
Angel pergi ke rumah Arga dengan mengunakan kendaraan taxsi . Tapi ia merasa sangat gugup saat akan menemui Arga .
"Aneh sekali sih , kenapa coba aku kok jadi gugup begini . aku kan ngak sengaja ningalkan dia di pesta . Aku saja ngak tau gimana ceritanya aku bisa sampai di rumah Ayah ." gerutunya atas apa yang di rasakan saat ini .
Angel benar benar tidak mengerti kenapa merasakan kegugupan . Ia seolah olah telah melakukan kesalahan besar di hadapan Arga semalam . gara gara semalam mabuk dan berujung meninggalkan Bos nya sendirian di pesta .
"Mamang salah juga sih , kenapa aku semalam ninggalin pak Bos ." ucap Angel membuat sopir taxsi melirik Angel lewat kaca spion karena Angel bicara seorang diri . Mungkin sopir taxsi berprasangka kalau Angel sudah tidak waras . Kalau lah benar Angel juga tidak perduli yang Angel perdulikan hanyalah Arga .
"Mbak sudah sampai , benarkan ini alamat tujuan mbak ."tanya sopir taxsi . Angel melebarkan matanya ke luar jendela taxsi .
"Iya , sudah sampai ya ." ucap Angel sambil tersenyum . Tanggapan Sopir taxsi sama melihat Angel senyam senyum .
"Cepat turun ." suara sopir sedikit tinggi .Angel melototkan matanya mendengar nada bicara sopir .Angel segera membayar ongkos taxsi dan segera turun .
"Dasar ngak sopan ." gerutu Angel saat melihat taxsi berjalan pergi .
"nyebelin banget , dasar sial dapat sopir taxsi yang gila ." omel Angel lagi sambil menghentak kan kakinya . Setelah membuat dirinya rileks Angel berjalan mendekati pintu pagar rumah Arga .
Setelah sedikit tenang Angel segera menekan bel pintu pagar Arga . Tak lama kemudian datang security mendekati Angel .
"selamat pagi , mbak nya yang semalam datang menjemput Tuan Arga kan ." Tanya security itu .
"Iya benar pak ." ucap Angel bersamaan terbukanya pintu pagar rumah Arga .
__ADS_1
"Mari silahkan masuk mbak ." ucap Security .Angel tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya .
"Pak Arganya Ada pak ." tanya Angel .
"Tuan ada di taman belakang sama nona Indira mbak ." ucap security .
"Baiklah saya akan temui bapak Ke taman belakang sebentar ." ucap Angel .security itu juga mengangguk sambil mempersilahkan Angel . Hati dan mata Angel berbinar mendengar Arga sedang menemani Indira bermain . Hati Angel terharu dan berbunga bunga melihat kedekatan Arga dan putrinya .
Indira tertawa bahagia saat Arga membawanya terbang sambil berputar putar . Angel tak ingin merusak momen bahagia itu . Angel bersyukur Arga menghabiskan hari minggunya bersama dengan Indira .
Pada Akhirnya Angel mengurungkan niatnya untuk menemui Arga . Ia akan bicara dengan Arga besok di kantor .sekarang Angel hanya ingin mengambil Mobilnya saja .ia segera membalik kan badan nya .
Angel mendekati security Arga dan menyampaikan niatnya .
"maaf pak saya lihat pak Arga sedang bahagia dengan putrinya , saya tidak mau menganggu . Jadi tolong nanti sampaikan pada pak Arga ya , saya datang mengambil mobil ." ucap Angel .
Angel telah meninggalkan rumah Arga , dan kegugupan nya tadi entah hilang kemana . Hatinya menjadi tenang setelah melihat Arga menemani Indira bermain . Angel melihat Arga seperti Ayahnya yang menyayangi dirinya . Tidak ada sikap arogan yang di tunjukan selama ini di kantornya .
"Syukurlah." ucap Angel . Ketika mengingat kembali kedekatan Arga dan Indira . Pantas Indira begitu ceria bila berada di samping Arga .walau Indira bersikap berani kepada Arga tapi masih dalam batas sopan dan santun .
"Arga benar benar mirip dengan Ayah ku , tidak seperti Ayah tunggal lain nya kadang tidak perduli dengan anaknya . Asal diri sendiri bahagia yang lain nya tidak penting ." Angel mengomentari lagi sikap Arga . Sikapnya tidak jauh dengan Ayahnya yang super protektif pada putrinya .
Angel memaklumi sikap Arga yang tidak ingin mencarikan ibu tiri secara random . Seperti Ayahnya juga , bagaimana pun ia meminta Ayahnya tidak pernah mengabulkan itu semua .
__ADS_1
Ia tau Ayahnya engan mencari ibu untuknya karena mencintai ibunya . Tapi sekarang Ayahnya menerima gadis yang ia kenalkan untuk menjadi teman hidupnya , ia curiga ayahnya ada sesuatu yang ia sembunyikan . Dan ia juga percaya itu akan terjadi pada Arga . Suatu hari ia akan menerimanya . Ia akan pastikan dirinya mampu menjadi ibu penganti untuk Indira dan juga mampu mencintai Arga melebihi cinta nya almarhum Istrinya .
Angel sudah bertekad maka akan ia lakukan , tanpa harus memaksa Arga untuk menikahinya .ia akan menyakin kan dan merebut hati Arga hingga Arga dengan sadar dan keikhlasan hatinya untuk menikahinya .
Angel menekan pedal gas nya lebih kencang sedikit . Walau tidak ada pekerjaan Angel tetap ingin segera sampai di rumah . Ia merasa masih mengantuk sekali ia ingin pulang dan istirahat dan tidur seharian ini .
Mobil Angel telah sampai di basment apartemen nya . Ia segera memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam lift .tak lama kemudian pintu lift terbuka saat sampai di unit apartemen nya . Tapi tatapan mata Angel di kejutkan oleh keberadaan Johan . Yang ada di depan pintu apartemennya sambil menekan nekan bel pintu rumahnya .
"Jo , kamu sedang apa ."sapa Angel sambil keluar dari lift menghampiri Johan .
Johan menoleh seketika dan terkejut saat melihat Angel yang ternyata tidak ada di dalam apartemen .
"Angelia .? Kamu darimana aja ? ."Tanya Johan tanpa menjawab pertanyaan Angel lebih dulu .
Angel menggelengkan kepalanya ,tidak perlu atau penting memberi tau orang lain kemana dan melakukan apa dirinya .
"jawab pertanyaan aku , kamu ngapain pencet pencet bel pintu Apartemen aku . Sepagi ini ."tanya Angel yang masih menuntut jawaban dari Johan . Jujur saja Angel merasa tidak nyaman , sekarang ia merasa aneh mendapati Johan di mana mana .
Seperti semalam , kenapa tiba tiba johan ada di pesta itu , sebenarnya dia bekerja di mana . Dari penampilan nya semalam , johan seperti seorang pekerja keras .
"Oh maaf , aku hanya ingin menyapamu saja ." ucap Johan . Karena Johan mulai merasakan ketidak nyamanan di diri Angel . Ia tidak ingin perempuan yang ingin ia incar selama ini mencurigainya seperti ini .
"kalau begitu , aku kembali lagi ke apartemen aku sendiri ya , bay Angel ." ucap Johan yang langsung pergi tanpa memberi penjelasan yang jelas kepada Angel dan pergi begitu saja .
__ADS_1
"Dasar aneh ." gumam Angel dalam hati . Sembari mengiringi kepergian Johan . Angel merasa semakin hari Johan semakin susah di tebak . Walau mereka berdua semakin dekat , Angel merasakan sesuatu yang tidak biasa bila ia dekat dengan Johan .
"Aku yakin dia punya banyak rahasia . Awas saja kalau sampai rahasia dia merugikan aku ." gerutu Angel pada Angin yang lewat karena Johan telah hilang di balik pintu apartemen Johan sendiri .