Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
68


__ADS_3

Angga sebagai seorang Ayah dia juga sudah menyiapkan nama yang cantik untuk putri pertamanya itu . Mereka mencari nama yang pantas butuh waktu dua bulan .


Nisa sedang berdiri di depan cermin full body setelah mandi . Ia hanya memakai pakaian dalam .ia geli dan gemes melihat pergerak kan putrinya yang sangat aktip di dalam kandungan nya . Kadang membuat dirinya meringis karena tidak nyaman .


"Sayang , aku pulang ." teriak Angga yang baru saja menaiki tangga . Angga membuka pintu kamar nya dan langsung menutupnya lagi .


" sedang Apa ." tanya Angga dari belakang Nisa .


"Lihat putrimu ,sejak tadi tidak mau diam ." ucap Nisa sambil berdesis . Ia meraih tangan suaminya dan menaruhnya di atas perut buncitnya . Angga tersenyum sambil memeluk istrinya .


Beberapa kali Angga merasakan tendangan dari putrinya .berkali kali juga ia di buat takjup . Antusiasnya tidak pernah surut merasakan gerakan putrinya .


" Putri cantik Dady sedang ngapain ." sapa Angga sambil mengelus perut istrinya . Angga mendapatkan tendangan keras dari putrinya .hingga ia mendengar ringgisan kesakitan dari bibir istrinya .


"Sayang , jangan keras keras kasihan momy kesakitan ." ucap Angga seperti mendengar apa yang di katakan oleh Dadynya , bayi mereka segera diam .


Angga membawa Nisa duduk di ranjang dan mengambilkan baju daster untuk istrinya .dan membantunya memakai .


"Aku tadi bertemu dengan istrinya andrean ." ucap Nisa . Sekretaris Angga telah pindah ke komplek apartemen mereka sekitar dua bulan yang lalu . Awal pertemuan Nisa dan Ratna istri andrean yang memang sangat cantik . Dulu gaya dan cara pakaian nya sangat glamor dan sekarang , yelah berbefa .. Saat ketemu tadi di taman dia sangat berbeda , dia sangat sederhana atau andrean telah berhasil merubah cara pandang hidupnya pikir Nisa .


"Lalu ."tanya Angga . Sambil memijat pelan punggung istrinya .


"Tidak ada , aku hanya berpikir kok penampilan dia sekarang berbeda lebih sederhana . Apa keluarga bangkrut ." ucap Nisa yang hanya di ketawain geli oleh Angga .


"Tidak mungkin lah yang , harga jual saham nya saja sedang naik ."jawab Angga .

__ADS_1


"Terus kenapa sekarang penampilan Ratna , berubah begitu sederhana . Seperti orang biasa ." tanya Nisa . Angga mengangkat bahu nya .


"sudah jangan terlalu pikirkan orang lain . Sekarang kita fokus saja sama anak kita ." ucap Angga sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Nisa masih saja penasaran , diam diam ia memikirkan apa yang terjadi dengan Ratna istri asisten suaminya itu . Masalahnya Ratna wanita yang sombong di area komplek perumahan nya , sesuai dengan yang di gosip kan oleh ibu ibu komplek tiap hari . Bahkan sekarang tidak ada berita kalau dia mengendarai mobil mewah lagi .


Lumunan Nisa buyar dengan suara ketukan pintu kamar nya . Pelan pelan Nisa bangun dari duduknya dan membuka pintu kamarnya .


"mama , bunda ." sapa Nisa kepada dua orang ibu yang sangat ia hormati telah berdiri di depan pintu kamarnya dengan senyum di bibirnya tiada luntur .


"Ini tadi mama pergi ke toko perhiasan dan mama lihat ada perhiasan yang cantik untuk seorang bayi . Jadi mama beli untuk calon cucu mama ." ucap Putri . Sambil mengeluarkan kotak bludru berwarna pink dari dalam tasnya . Nisa beralih memandang bunda nya .


"Bunda bawa apa , untuk cucu bunda yang cantik ." tanya Nisa yang kelihatan seakan matre . Salahkan kedua ibu ibunya itu , sudah di larang beli beli sesuatu untuk calon anak nya tidak mau dengar , setiap datang selalu bawa oleh oleh untuk calon putrinya. Putrinya saja belum lahir kamarnya sudah penuh dengan berbagai mainan . Semua dari oma nya .


Nisa hanya mengangkat tangan nya menunjuk kamar sebelah kamarnya dan menyuruh kedua ibunya untuk menyimpan sendiri . Angga dan Nisa dah lelah melarang kedua calon oma itu . Putrinya belum lahir tapi mereka telah membanjiri banyak hadiah bukan Nisa kufur nikmat ia dan suaminya hanya merasa sayang . Mungkin anaknya akan bisa memain kan dalam waktu singkat . Mungkin juga belum sempat di sentuh . Oma oma nya dah membelikan mainan yang baru .


"Sayang siapa yang barusan datang ." tanya Angga yang baru keluar dari kamar mandi .


"siapa lagi kalau bukan calon oma oma rempong ." jawab Nisa berjalan ke ranjang lagi .


" terus sekarang mereka ke mana ." tanya Angga sambil mengambil bajunya di lemari .


"pergi ..auh ahh , angga ..perut aku .." Angga terkejut dan segera memakai bajunya asal .melihat istrinya memeluk perutnya kesakitan .


"Sayang apa kamu mau melahirkan . Sebwntar kita ke rumah sakit sekarang ya ." ucap Angga sambil teriak panggil bik sarijem agar membantunya membawakan peralatan untuk anaknya yang akan lahir .Angga segera menggendong istrinya masuk ke dalam mobil .

__ADS_1


Bi Sarijem mengantar Nisa dan Angga sampai di mobil .


"Nyonya perbanyak istifar minta pada Alloh jangan mengeluh . Ini sudah tugas seorang wanita . Menuju janah NYA ."pesan Bi sarijem .


"Terimakasih Bi ." ucap Nisa .'Angga segera melarikan mobilnya menuju ke rumah sakit . Beruntung sekali Angga sebagai suami dan calon Ayah siaga . Semalam ia sudah menyiapkan semua peralatan untuk istri nya lahiran .


Di dalam mobil Nisa tak bersuara tidak mengeluh ia salurkan kecemasan dan rasa sakit lewat cengkeraman tangan nya pada sabuk pengaman nya . Ketika kontraksi datang , Angga semakin kalut melihat wajah istrinya yang semakin pucat bulir peluh memenuhi keningnya .


"Tahan sebwntar ya sayang sebentar lagi kita sampai ." ucap Angga sambil mengelus perut istrinya .


Nisa hanya mengangguk , ia menutup matanya meresapi tasa sakit yang datang pergi . Angga mengangkat tangan nya dan ia letak kan di kening istrinya .


"tidak panas .." gumam Angga .


"Memang tidak panas , tapi sakitnya tu di sini ." ucap Nisa menarik tangan suaminya dan dia letakkan di pinggangnya .sejak berangkat Angga terus mengecek suhu badan nya . Meletak kan tangan nya di dahi istrinya .


Nisa sangat kesal yang ia rasa sakit adalah pinggangnya dan perutnya . Tapi suaminya hanya perduli pada keningnya .


"maaf sayang . Aku hanya tidak tau , kamu merasakan sakit di mana , yang ku tau hanya keningmu di penuhi keringat dingin . Dan melihatmu jesakitan seperti ini . Andai bisa biar aku saja yang merasakan sakit itu ." ucap Angga frustasi .


Rasa sakit Nisa seketika terurai sudah mendengar kata kata suaminya yang begitu tulus . Sikap tenang yang dia tunjuk kan sejak tadi hilang seketika .


Nisa mengelus tangan suaminya . Ia terharu dengan sikap yang di tunjuk oleh suaminya itu .


"Aku akan baik baik saja , demi kamu dan putri kita ." ucap Nisa sambil menunjuk kan senyum indahnya . Ia berharap dengan senyuman nya ia bisa mengurai rasa cemas pada suaminya .

__ADS_1


__ADS_2