
Waktu telah menunjuk kan pukul enam tiga puluh malam .Angel sudah selesai berdandan ia pakai baju biru doger .rambutnya yang lurus ia biarkan tergerai tapi ia buat menjadi bergelombang . Bulu mata tebal dan lentik lipstik berwarna merah cery bentuk tubuh tinggi semampai .
"perfec ." ucap Angel memindai dandanan dan pakaian nya di cermin full body . Malam ini ia tampil ol out demi menyerasikan diri berjalan di samping Arga . Ia ingin jadi kebanggaan ARGA , bukan mempermalukan Arga .
Angel meraih sepatu hak tingginya senada dengan gaun yang ia pakai . Sepatu yang tak terlalu tinggi karena ia tak mau merepotkan diri sendiri di pesta nanti .
"ok sudah waktunya jemput pak bos . Kalau begini acara jemput menjeput tak pantas kali pakai baju seperti ini ,pantasnya itu pakai jas ." gumam Angel dan masuk ke dalam mobilnya .
Angel penasaran dengan reaksi Arga nanti , terpesona atau mencebik kan bibirnya seperti biasa. Arga memang susah di tebak . Kadang menampak reaksi seperti orang cemburu . Kadang kala menampakan reaksi seperti orang yang tidak punya perasaan apa apa .
Menurut Angel kadang Arga seperti binatang Bunglon berubah ubah sesuai tempat yang dia pijak . Angel segera keluar dari unit apartemen nya menuju basement .ia berjalan ke arah mobilnya dan segera masuk .ia menjaga duduknya agar bajunya tetap rapi , setelah mengunakan setbellnya , ia tetap mengutamakan keselamatan .
Angel melajukan mobilnya keluar dari apartemen sendiri dan menuju ke apartemen Arga , Angel tak berhenti tersenyum karena malam ini akan pergi ke pesta ulang tahun perusahaan klien bersama Bosnya , yang biasa enggan bersinggungan dengan nya , bila di luar jam kerja .
Sampai detik ini Angel tidak pernah menyangka , Dan apa maksud dan tujuan Arga mengajaknya pergi , masih teringat di benak Arga bagaimana dia menolak dirinya bila menawarkan diri ikut menemaninya pergi . Jawaban Arga seakan menunjukan kalau Arga begitu jijik padanya .
Dengan santainya Angel mengendarai mobil karena acara inti akan di mulai pukul sebelasan lebih . Sekarang belum ada jam delapan , walau pergi sedikit malam juga tidak akan terlambat .
"ah iyalupa belum ngabari Arg! Kalau aku dah otw ." gumam Angel dan mengambil ponselnya segera . Dan mengirimkan voice note karena tangan nya tidak bisa ngetik .
" Hallo pak bos , selamat malam , saya sudah di jalan menuju rumah bapak , silahkan bapak bersiap siap ." Angel segera melepas mikrofon perekam . Voice note segera terkirim .
__ADS_1
Mungkin Arga juga sedang menunggu kabar darinya . Angel tersenyum karena voice notenya segera di dengarkan oleh Arga . Karena centang biru sudah menyala di sana .
Melihat jalanan sedikit lenggang , Angel menancap gas sedikit kencang , empat puluh menit kemudian Angel sudah sampai di depan pintu gerbang apartemen Arga . Angel segera masuk ke dalam karena tidak melihat Arga menunggu di luar . Angel segera mengetuk pintu rumah , dan bi nina yang membukakan pintunya .
"Selamat malam bi , pak Arganya mana ." walau dia seorang pembantu Angel masih tetap menghormati .
"Di atas mbak , masih siap siap di kamarnya ." ucap bi nina . Angel memicingkan matanya mendengar jawaban bi nina . Setelah bi nina pergi tanpa mempersilahkan Angel duduk . Angel berpikir seumpama dia naik ke atas lihat lihat kamar Arga mungkin akan menyenangkan .
Namun Angel menahan diri , kalau Arga tau pasti akan marah besar dan tiba tiba membatalkan niatnya pergi bersama malam ini bisa celaka. Angel menunggu Arga duduk di kursi ruang tamu dengan kepala menunduk sedang memainkan ponsel .
Tanpa Angel sadari sejak tadi ada seseorang yang sedang memperhatikan nya . Orang itu bukan Arga , karena Arga masih ada di kamarnya sibuk memilih baju yang akan ia pakai , orang itu tiada lain adalah Indira . Sejak melihat keberadaan Angel di rumahnya , ia sudah senyum senyum sendiri . Tidak bisa menahan diri untuk segera mendekati wanita yang telah ia anggap Mamanya .
Indira berpikir Angel hanya seorang diri tidak ada papanya , mungkin tidak akan kenapa napa . Indira melangkahkan kakinya menghampiri Angel . Dengan mengendap endap karena ingin mengejutkan Angel ,
"Mama tidak apa apa." tanya Indira lirih melihat Angel mengelus dada .
"ssstt ." Angel meletakan jarinya di depan bibir tanpa menyentuhnya . Angel menatap ke atas di mana kamar Arga berada .
"Jangan panggil mama nanti ketahuan papa sayang ." bisik Angel kepada Indira . Indira ikut menatap ke atas di mana kamar papanya berada , ia melihat pintu kamar papanya masih tertutup..Indira kembali memperhatikan Angel .
" Baik lah ma , lalu Indira harus panggil apa ma ." ucap Indira ikut berbisik .
__ADS_1
"Pura pura saja , tidak melihat mama sesuai dengan perjanjian kita sayang ." ucap Angel . Indira menjadi murung .
"Indira kangen sama mama , jadi Indira ngak bisa diam saat lihat mama ." ungkap Indira dengan sedih . Wajahnya sendu menatap kedua kakinya sendiri ia tak berani menatap wajah Angel .
Angel tak tega melihat keadaan Indira . Ia melihat ke sekitar , di lihat aman Angel segera menarik badan gadis kecil itu ke dalam pelukan hangatnya .
"Sini mama peluk sebentar mumpung papa masih di dalam kamar ." bisik Angel .
Senyum Indira kembali hadir . Ia sambut pelukan hangat dari Angel . Ia lingkarkan tangan kecilnya ke punggung Angel . Seumur hidup itulah pelukan yang paling nyaman yang pernah ia dapatkan . Papanya pun tidak pernah memberinya pelukan senyaman itu.
Angel segera melepaskan pelukan nya . Ia tau gadis kecil itu kecewa rasa kangennya belum terobati .wajahnya kembali sendu , Angel meraih kedua pipi gembul gadis kecilnya masuk ke dalam kedua tangan nya .
"Jangan sedih ya .Mama tau Rara kangen mama , mama juga kangen sama Rara , tapi sekarang bukan waktu yang tepat jadi kita bisa ketemuan lagi di lain waktu ya ." ucap Angel menenangkan dan menghibur putrinya .
Mata Indira yang sendu berubah jadi berbinar . Ia mengangguk dengan antusias menatap Angel dengan mata membesar .
"mama kok cantik , ? Apa mama mau pergi dengan papa , apa mama dan papa sudah tidak marahan lagi ." tanya Indira mengalihkan pertanyaan .
Angel menghembuskan nafas dengan berat . Bibirnya maju karena cemberut . Tapi matanya tidak terlihat sendu , karena tak ingin membuat Indira ikut sedih .
"papa masih marah , tapi sudah sedikit membaik .mama masih harus usaha biar papa benar benar bisa menerima mama di rumah ini .jadi kita tetap harus hati hati ya , sebelum mama dan papa menikah ya." jelas angel .
__ADS_1
Indira mengangguk mantap . Baru saja ia akan bicara matanya telah menangkap bayangan papanya yang sedang membuka pintu . Indira buru buru lari mencari tempat persembunyian .Agar tidak di ketahui oleh papanya kalau sedang ngobrol dengan Angel.