Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
242


__ADS_3

Karena alasan yang sama pula membuat Indira takut untuk datang ke sekolah . Sebab tempat kejadian tepat di depan sekolah .membayangkan ia di culik , di siksa dan di cekik Indira takut mendekati sekolah . Ia juga enggan keluar rumah walau bersama mama dan papanya . Indira hanya mengurung diri di dalam kamar , walau Angel juga sering mengajaknya interaksi .


"Bagaimana perkembangan putri saya Dok ." tanya Arga


" belum ada kemajuan sama sekali pak , dia masih terkurung dengan kejadian buruk kemarin , dia belum bisa membuka diri dan pemikiran nya ." ucap Dokter . Sesi terapi ini Dokter juga belum bisa memastikan harus sampai kapan .


Arga dan Angel sedih mendengar itu . mereka mengkhawatirkan kesehatan psikolog Indira Dokter menyarankan Agar Indira di jauhkan dari tempat tempat yang bisa menggingatkan indira terhadap , hal hal yang menggingatkan kejadian waktu itu .mungkin bisa di carikan sekolahan baru untuknya . Sebab bila di paksakan bisa memperburuk perkembangan sikis anak itu sendiri .


Arga dan Angel pun memikirkan usul dari Dokter . Apa memang seharusnya Indira di carikan tempat baru , demi kemajuan dan kebaikan Indira Arga putuskan untuk mencari sekolahan baru untuk putrinya.


***


Pagi itu Arga di temani oleh Angel peegi mendatangi sekolahan Indira , selama ini menimba ilmu . Arga dan Angel menyampaikan niatan nya juga keadaan Indira yang semakin terpuruk .


Bunda Nur sebagai wali kelas indira pun menangis ,mendengar keadaan yang menimpa Indira bahkan wali kelas dan seluruh murid murid ingin menjenguk Indira .


"mohon maaf Bunda Nur .kami berterimakasih atas antisipasi anda dan anak anak . Indira tidak bisa di temui oleh siapa siapa pikiran nya masih kosong . Kami akan menyampaikan salam dari kalian untuk nya ." ucap Angel .


"Kami minta maaf atas kejadian yang menimpa nak Indira tuan Arga ." ucap kepala sekolah .


"Tidak pak , ini bukan kesalahan dari pihak Anda dan sekolahan . Mungkin sudah di gariskan ini harus terjadi pada putri saya ." ucap Arga .


"Benar , kami berharap bapak dan ibu tidak berkecil hati , dengan apa yang telah di alami oleh indira . Hanya bertambahlah was pada saja . Dan kedatangan kami ke sini .kami ingin mengucapkan terimakasih atas bimbingan bapak ibu guru untuk putri kami ." ucap Angel .


"Benar bapak kepala sekolah . Demi kebaikan Indira terpaksa dwngan berat hati kami harus memindahkan nya ke suasana yang baru di mana tempat itu tiada bayang bayang kejadian kejadian penculikan itu ." ucap Arga .

__ADS_1


"Oh baik silahkan tuan .kami juga minta maaf bila ada salah kata dan tingkah laku selama mendidik putri anda . Semoga nak Indira cepat bangkit kembali ." ucap kepala sekolah menyalami Arga dan Angel .


"Kalau bapak dan ibu membutuhkan bantuan kami , silahkan hubungi kami akan membantunya dengan senang hati ." ucap bunda Nur .


"Terimaksaih banyak Bun ." kali ini Angel yang menjawab .


"Terimakasih kami permisi dulu ." ucap Arga di ikuti oleh Angel . Mereka pergi meninggalkan sekolahan indira . Setelah mengurus semua administrasi kepindahan sekolah indira .


Arga dan Angel benar benar pergi setelah di rasa semua telah selesai . Kepergian mereka tak ada seorang pun yang tau bila pembicaraan mereka ada yang mengupingnya . Bukan orang jahat melain kan seorang pemuda kecil yang bernama ABIMANYU ARDIANSYAH PUTRA .


Teman sekolah Indira selama ini , ia sedih mendengar berita penculikan tentang sahabatnya itu , sehingga dia tidak bisa datang ke sekolah selama ini .


***


sementara Angel dan Arga dalam perjalanan pulang sepanjang jalan mereka hanya diam tidak ada yang berbicara sepatah katapun hingga sampai ke rumahnya .


Angel berdecak kesal .sambil menggelengkan kepalanya ." ya ngak lah Mas , Rara kan sudah aku anggap seperti anak aku sendiri . Dia juga butuh orang yang dekat dan benar benar menyayanginya ." jawab Angel .


Arga terharu mendengar pengakuan Angel , ia melirik sekilas pada Angel sebelum akhirnya kembali fokus ke jalan an di depan nya .


"Bagaimana kalau kamu tinggal di rumahku untuk selamanya ." tanya Arga sekali lagi.


Angel terdiam , Arga kelihatan tak perduli dengan apa yang barusan di ucapkan . Tapi Angel tau kemana ucapan dia akan di bawa .


Melihat Angel tidak juga menjawabnya Arga menoleh sebentar melihat ke arah Angel sebentar .

__ADS_1


"Dari pada kamu bolak balik seperti ini ." ucap Arga sambil mengendik kan kedua bahunya .


Angel tersenyum ." kaku sekali sih Mas . Mau lamar aku yang romantis dong , bilang kalau mas minta aku untuk segera jadi ibu sambung Rara kan ." ucap Angel .


"Apa kamu siap ? ," tanya Arga dengan cepat , karena memang itu tujuan nyan yang sebenarnya . ia memang tidak bisa mengungkapkan kata kata yang romantis .


Tapi waktunya juga tidak tepat dalam kondisi seperti ini , ia melamar dan meminta Angel untuk menikah dengan nya , sehingga Arga berbicara bolak balik dan berbelit belit .


Arga masih sesekali melirik Angel .menunggu jawaban dari kekasih hatinya itu .yang belum juga memberinya jawaban .


"Iya mas , aku sudah siapa kok .? Ucap Angel . Arga terkejut mendengar jawaban dari Angel , mendadak ia menginjak rem mobilnya . Untung jalanan sepi .


"Mas ." panggil Angel yang juga terkejut dengan ulah Arga . Arga menatap tajam kepada Angel dan meraih Angel masuk ke dalam dekapan nya .


"teri makasih ya sayang , terima kasih ." bisik Arga di telinga Angel . Angel ikut membalas pelukan Arga tanpa bicara apa apa .


***


Semenjak Insiden penculikan Indira , keadaan perusahaan menjadi berantakan . Kekalahan Johan benar benar meninggalkan jejak yang sangat nyata .


Semenjak Indira di ijinkan pulang dan rawat jalan . Seharusnya Arga sudah aktif di kantor tapi karena keadaan Indira membuatnya susah untuk melangkah . Angel juga mengorbankan pekerjaan nya untuk merawat dan menjaga indira sehingga Arga bisa ke kantor dalam beberapa jam . Menyelesaikan pekerjaan pentingnya tanpa Angel .


Sampai sekarang kursi sekretaris masih kosong , Arga belum punya waktu untuk mencari sekretaris baru , penganti Angel . Karena Arga juga masih menunggu keputusan angel mengenai pekerjaan nya sebagai sekretarisnya , hingga sampai sekarang ia rela bekerja seorang diri tanpa sekretaris sampai detik ini .


Arga bekerja tanpa sekretaris hingga lelah jiwa dan raganya , akan menunggu hingga Angel mengantarkan surat pengunduran diri dari pekerjaan nya sebagai sekretarisnya .

__ADS_1


Tok tok tok .


Arga menoleh ke arah pintu yang di ketuk oleh seseorang . Ia tersenyum melihat karyawan nya yang mungkin juga sebentar lagi akan menjadi ibu mertuanya . Walau sesungguhnya mereka pantas menjadi kakak dan adik , tapi takdir berbicara lain .


__ADS_2