Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
239


__ADS_3

Johan baru sadar dari pingsan nya tapi ia sadar kedua tangan nya telah terikat juga kakinya . Membuat ia tak bisa bergerak dengan leluasa . "Sial ." umpatnya .ia merasa tertipu oleh rayuan Angelia . Ia pikir perempuan itu tulus padanya , ternyata kata kata dia hanya kamuflase semata . Angel hanya ingin membuatnya terlena dan tertangkap seperti ini.


"Lepaskan , di mana Angelia ? Akan aku beri dia pelajaran ." ujarnya sambel berusaha untuk melepaskan diri .


Joni yang ada di samping Jihan hanya bisa menatap nya dengan tatapan sendu .


"Sufah lah Jo . Berhentilah jangan buat onar lagi ." ucap Joni .


Mendengar ucapan papanya seperti itu . Membuat kemarahan nya naik ke ubun ubun kepalanya . Ia tidak terima di tuduh sebagai pembuat onar .meski kenyataan nya memang seperti itu .


"Kasihanilah mamamu , dia sangat menderita melihatmu seperti ini ." ucap Joni sekali lagi .


Bagi joni sudah cukup , ia ikhlas bila Johan harus di kurung selama nya di rumah sakit jiwa ini . Tapi bagi istrinya Ambar , Johan masih bisa di atasi sehingga Ambar masih sulit melepas Johan .


Syukurlah sekarang Ambar telah sadar bahwa tempat terbaik Johan adalah rumah sakit jiwa .


"lepaskan aku jangan menggangguku .""teriak Johan dan kemudian tertawa terbahak bahak .sebenarnya itu sudah membuat hati Joni hancur . Melihat Johan punya kelainan seperti ini tapi apa boleh di kata takdir berkehendak lain .


Joni yang tak ingin hal ini terjadi lagi ,akhirnya merelakan Johan untuk di kurung di rumah sakit jiwa biar ada yang mengurus dan mengawasi nya .syukurlah ada ketentuan yang membolehkan Johan di kurung di rumah sakit jiwa saja , sehingga dia tidak perlu di penjara .


Joni akan sangat berterimakasih kepada Arga , bila tidak mempermasalahkan itu lagi . dan tentu saja ia akan memberi kompensasi terhadap Indira Atas perbuatan Johan . Joni juga berjanji akan membayar seluruh pengobatan Indira . Walau ia percaya Arga mampu membayarnya , dengan uangnya sendiri .

__ADS_1


"Jo , papa akan kirim kamu ke luar negri lagi . Tempat di mana kamu harus berada . Tapi jangan takut papa dan mama akan sering menjengukmu .karena papa dan mama juga akan pindah ke sana bersama kamu . Kita tinggal kan tempat ini ya , kita cari kehidupan yang baru ." ucap Joni .


Joni memutuskan untuk membawa johan kembali ke tempat rehabilitasi Johan selama ini , untuk mengurangi rasa sedih ambar ia akan ikut pindah ke sana dalam jangka waktu yang tak dapat di tentukan .


Jihan yang kini benar benar telah kehilangan kewarasan nya , sudah tidak perduli papa nya akan membawanya kemana . Ia hanya sibuk melawan siksaan dan ikatan yang menyakitkan yang kasat mata , yang sekarang ia rasakan . Yang terus menerus menyiksa jiwanya .


Joni benar benar sedih melihat keadaan putranya .dan akhirnya ia biarakan johan tertawa tawa sendiri dan sibuk dalam pikirannya sendiri juga . Joni keluar dari kamar rawat yang di jadikan sebagai tempat kurungan Johan


Tangan Jihan masih di borgol jadi tidak mudah baginya untuk keluar kemana mana . Di depan pintu ruangan Johan juga masih ada dari pihak berwajib berjaga jaga di sana . Menjaga Johan dengan ketat dan itu juga permintaan dari Joni untuk berjaga jaga dari kemungkinan yang tidak di inginkan .


Joni telah 0ergi meninggalkan ruangan johan sampai di persimpangan lorong rumah sakit ia bertemu dengan Ambar yang berlari tergopoh gopoh setelah mendengar kabar itu . Ambar berlari menghampiri Joni air matanya tidak berhenti jatuh sejak menerima kabar buruk itu .


"Bagaimana dengan anak kecil yang jadi korban penculikan Johan pa ." tanya Ambar . Joni membawa istrinya ke dalam pelukan nya , untuk menenangkan jiwa Istrinya . Ambar menyakan kabar tentang Indira terlebih dahulu ., ia tidak egois menanyakan kabar anaknya dahulu . Karena anak yang di culik Johan anak di bawah umur .


"Mama tenang saja , anak kecil itu baik baik saja mungkin psikisnya tergoncang . Sekarang sedang di tangani oleh dokter ."ucap Joni .


"Niat kita baik , tidak tau kenapa malah menjadi racun untuk Johan mas ." tanya Ambar


"tidak tau mungkin ini.karma buat papa , maaf ya ma ." sesal Joni .


" papa jangan bicara begitu , bagaimana dengan Johan sekarang ." tanya Ambar .

__ADS_1


Joni menoleh ke belakang mau tidak mau Joni harus jujur kepada istrinya apa yang terjadi dan di alami oleh Johan ." Ada di sana , diruangan di mana Johan di jaga oleh aparat kepolisian sebagai pasien sekaligus tahanan ." jawab Joni .


Ambar menutup mulutnya karena terkejut . Air matanya kembali membasahi pipinya .


"Pa kita memang harus pindah dari negara ini ." ucap Ambar . Mengungkit apa yang pernah joni usulkan dulu . Tapi Ambar tidak mau pergi kemana mana . Sekarang ia sudah sadar dari kejadian kejadian yang telah Johan lakukan .


"Tapi johan tidak akan di penjarakan pa ." tanya Ambar .


"InsyaAlloh engak Ma , kita lihat kebesaran hati Arga ." ucap Joni . " kita tetap akan menunggu hasil dari tim penyidik dulu ." lanjut Joni .


"Syukurlah ." ucap Ambar , setidaknya ia berharap Johan masih ada harapan untuk sembuh . Kalau lah tidak bisa sembuh dan seperti johan kecil . Ia akan tetap merawatnya dengan tangan nya sendiri , ambar sangat berharap Johan agar tidak di penjara .


"Pa temani mama , menemui Johan ." pinta Ambar . Joni mengganguk .mereka berdua berjalan kembali ke ruangan di mana Johan di rawat sekaligus di tahan .


Betapa hancur hati Ambar melihat keadaan putranya . Tak sanggup ia melihat itu semua , Ambar segera memeluk putranya , sambil menangis . Tapi Johan tidak merespon apa apa lagi , tidak teriak tidak tertawa . Kini yang johan lakukan hanya menatap kosong pada Joni dan Ambar sambil mengigit kuku jarinya .


***


Di sisi lain Arga dan Angel masih menunggu kabar tentang keadaan Indira penuh dengan kecemasan . Arga di penuhi rasa ketakutan yang tak tergambarkan .detak jantungnya terus berpacu dengan kencang rasanya ingin keluar dari tempat persembunyian nya .


Begitu juga dengan Angel mempunyai perasaan yang sama . Mengkhawatirkan keadaan Indira yang belum ada kabar hingga sekarang . Rasanya waktu bergerak begitu lambat . Semenjak suster keluar dan masuk lagi , Arga dan Angel pergi bersujud hingga selesai .belum ada kabar tentang Indira .

__ADS_1


"Cepatlah Sadar Rara ." mungkin itulah yang selalu di gumam kan oleh Angel dalam hatinya . Angel tidak bisa lagi mengatakan apa apa kepada Arga . Ia hanya sibuk meremas kedua tangan nya yang sudah mulai berkeringat .jujur saja Angel sangat takut Indira benar benar pergi meninggalkan nya . Ia mampu menginggat kan Arga untuk tidak berpikir yang buruk tentang Indira tapj apa nyatanya . Hatinya sendiri juga gundah .


"Nina ...


__ADS_2