telapak tangan nya juga keningnya . Akibat terlalu gugup dan takut . Karena apa yang akan ia katakan pasti akan membuat Tuan nya itu marah besar .
" sebenarnya ....itu ." ucapan Bi Nina kembali berhenti .wanita yang sudah menginjak usia senja itu sangat lah gugup .
Arga menarik nafas berat dan menghembuskan nya berat pula . Kenapa pengasuhnya ini begitu takut padanya .ia harus mengalah dan membuang sikap dingin nya . Kalau tidak masalah ini tidak akan cepat teratasi .
"Ada masalah apa bi , kelihatan nya penting sekali , katakan lah saya akan dengarkan ." ucap Arga dengan suara yang hangat . Agar rasa takut bibi bisa hilang .Bi nina segera mengangguk . Sebenarnya sudah sering Bi nina ingin memberi tau Arga masalah ini . tapi selalu di halangi oleh Indira dan sus monica .
Dan hari ini menurut bi nina adalah hari yang tepat baginya untuk mengatakan semuanya pada tuan nya . Bi nina merasa demi ketentraman keluarga kecil itu , dan janji setianya pada kedua majikan nya dulu , ia harus ceritakan ini semua .
"saya habya ingin mengatakan kalau nona Indira selalu menganggap mbak Angel sebagai mamanya setiap kali mereka bertemu Tuan . Dan saya juga ingin memberi tahu Tuan kalau beberapa hari yang lalu suster monica membawa nona Indira , diam diam menemua mbak Angel ." jelas Bi nina .
"Maksudnya apa ." tanya Arga yang wajahnya mulai mengelap .karena terkejut , bibi Nina mengangguk dan mulai mengulangi ceritanya!
"Saya menyakini mbak Angel telah mempengaruhi nona Indira Tuan . Bibi ingat Tuan ingin mbak Angel menjelaskan kalau mbak Angel bukan calon mamanya non Indira kan Tuan . Makanya bibi ingin menjelaskan ini pada Tuan ." jelas bi Nina .
"kurang ajar sekali ." Arga marah dan menebrak meja dengan srkuat kuatnya .Arga paham dan cukup mengerti dengan penjelasan bibinya .
" pantas saja selama ini Indira tidak pernah menanyakan tentang Angel . Aku selama ini berpikir kalau Angel berhasil membujuk nya , tetnyata kebenaran nya tidak begitu .Angel benar benar sudah keterlaluan sekarang . Karena telah berani menipu aku ." gumam Arga dalamhati .
"Tuan , bibi mohon jangan menegur nona Indira keterlaluan . Semua ini bukan salahnya ." ucap bibi nina . Bagaimanapun juga bibi tau perasaan Indira cuma cara mereka yang salah , karena lain hari ini akan jadi bumerang yang jauh besar dari ini .
__ADS_1
"keluarlah bi , saya harus berpikir ." ucap Arga dengan suara tinggi
Bi nina keluar dari ruangan Arga mesti dengan rasa khawatir tapi dengan hati yang lebih lega juga . Akhirnya ia bisa mengatakan ini semua .