Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
153


__ADS_3

Indira tersenyum lebar di depan babysiternya , Suster monica juga ikut bahagia ia menjaga majikan kecilnya sejak baru lahir , jadi ia tau seperti apa keadaan Indira sejak dulu .semenjak Indira mempunyai rahasia dengan Angel ia tidak mau ikut campur . Yang penting ia ikut bahagia kalau melihat Indira juga bahagia . Sehingga tanpa di rayu ataupun di paksa sus monica mau menyimpan rahasia antara Angel dan Indira .


"Coba ponselnya kasihkan ke suster monica sayang , mama ingin bicara sama sus ya ." ucap Angel pada Indira .


Dengan cepat Indira segera mengembalikan ponsel ke suster Monica ." mama ingin bicara sus ." ucap Indira masih dengan senyum yang lebar . Suster monica langsung menerima ponsel itu .


"Iya mbak , ada yang bisa saya bantu ." tanya Suster monica .


"Sus , kira kira kapan kamu ada waktu ajak Indira keluar jalan jalan .kamu atur waktu jalan jalan itu untuk aku dan Indira . Waktu aku sangat padat jadi aku harus minta cuti sama papanya Indira ." ucap Angel pada Suster monica .


"Bisa mbak , biasanya saya pulang sekolah ajak nona indira pergi bermain . Tuan Arga juga tidak melarang ." ucap Suster monica . Angel tersenyum lega mendengar jawaban Suster monica . Ia merasa suster Indira sangat bisa di andalkan .


"Baiklah , bagaimana kalau hari kamis ini , aku akan ambil cuti ." tanya Angel .Suster monica mengangguk singkat .


"Bisa mbak Angel , nanti mbak Angel atur saja , saya akan atur kalau sudah pasti mbak kabari lagi ya ." ucap Suster monica yang kembali memberikan ponselnya kepada Indira .


"ok Deal ya ." ucap Angel . Angel minta suster monica menyerahkan ponsel nya lagi kepada Indira .


"Rara udah dulu ya , bentar lagi papa kembali ." ucap angel sambil berbisik .


"Ya ma , sampai jumpa ." sahut Indira .

__ADS_1


"sampai jumpa sayang ."bisik Angel dan langsung menutup telepon nya . Saat selesai menaruh ponselnya Angel melihat Arga memasuki ruangan kerjanya . Angel juga bersikap cuek seperti biasa nya .


"Bapak sudah makan siang ." tanya Angel untuk basa basi . Arga hanya menganggukan kepalanya . Angel pun bersikap dingin seperti Arga , dan kembali menunduk mengerjakan berkas berkas kantor .keduanya tak lagi berinteraksi kalau bukan masalah perusahaan .


Itu saja karena Arga yang memanggilnya , kalau tidak Angel tetap akan mengunci mulutnya . Angel tetap berusaha untuk konsisten dengan rencananya . Indah tau semua pasti indah pada waktunya .


***


Sementara Arga juga memeran kan rencananya tak kalah baik dari Angel . Arga benar benar tidak perduli dengan sikap acuh dan cuek dari Angel .rencana Arga jaga jarak dengan Angel juga berhasil , Arga juga tidak lagi meminta Angel melakukan ini itu . Bahkan saat ia butuh kopi untuk menghalau kantuknya , Arga juga langsung meminta ofices girl untuk membuatkan nya .


Sempat Angel menawarkan diri untuk mengantikan oficegirl yang akan buatkan kopi tapi Arga tolak mentah mentah . Begitu Arga menolak Angel juga mengendik kan bahunya , lalu kembali sibuk dengan pekerjaan nya .


Waktu jam kerja sampai jam pulang tiba , Angel pamit pada Arga untuk pulang lebih dulu , Arga juga tidak menahan nya , untuk menghabiskan waktu berdua di kantor , Arga merasa bisa sendiri , tanpa bantuan Angel .


Anisa yang melihat tingkah laku mereka berdua dari meja kerjanya pun jadi penasaran , tidak bisa menahan rasa penasaran nya di tengah jalan Anisa menanyakan apa sebenarnya yang terjadi .


"Kalian berdua kenapa ." tanya Anisa akhirnya .


Angel menoleh kepada Anisa dan mengerutkan kening " maksud kamu apa ." tanya Angel balik . Anisa mengendikan bahunya .


"Pak Arga hari ini kelihatan ngak banyak bicara . Dan kamu sepertinya juga sengaja mengabaikan keberadaan dia , apa memang benar kamu sudah berpindah ke lain hati , An ." ucap Anisa . Angel yang mendengar pertanyaan Nisa tertawa terbahak bahak . Dan akhirnya Angel menghentikan gelak tawanya .

__ADS_1


"Ya enggak lah Nis , mana mungkin aku bisa berpindah hati . Aku kan cinta mati sama pak Bos galak dan menyejuk kan itu kok ." jawab Angel .


"Tapi tadi kelihatan , kamu sepertinya acuh ngak perduli dengan dia . Ngak mengejar ngejar seperti biasanya ." ucap Anisa sambil mengerutkan keningnya .


Angel menganggukan kepala . Membenarkan ucapan Anisa . Bukan Angel menyerah , tetapi ia juga sedang melaksanakan sebuah rencana lain untuk menarik perhatian Arga . Ya meskipun hari ini Arga juga ikut mengabaikan dirinya . Tapi tidak apa apa , mungkin arga hanya sedang menahan diri untuk tidak perduli dengan nya .


"Kamu pernah dengar sistim tarik ulur tidak , nis . Aku sedang lakukan trik itu sekarang ." tanya Angel sambil terkekeh .


"Aku kira kamu nyerah ." Anisa ikut terkekeh .


Bukan angel menyerah . tujuan ia masuk ke perusahaan GM group untuk membuktikan pada Ayahnya . Kalau ia mampu bekerja tanpa bantuan Ayahnya . Namun semenjak mengenal dan pertama kali bertemu dengan Arga Indra Abimana . Yang di bangga banggakan oleh seluruh pemegang saham . Angel juga tidak bisa menolak untuk tidak jatuh cinta padanya . Tapi Angel juga ingin Arga untuk jatuh cinta pada dirinya juga .


"Tapi hari ini dia benar benar aneh Nis . Dia kayak menghindar dari aku . Dia juga ngak banyak bicara seperti yang kamu katakan tadi ." ucap Angel melanjutkan pembicaraan nya dengan Anisa .


"Apa tadi aku bilang , ada yang berubahkan dengan bos kita hari ini ." ucap Anisa .


Angel juga ingin mencari tau , tapi tidak mungkin langsung bertanya pada arga . Pasti akan menghancurkan rencananya saja . Setelah berhari hari berusaha mengabaikan Arga , tanpa menggodanya sama sekali .


Angel harus berkorban dan bertahan demi masa depan yang ia impikan . Tidak apa apa Arga berubah sementara , siapa tau besok besok Arga langsung menyatakan cinta . Angel terkekeh dengan imajinasinya sendiri tapi ia tetap semangat . Angel hanya bisa berusaha saja . Kalaulah gagal ia juga hanya bisa mencoba dan mencoba lagi dan lagi .


"Ya udah , biarin sajalah .kita dah sampai basement , aku pulang duluan ya Nis ." ucap Angel , ia tidak tawari Anis untuk pulang bersama . Karena Anisa juga bawa mobil sendiri .

__ADS_1


"Ya hati hati An ." balas Anisa . Ia juga segera menghampiri mobilnya sendiri . Da, keduanya saling meberi kode perpisahan dengan saling membunyikan klakson .


Angel segera meninggalkan basement kantor . Angel melajukan mobilnya dengan pelan . Angel tidak tau kalau ada mata yang mengintipnya dari lantai atas di balik gorden ,yang sedang memperhatikan nya . Akhirnya Arga menyerah tidak bisa untuk mengabaikan Angel . Tapi bagi Arga yang penting Angel tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh nya . Angel pasti tidak akan mengetahuinya .


__ADS_2