
Angga menghubungi sopir keluarganya yang ia suruh menjemput Nisa .
"pak , sudah sampai mana ."tanya Angga .
"Sudak ada di jalan tuan , dua puluh menit lagi sampai butik nyonya ."pak imron .
"Baiklah , kalau sudah sampai di sana hubungi saya ." ucap Angga .
"iya tuan ." jawab pak Imron .
Setelah menutup sambungan telepon nya Angga lalu turun ke dapur ingin membuat masak siang sendiri untuk mereka .
"Ada yang bisa kita bantu pak ." tanya salah satu koki yang kerja di restoran Angga .
"tidak kalian teruskan saja pekerjaan kalian ." jawab Angga .ketiga koki itupun mengangguk patuh .
Angga pergi mengambil bahan makanan sendiri ke tempat penyimpanan . Dia meletakan ranjang isi sayuran ke atas wastafel . Dan mencuci semua bahan bahan yang akan dia masak .
Angga kelihatan sangat pandai dalam memotong sayur dan daging . Tangan nya juga sangat lincah menggoyangkan wajan dan sotel di atas kompor . Ke tiga kokinya kagum melihatnya ,
Angga meletak kan semua masakan nya di piring dengan bentuk hati . Angga memanggil pelayan nya untuk mengantsr semua masakan nya ke dalam ruang kerja miliknya .
Saat Angga menaiki anak tangga ponselnya bergetar . Ia segera meraih ponselnya yang ada di saku celananya . Pak imron mengabari kalau sudah sampai di parkiran redtoran .Angga berbalik badan menuruni tangga lagi .
Saat Nisa membuka pintu restoran Angga sudah menunggunya di sana . Nisa meraih tangan Angga dan mencium punggung tangan suaminya . Angga mengelus lembut kepala istrinya . Ia sangat bahagia di perlakukan seperti itu oleh Istrinya .
"Ayo kita masuk ke ruangan aku saja , kita makan di sana . Aku dah siapkan menu khusus spesial untuk mu ." ucap Angga Nisa hanya mengangguk dengan wajah yang terlihat sedikit pucat .
"Kamu sakit ." tanya Angga yang khawatir , karena pagi tadi saat ia mengantar istrinya ke butik ,dia masih baik baik saja .
"ngak aku baik baik saja ." jawab Nisa .
__ADS_1
"tapi wajah kamu pucat lo ." ucap Angga sambil menuntun Nisa menaiki tangga .
"aku baik , mungkin karena aku ngak pakai lipstik kali , jadi kelihatan pucat ." jawab Nisa .
"memang nya kenapa ngak pakai lipstik ." tanya Angga .
"kan kamu yang ngapus tadi pagi ." uca nisa melirik sinis . Angga hanya terseyum mendengar ucapan istrinya .
" kenapa ngak pakai yang tahan lama , itu apa namanya ." ucap Angga
"mate ." jawsb Nisa .
"ya kenapa tidak pakai yang mate itu saja ." ucap Angga sambil membuka pintu ruangan nya dan menyuruh istrinya masuk lebih dulu .
" aku lagi suka warna yang tadi pagi , natural dan bisa melembabkan kulit bibir ." jelas Nisa , Angga hanya mengangguk angguk saja . Dan mengajak Nisa duduk di sofa karena makanan mereka sudah terhidang di meja sofa .
"Wah aroma masakan nya wangi dan enak sekali ." ucap Nisa antusias . Ia meletak kan tasnya di pinggir sandaran tangan sofa .Nisa segera membuka penutup makanan nya . Nisa terharu dengan bentuk penataan sayur itu . Ia melirik suaminya dengan wajah bersemu merah .
"kokimu kurang kerjakan banget ."ucapnya sambil mengalihkan pandangannya . Untuk menutupi rona merah di wajahnya .Angga mengelengkan kepalanya .
Nisa berdiri dan menghampiri Suaminya ." Aku percaya , terimakasih ." ucap Nisa sambil mengecup bibir suaminya sebagai tanda terimakasih .
" makan dulu sayang , aku lapar banget ." ucap Nisa manja ,saat Angga meraih tengkuk istri nya untuk memperdalam ciuman nya Dengan terpaksa Angga , Dengan tidak rela Angga melepaskan istrinya untuk makan masakan yang telah ia buat .
"enak ." tanya Angga pada Nisa . Ia ingin tau reaksi dari istrinya , tapi tidak ada jawaban dari Istrinya selain anggukan dengan mulut penuh makanan . Kemudian Angga ikut bergabung makan siang bersama Istrinya .
Angga cukup puas dengan masakan nya . Di tambah reaksi istrinya yang makan begitu lahap samapi kekeyangan . Satu hal yang Angga tangkap dari Istrinya . Istrinya lebih suka makan dari pada berbelanja barang mahal .
...****************...
Hari ini Nisa terpaksa harus belanja sendiri .karena Angga harus dinas ke jakarta pagi tadi dan baru bisa pulang besok pagi .
__ADS_1
Nisa berjalan mendorong troly di lorong supermarket . Ia menuju ke bagian daging sapi , Nisa sangat menyukai stick sapi bumbu pada hitam buatan suaminya . Ia merasa stick sapi buatan suaminya lah yang terenak . Nisa mengambil dua potong daging sapi .
Setelah dari barisan daging , Nisa menuju ke tempat sayuran dan buah buahan . Setelah mengambil beberapa sayur dan buah buahan , Nisa pergi membeli cemilan untuk stok di rumah .
Nisa kembali mendorong trolynya hingga sampai di tempat kebutuhan wanita . Nisa mendegus kesal saat di sana ia melihat devita perempuan yang pernah datang ke rumah mencari suaminya .devita melambaikan tangan nya kepada Nisa .m, dengan senyum sok manis .
Ingin rasanya Nisa pergi membalik kan badan , ia tak ingin melihat perempuan yang seperti ular itu .
"Hai , ngak nyangka ketemu kamu di sini ." ucap Devita sambil jalan mendekati Nisa .
"hemm ." Nisa hanya bergumam malas .
"Lagi belanja bulanan ya ." tanya Devita lagi dengan ramah .tapi di pendengaran Nisa itu ramah yang di buat buat .
"Iya seperti yang mata kamu lihat ." jawab Nisa kasar . Tapi siapa yang perduli Karena bukan orang yang mampu , berpura pura seperti wanita di depan nya itu .
"Kamu sendirian ."tanya Devina lagi dengan mata mencari seseorang di belakang Nisa .
"Iya seperti yang mata kamu lihat ." ucap Nisa lagi . Devina sedikit kesal dengan jawaban Nisa tapi dia berusaha terpaksa untuk senyum .
"Aku dulu dan Angga berpacaran sejak kami duduk di bangku SMA , dan saat aku kuliah ke amerika di juga ngikuti aku ke Amerika . Karena memang kami tidak mau berpisah .
Lalu empat tahun yang lalu kami putus ,karena aku harus kembali lebih dulu ke indonesia . Sementara Angga harus tetap tinggal di sana karena harus meneruskan pendidikan nya .
"Oh ." hanya itu jawaban Nisa dari penjelasan Devina yang panjang kali lebar itu .Nisa sama sekali tidak tertarik dengan cerita masa lalu suaminya itu .
"Oh , hanya Oh itu jawaban kamu ." ucap devina kesal .
"Trrus aku harus bilang apa , waoo gitu ." ucap Nisa .
"Dengar ya . Angga masih mencintaiku , kamu jangan terlalu berharap banyak dengan pernikahan kalian . Aku percaya suatu hari Angga pasti akan kembali dalam pelukan aku ." ucap Devina dengan sombongnya , Nisa bukan nya marah mendengar ucapan devina , ia hanya menanggapi dengan tawa malas .
__ADS_1
"Ya ampun mbak , kalau memang Angga mencintai mbak , ngak mungkin kan dia menikah dengan ku , kalau memang dia masih mencintai mbak., dia.pasti menunggu atau mengejar mbak kembali ." ucap Nisa setelah tawanya reda .
"kita lihat saja nanti ." ucap Devina dan pergi meninggal kan Nisa sendirian .