
"Seminggu mungkin ." ucap Nisa ragu .dan hal itu di manfaatkan oleh Angga , untuk bernegosiasi dengan istrinya yang lagi bimbang .
"Bagaimana kalau tiga hari saja , yang ." ucap Angga .Nisa menarik dirinya dari dekapan suaminya . Ia menatap mata suaminya dengan intens .
"Kamu mau beri aku apa , kalau hukuman nya aku potong jadi tiga hari ." tantang Nisa .
"Kamu mau apa ." tanya balik Angga . Nisa berpikir sejenak memikirkan apa yang akan ia inginkan dari suaminya itu .
"tas , Sepatu dan baju baru ." tanya Angga ketika Nisa masih Diam .
"aku sudah memiliki itu semua , kalau kamu lupa ." ucap Nisa .
"Mobil baru ." usul Angga lagi .tapi Nisa menggeleng lagi . Angga ikut berpikir memang istrinya tidak kekurangan segala galanya juga materi . Sudah pasti dia tidak membutuhkan nya . Jika dia mau semua itu istrinya bisa lakukan hanya dengan menjentik kan jarinya . Dia langsung berada di hadapan nya .
"lalu apa yang kamu inginkan ." tanya Angga lagi .
"bagaimana jika aku bilang ,kalau aku menginginkan hatimu ." tantang Nisa .
Angga menunduk kan wajahnya dan mengecup bibir istrinya ."Tanpa kamu minta , kamu dah mendapatkan hatiku , sayang ." ucap Angga dengan tulus
"apa maksudmu ." tanya Nisa tidak mengerti atau lebih tepatnya ia tidak percaya .
"Tidak mungkin aku menikahimu ,jika aku tidak tertarik padamu , sebenarnya boleh kamu katakan aku munafik kalau selama kita pura pura jadi pasangan kekasih tidak baper padamu . Sebenarnya berat waktu itu aku mengakiri hubungan itu , tapi dengan berat hati aku lakukan karena aku tidak mau egois , mengikatmu terus tanpa kamu punya perasaan yang sama dengan ku . Sebenarnya aku punya rencana setelah melepas mu waktu itu , aku ingin memulai semua nya dari awal , misalnya kita berkenalan dengan baik baik .tapi mungkin kita memang sudah berjodoh , kamu tau ." Angga menatap mata istrinya .
"Aku sebenarnya sangat bahagia saat kamu mengatakan pada mama bahwa aku telah menidurimu , walau aku belum seratus persen mencintaimu , jadi soal hati aku juga tidak tau , sejak kapan hati ini dan hingga hari ini , hati ini telah menjadi milikmu , sayang ." ucap Angga sambil mengelus pipi Nisa .
Nisa mendengus untuk membuang rona merah di wajahnya sekalian juga tidak percaya dengan ucapan suaminya .
"Hatinya milik ku , tapi kamu tidak percaya dengan ku ." ucap Nisa . Angga mendesah kala di ingatkan dengan kesalahan nya .
__ADS_1
" saat itu , sebenarnya aku sangat takut dengan bayi kita akan terluka . Dan mungkin terburuk kita akan kehilangan bayi kita . Agar kedua ibu kita tidak panik aku minta kepada mereka untuk makan dulu . Di sela sela makan aku selalu berdo'a agar Alloh memberi kekuatan pada bayi kita ." ucap Nisa sedih . Angga semakin merasa bersalah sangat besar pada istrinya .
"aku sangat bersyukur saat Dokter mengatakan kalau bayi kita baik baik saja dan tidak terluka ." ucap Nisa lagi .
"Terimakasih telah menjaga bayi kita . Sekali lagi aku juga minta maaf karena telah menjadi suami yang buruk untuk mu ." ucap Angga .
"ya sudah , itu sudah berlalu ."ucap Nisa .
"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan sama wanita itu , sayang ." tanya Angga geram .
"Untuk saat ini biarkan saja . Aku mau menikmati kehamilanku dulu , aku tidak mau memikirkan hal lain . Jika dia mencari masalah lagi padaku , aku akan serahkan semua pada orang tua kita saja . Biar mereka yang bertindak ." ucap Nisa . Angga mengangguk setuju . Kehamilan Nisa yang lebih utama .tapi ia tetap harus waspada dengan peegerakan Devina , ia tak ingin kecolongan untuk yang kedua kalinya .
...----------------...
Angga duduk di meja makan dengan gelisah .ia menyesal telah mengijinkan istrinya pergi ke dapur untuk masak dan pegang pisau . Dia ijinkan istrinya masak karena iming iming jatah nanti malam . Bila waktu boleh di putar Angga ingin bernegosiasi lagi dengan istrinya .
"Hati hati ." teriak Angga saat melihat istrinya yang akan memotong sosis dengan asal , dan warna sosis mirip sekali dengan jari kita . Jantung Angga benar benar berdetak kencang .karena ketakutan Nisa akan melukai dirinya lagi .
"jangan ke sini , kamu cukup beri tau aku saja dari sana ." ucap Nisa kepada Angga yang berdiri menghampirinya .
"Sebenarnya kamu mau masak apa sih ." tanya Angga penasaran sambil kembali duduk lagi .
"mau masak omlet ." jawab Nisa yang kedengaran tidak yakin .Angga hanya mengangguk angguk paham .
"Mau aku bantu ." tawar Angga .
"Tidak , terimakasih ,"tolak Nisa .
"Lalu bagaimana cara memecahkan telur ." tanya Nisa kembali .
__ADS_1
"lihat aku ." ucap Angga .
"ini telur pegang , kamu ambil garpu apa sendok pukul ringan di atas telur nya . Lalu bagian yang pecah kamu buka di atas mangkok ."ucap Angga sambil memperagakan apa yang belum di mengerti oleh istrinya .
Nisa mengangguk paham dan melakukan seperti yang di ajarkan suaminya walau ada pecahan kulit telur yang ikut ke dalam mangkok . Nisa mengambil kulit telur yang ada di mangkok lalu mencampur semua bahan yang telah ia potong kecil kecil dan mengocoknya hingga telur berbuih .
"kalau sudah begini kita tinggal mengoreng kan Ga ."ucap Nisa menunjuk kan hasil adonannya .
"Iya ." jawab Angga sambil mengangguk .
"Ini bagaimana cara menyalakan kompornya ." gumam Nisa pada diri sendiri , sambil mengaruk keningnya yang tidak gatal . Kompor yang di pilih Angga adalah kompor tanam sistim listrik yang pakai tombol . Yang belum Nisa mengerti karena ini kali pertama Nisa terjun ke dapur langsung untuk memasak .
Angga berdiri menghampiri istrinya . Ia meraih teplon dan menaruhnya di atas kompor dan menekan tombol on . aliran listrikpun menyala .
"Biar aku saja yang ngoreng ," Nisa mengambil alih pekerjaan Angga saat Angga meraih minyak . Angga pun mengalah dan menyarankan Nisa agar memakai minyak sedikit saja .
"Jangan taruh minyak banyak banyak , yang . Sedikit saja sudah cukup dan ratakan di teplon , dengan cara di goyang goyang aja teplon nya ." pesan Angga .
" oke ." Nisa baru saja menuang minyak dan juga adonan nya tanpa menunggu minyak panas , Angga jadi terkekeh melihat itu .
"Tunggu minyaknya panas dulu sayang ." ucap Angga yang masih terkekeh .
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi ." sungut Nisa malu .
"ya aku kira kamu dah tau ." jawab Angga .
"Terus sekarang bagaimana .apa harus di angkat lagi ." tanya Nisa .
"Tidak usah , kamu tunggu saja , tapi jangan lupa untuk di balik kalau sudah berubah warna jadi pekat ."jelas Angga Nisa mengangguk .
__ADS_1
Tidak lama kemudian omlet buatan sang istripun sudah masak . Nisa menyajikan omlet buatan nya di meja makan depan suaminya dengan Nasi putih yang masih mengepul . Nisa menuangkan Nasi untuk suaminya .