
"Bukan nya kamu lagi sedang mengejar indri ."ucap Angga , menyebutkan salah satu nama pengawai di restoran nya .
"Dia susah di takluk kan . Dia satu satunya pegawai wanita di restoran ini , yang tidak terpesona oleh ketampanan aku ." ucap Rangga .
Angga tertawa terbahak bahak mendengar pengakuan Rangga..
"itu Artinya dia punya kekasih yang lebih tampan dari kamu ." ucap Angga .
"Aku pasti bisa dapatkan dia di R*****g aku . Dia hanya jual mahal saja ." kata Rangga dengan yakin . Ingatan nya kembali pada penolak kan indri tadi pagi . Rangga akan lakukan cara apapun untuk mendapatkan wanita incaran nya itu . Masuk dalam perangkapnya .
Angga hanya geleng kepala , ia tahu dan cukup lama mengenal Rangga , Dan pria itu terkenal buruk dengan gonta ganti pasangan .
"kamu belum berhenti juga , tidak takut kena azab atau karma ,sumpah serapah dari ibu ibu yang anak gadisnya telah kamu rusak ." ucap Angga ,
"kamu menyumpahi aku ." ucap Rangga .
"menginggatkan ."jawab Angga . Rangga mengangkat bahunya acuh .
" mereka yang datang menyerahkan diri ." ucap Rangga . Angga menutup laptopnya dan pindah ke sofa . Dia mengambil ponselnya dan mengecek pesan yang masuk .
Rangga juga mengikuti Angga untuk duduk di sofa .pria itu berjalan sambil membawa kaleng sodanya . Saat dia hendak duduk kakinya kesandung karpet dan jatuh di pangkuan Angga .
Belum sempat Angga bangun tiba tiba pintu ruangan Angga terbuka , di sana Nisa berdiri menatap kedua pria dalam keadaan yang sangat mengelikan di mata Nisa .
Angga buru buru mendorong tubuh Rangga dengan kasar .
"bre****k kamu ." umpat Rangga .
"Maaf aku tidak melihatnya ." kata Nisa dan segera menutup pintu ruangan Angga kembali . Dia melangkah pergi dengan cepat . sambil mengipasi wajahnya yang merah . Kini Nisa semakin percaya kalau mereka berdua sepasang kekasih .
Angga berusaha mengejar Nisa untuk menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi . Tapi Nisa berjalan terlalu cepat , ia melihat mobil Nisa telah pergi meninggalkan parkiran restoran nya .
__ADS_1
Angga mendelik menatap Rangga yang ada di belakang nya .
"Maaf bro , aku tidak sengaja ." ucap Rangga sambil mengangkat tangan nya tanda damai . Angga mendengus , Angga tau kalau Rangga tidak sengaja . Tapi yang ia pikirkan sekarang adalah tanggapan Nisa .
Hari ini hari pernikahan Lisa dan Bilyam . Mau tidak mau Angga dan Nisa harus bertemu karena mereka berdua juga di pilih sebagai bridesmen dan bridesmaid . Saat ini mereka duduk berdampingan di depan mereka duduk Lisa dan Bilyam . Sedang mengucapkan ijab qobul .
"sebentar lagi kita yang akan duduk di sana mengucap ijab qobul ." bisik Angga .
"kita , bukan nya kamu dan Rangga ." jawab Nisa mengoda Angga , Wajah Angga seketika berubah masam mendengar ucapan calon istrinya itu .
"Aku masih pria normal Nisa , bukan pria yang suka sama b***** lurus ." geram Angga pelan .
"Aku percaya ." ucap Nisa tapi dengan raut wajah yang tidak percaya .masih meragukan perkataan Angga .
"Apa aku perlu membuktikan nya ." tanya Angga .
" Aku sudah melihat buktinya dengan jelas , dan kalian berdua sangat cocok ." ucap Nisa sungguh sungguh .
Mereka berdua lagi fokus kepada pernikahan Lisa dan Bilyam . Setelah acara pernikahan Lisa dan Bilyam selessi , Nisa segera pulang dan masuk ke dalam kamarnya . Ia banting tasnya ke atas ranjang . kakinya terasa mati rasa dan badan nya terasa pegal .
Seharian Nisa di bawa oleh putri ke sana kemari untuk di perkenalkan kepada anggota keluarga dan teman teman nya .
Nisa membaringkan badan nya di atas ranjang dengan pelan . Ia meraih kakinya dan ia berikan pijitan Ringan ia percaya besok pagi bangun pasti akan lebih sakit lagi .
Nisa membayangan bagaimana capeknya nanti di saat pernikahan nya dengan Angga . Lalu bagaimana dengan rumah tangganya nanti dengan Angga , sementara Angga punya orentasi seksual yang menyimpang . Terlalu lelah dan banyak merenung akhirnya Nisa ketiduran tanpa ganti baju dan menghapus maek up nya .
Angga membuka pintu rumahnya dan mendapati adiknya Diana berdiri di depan pintunya dengan seragam lengkapnya .
"Kamu mbolos ,? Tanya Angga langsung . Karena mengingat masih termasuk pagi . jam di dinding baru menunjuk kan pukul 10 pagi .
Diana menggeleng pelan , lalu mengangguk dan kemudian menggeleng lagi .
__ADS_1
"mana yang benar iya atau tidak ." tanya tegas Angga .
"Nana di hukum dan di pulangkan lebih awal ." ucap Diana . Sambil menunduk tidak berani menatap mata Angga . kemudian Diana mengeluarkan kertas dari dalam tasnya . Dan memberikan nya pada sang kakak .
"Abang , tolong besok datang sebagai wali aku ke sekolah ." Katanya sambil menyodorkan kertas itu kepada Angga . Angga menerimanya dan membacanya dengan teliti . Seolah olah itu berkas kerja sama dengan nilai milyaran .
"kamu berkelahi dengan adik kelasmu ." tanya Angga tidak percaya .
"Lesti yang memulai duluan Abang ." ucap Diana membela diri .
"Abang tidak mau , kamu berikan saja surat ini kepada mama saja ." ucap Angga sambil mengembalikan surat itu kepada adiknya .
"Abang pkease ku mohon ." pinta Diana .
"Kamu tau tidak siapa lestiana nasution ?, Abang lagi mengajukan keeja sama dwngan papanya . Kalau Abang bertemu dwngan papanya di sekolahan kamu besok , Sudah pasti ajuan kerja sama Abang pasti akan di tolak . Langsung oleh perusahaan mereka ."ucap Angga .
"Abang dan papa lebih mementingkan kerjaan dari pada aku ." ucap Diana .
"kalau Abang tidak dapatkan kerja sama ini , kamu tidak akan bisa dapat uang jajan lagi dua tahun kedepan ." balas Angga dramatis . Angga tentu saja berbohong . Perusahaan nya masih baik baik saja walau kerja samanya dengan N S group di tolak .
Tapi kalau perusahan Nasution group mau menerima proposal kerja sama dengan nya maka keuntungan nya akan bertambah kali lipat .
"mama akan memotong uang jajan nana , kalau nana berikan surat ini ." sungut Diana .
"kalau begitu kamu minta pak sarimin aja yang dampingi kamu ." ucap Angga mengusulkan sopir keluarga orang tuanya . Fiana tambah merwngut bibirnya .
"Pak sarimin mulutnya ember , dia pasti akan mengadu sama sama papa ," Angga tertawa terbahak mendengar ucapan adiknya .
"Lagian siapa yang menyuruh kamu membuat keributan begitu .? ." Diana hanya merengut , sebenarnya bukan kesalahan Diana . Cuma teman gang Diana yang bertengkar dengan lesti . Pacar teman Diana yang mencintai lesti dan teman nya malah melabrak lesti .
"Abang ,nana mohon bantu nana ." ucap Diana dengan mata berkaca kaca .
__ADS_1
"Lihat besok kalau Abang tidak sibuk ." jawab angga akhirnya . Nana tersenyum lebar mendengar jawaban Angga . Memang Angga sangat menyayangi adik perempuan satu satunya itu .