Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
O4


__ADS_3

Setelah mendengar perbincangan antara anak dan bapak . Dewangga ingin melangkah mendekati Lisa . Tapi belum sempat ia melangkah . Sudah di halangi lebih dulu oleh Bily .


"Jangan mendekat, tetap duduk di tempatmu ." ucap Bily membuat Dewangga mengerutkan keningnya .


"Ck , aku kan selama ini belum pernah melihatnya dari jarak yang dekat ." ucap Dewangga tetap melangkah tak menghiraukan sepupunya , selama ini ia sekolah di luar negri . Ia hanya mendengar cerita tentang Lisa dari tante nya dan mamanya saja .walaupun ia sudah putuskan untuk mundur mendekati wanita itu . Ia tetap penasaran ingin melihat wajah wanita itu .


"Wah memang benar dia cantik ." ucap Dewangga yang sebenarnya ingin mengoda sepupunya saja tak ia sangka ia mendapat tendangan yang sangat kuat di kakinya . Ia mendengus sambil mengelus bekas tendangan sepupunya .


"jangan macam macam kamu , kalau tidak aku akan kembalikan kamu ke amerika lagi ." ucap Bilydatar , membuat Dewangga terkekeh melihat reaksi Bily . Ternyata sepupunya itu punya sifat sangat pencemburu .


"Hai kakak ipar , senang bertemu denganmu , kenalkan saya Angga ." ucap Dewangga dengan ramah saat melihat Lisa sudah bangun .ia mendengar Bily mendengus kesal , tapi Dewangga mengabaikan nya . Ia tidak bohong mengatakan kalau Lisa memang cantik . Kenyataan nya memang dia cantik . Pantas saja sepupunya yang mempunyai selera tinggi itupun bisa jatuh cinta kepadanya .


"Dia sepupuku , dan sekedar info , dia sudah punya kekasih ." ucap Bily . Lisa yang baru saja ingin buka mulut langsung terdiam , Dewangga menoleh tidak percaya , padahal dirinya selama dua tahun tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun .


" lisa bagaimana keadaan kamu ." ucap tante badriah menengahi suasana yang panas , tapi hanya Bily yang panas yang lain nya biasa saja .


"Ma sebaiknya kalian pulang saja , tidak baik bagi Miranda terlalu lama di rumah sakit ." Dewangga setuju dengan ucapan Bily , apa lagi keponakan kecilnya yang cantik itu sudah kelihatan mengantuk .


"Bilang saja kamu takut kalah saingan dengan Angga ," kata om wahab menggoda putranya itu .


"pa , apa perlu aku bongkar rahasia papa sama mama ." ucap Bily membuat Wahab langsung diam , dan bangkit berdiri . Dewangga kagum dengan kekompakkan keluarga om nya itu .


"Ma , ayo kita pulang saja ." ajak om wahab pada istrinya , membuat tante badriah menatap anak dan suaminya bergantian .


"Apa yang kalian sembunyikan ." Bily tersenyum menatap papanya penuh dengan kemenangan .


"Tidak ada sayang ku , aku tidak pernah sembunyikan apa apa darimu ." kata om wahab manis . Tante Badriah tidak begitu percaya dengan suaminya .

__ADS_1


" Ayo kita pulang , benar kata Bily Miranda tidak boleh lama lama di lingkungan rumah sakit . Akan banyak virus , tidak baik untuk Miranda ." ucap Om wahab sambil mengambil tas milik istrinya dan mendorong pelan Tante badriah untuk keluar dari kamar rawat Lisa .


"Lisa , tante dan om pamit dulu ya . Miranda ayo kita pulang , pamit dulu sama tante lisa dan papa ." ucap tante badriah .


"Miranda masih ingin di sini oma ." tolak Miranda .


"Besok pulang sekolah masih bisa ke sini lagi kok ." jawab omanya lagi . Miranda menatap Lisa yang ingin minta bantuannya agar ia tetap bisa di sana . Tapi Lisa mengelengkan kepala.Miranda hanya bisa menunduk lesu .


"Besok pulang sekolah ke sini lagi . Tante akan menunggu mu , belajar yang rajin ya dengarkan kata oma dan opa ." bujuk Lisa yang akhirnya Miranda terswnyum dan mengangguk .


"Kakak ipar ..


"sudah pergi saja sana , tidak usah pamit ."Bily tiba tiba memotong ucapan Dewangga . Ia merasa kalau sepupunya itu cukup sensi .Bily langsung mendorongnya dengan sedikit kasar .Dewangga tidak tau apa masalah sebenarnya , mengapa Bily terlihat begitu kesal padanya , bahkan saat baru saja diri nya masuk , sedangkan dulu nereka begitu akrab .


"Kenapa kamu belum juga pergi . Apa yang kamu tunggu , cepat pergi ." Dewangga melihat Lisa sekali lagi . Ia tersenyum dan mengedipkan matanya sebelum benar benar pergi . Keluar dari ruang rawat Lisa . Ia tau kalau Bily sudah melepas sepatunya , mungkin akan dia lempar padanya .


Pagi ini rencananya Dewangga akan melamar pekerjaan di perusahaan Bily . Tapi belum sempat ia pergi Bily telah menghubunginya dan menolak rencananya yang ingin melamar pekerjaan ke perusahaan nya .


"perusahaan saya sudah ada pengawai yang lebih kompeten . Jadi tidak perlu kamu susah payak melamar kerjaan ke perusahaan aku ." ucap Bily lewat telepon .


Dewangga mencibir pada sepupunya yang kelewat posesip itu kepada kekasihnya itu .padahal ia tidak merasa melakukan apa pun .entah kenapa dia merasa di perlakukan seperti musuh .


Jadi pagi itu Dewangga memutuskan untuk pergi meninjau ke perusahaan keluarganya . Ia ingin melihat jabatan apa yang cocok untuk ia ambil sebelum ia benar benar menjadi pemimpin yang sesungguhnya . Dewangga pergi memasuki gedung perkantoran elit itu .


" maaf Pak , ada yang bisa saya bantu ." seorang resepsionis bertanya dengan ramah .matanya terlihat berbinar menatap ke arah Dewangga .


"oh saya ingin bertemu dengan pa ," Dewangga tak melanjutkan kata katanya , hampir saja ia membuka identitasnya sendiri .

__ADS_1


"Maaf saya ingin bertemu dengan Pak Dimas ." lanjut Dewagga .


"Oh sudah ada janji pak ." tanya resepsionis lagi .


"Belum ." jawab Dewangga singkat .memang benar ia belum mengatakan kepada papanya kalau akan datang ke perusahaan . Tadi pagi saat sarapan ia mengatakan akan pergi ke perusahaan Bily . Tapi apa daya ia belum pergi udah dapat telepon penolakkan .


"Kalau begitu silahkan tunggu di kursi tunggu , saya akan menghubungi sekretaris beliau dulu ." ucap Resepsionis itu dengan name tag linda .


Linda menghubungi sekretaris Dimas tapi tatapan matanya tidak beralih dari Dewangga .


"Maaf dengan bapak siapa ." tanya linda .


"Dewangga ." jawab Dewangga dengan singkat . ia sudah risih dengan tatapan beberapa pegawai wanita papanya yang melewatinya .


Linda meletak kan gagang telepon nya . Dengan tatapan tidak rela . Lelaki tampan di depan nya itu menghilang dari pandangan nya .


"Hai mbak ." ucap Dewangga sambil melambaikan tangan nya dekat di depan wajah linda . Sambil mengeraskan suaranya .


"Eh maaf pak ."ucap linda dengan tersenyum canggung .


"Silahkan naik ke atas pakai lift sebelah kanan . Anda sudah di tunggu oleh beliau ."linda menunjuk lift yang ada di belakang Dewangga . Dewangga mengangguk mengerti .


Sebenarnya Dewangga tidak asing dengan kantor itu . Dulu saat dirinya masih duduk di bangku SMP . Ia selalu datang menemani papanya bekerja setelah ia pulang dari sekolah . Memang sejak kecil ia selalu dekat dengan papanya .


Dewangga keluar dari lift sudah di sambut oleh sekretaris papanya . Wanita muda yang sudah menginjak umur pertengahan 40an tahun itu ,tersenyum sopan pada Dewangga .


"halo tante dira ." sapa Dewangga lebih dulu . Karena sejak kecil saat ia berada di kantor papanya sekretaris papa nya lah yang sering menemaninya bermain .

__ADS_1


__ADS_2