Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
173


__ADS_3

"Di minum Angel ." ucap Johan , Angel mengalihkan pandangan nya kembali menatap johan . Dengan gelas di tangan nya membuat nya bingung , kalau tidak ia minum ia juga tidak enak dengan Johan . Walau bagaimana , di mata Arga ia dan Johan sedang pacaran . Akan terasa aneh jika tiba tiba ia menjaga jarak dengan Johan .


"Terimakasih Jo ." Angel segera meneguk minuman itu , sampai di tenggorokan rasa pahit dan panas seperti terbakar dan itu Angel mencoba menahan nya . Hanya satu harapan Angel semoga kepalanya nanti tidak pusing , dan tidak akan merepotkan Arga .


Sementara itu Arga kesal karena Angel lebih memilih mendengarkan Johan dari pada mendengarkan dirinya . Lelaki itu meremas pinggang Angel agak sedikit kasar dan membuat Angel meringis .


"Permisi saya masih ingin menyapa pemilik pesta dan para tamu yang lain ." ucap Arga tanpa melepaskan tatapan tajam nya dari Angel .perempuan itu segera mengiyakan karena ia Arga sedang mengancam nya .


"Benar , kami permisi dulu Jo , selamat menikmati pestanya ." ucap Angel yang merasa kakinyabtelah di seret oleh Arga sebelum mendapat jawaban dari Johan .


Angel tidak tau lagi , apa kesalahan nya kali ini . Mata Arga tidak lepas menatap tajam ke arahnya .


"pak Ada apa lagi ." tanya Angel tidak tahan untuk tidak bertanya .


Arga berdecak kesal ,karena Angel pura pura seolah olah dia tidak tau apa kesalahan nya .padahal jelas jelas tadi ia menerima minuman dari Johan .Arga tidak suka melihat Angel akrap dengan johan .


Lebih lebih sekarang mata Angel tampak berbeda . Karena pengaruh alkohol yang perempuan itu teguk mulai beraksi .Namun arga yakin Angel tidak menyadari nya . Alasan kenapa Arga sempat melarang Angel agar tidak minum minuman yang berbau alkohol , itu adalah karena Angel tidak akan bisa meminumnya .perempuan itu tidak akan tahan dengan minuman itu . Arga tau karena ia sudah lama mengenal Angel yang tidak bisa meminum cairan itu .


"masih berani tanya ." tanya Arga sinis .


"Kan saya ngak ngerti pak ! Jadi saya nanyak , malu pak di lihat banyak orang , masak Arga indra Abimana seorang CEO besar GM Group cemberut terus dati tadi ." ucap Angel .

__ADS_1


"Atau jangan jangan Bapak cemburu gara gara Johan tadi menghampiri aku ." curiga Angel .


"Ngawur kamu ,Diam . Ayo kita sapa dulu yang punya acara setelah itu terserah kamu bebas mau ngapain terserah kamu . Mau pulang bareng Johan saya juga tidak perduli ." ucap Arga


Angel melongo dengar kata kata Arga benar benar menyebalkan . Bagaimana mungkin dia bisa mengatakan seperti itu , Siapa juga yang akan pulang sama Johan .sedangkan laki laki yang ia dambakan hanya lah Arga .


Angel berdecak dan menyusul Arga yang jalan duluan tak menghiraukan Angel lagi . Sudah tidak merangkul pinggang Angel , juga tidak membiarkan Angel menggandeng tangan nya lagi . Mereka benar benar seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar . Arga sebagai kekasih yang sedang marah dan Angel yang sedang mengejar maafnya .karena hal itu angel menghela nafas berat .


"pak Arga tungguin saya , Astaga ." geram angel .mengejar Arga benar benar butuh tenaga . Dia sekarang kesusahan dalam berjalan atau berlari . karena sekarang ia memakai dress panjang sampai mata kaki . Dan sepatu hak tinggi .


Sungguh susah mengejar Arga yang langkahnya lebar lebar ," Arga sialan ." umpat Angel dalam hati dengan langkah menunduk ia mengejar Arga tanpa ia sadari ia menabrak punggung seseorang , yang tiada lain adalah Arga yang ternyata menunggunya .


Karena kerasnya benturan Angel tak ingin lihat apa yang terjadi ia hanya memejamkan matanya .


"lihat , kamu tenang aja , kamu harus percaya dengan Angel . Mereka sudah di jodohkan sejak dalam kandungan .hanya Saja Arga belum menyadari sumpahnya dulu ." ucap Andre .


Anis tersenyum manja menyandarkan kepala nya ke bahu Andre . Melihat Arga dengan cekatan menangkap pinggang Angel . Maka itu Angel tidak jadi jatuh ke lantai kalau tidak jawaban nya adalah malu .


Kejadian itu mengundang semua mata mengarah kepada mereka berdua . Angel membuka matanya pelan pelan .sebuah senyum menahan malu tersunging di bibir Angel saat mendapati dirinya ada dalam dekapan Arga ..


" Lebih baik begini dari pada terjerembab ke lantai sendirian ."gumam Angel dalam hati .

__ADS_1


"apa kamu nyaman begini terus , jadi ngak mau bangun ." sindir Arga . Buru buru Angel berdiri tegak , ia melirik ke kanan dan kiri , tapi orang orang telah sibuk kembali pada kesibukan masing masing , Angel menarik nafas lega .


"Ayo ." ujar Arga sambil menarik tangan Angel . Bukan ia tidak malu dengan kejadian tadi . Tapi ia bersikap Cool untuk menutupi kejadian yang memalukan tadi . Angel benar benar hampir saja menghancurkan perfomancenya tadi .


"Bapak marah lagi kepada saya, gara gara tadi ." tanya Angel merujuk pada kejadian beberapa waktu yang lalu .Arga melirik sebentar ke arah Angel .


"Pikir sendiri ." ucap Arga singkat padat dan tegas . Membuat Angel meringis . Diam diam Arga menarik sudut bibirnya . Merasa lucu dengan reaksi ketakutan Angel .


"Makanya siapa suruh berbuat onar . " gumam Arga dalam hati ,mereka hampir saja akan pulang dengan rasa malu .


"Seyum ! Saya ngak ingin tuan Burhan melihat pasangan saya malam ini wajahnya cemberut ." ucap Arga pada Angel yang hampir sampai di dekat Tuan Burhan beberapa langkah lagi .


Swnyum Angel benar benar merekah , bukan karena ingin bertemu Tuan burhan tapi karena Arga mengatakan dirinya sebagai pasangan nya .pengakuan Arga itu membuat Angel Lega .sungguh bisa menghibur hatinya yang terlanjur kesal karena ulah Arga tadi .


"selamat malam , Tuan Burhan . Selamat Atas ulang tahun perusahaan nya , semoga perusahaannya lancar selalu ." ucap Arga tepat berada di depan tuan Burhan .


Pria parubaya itu menerima ucapan dari Arga dengan senang hati ."Terima kasih , pak Arga , pengusaha muda yang sukses , yang terkenal dengan tangan dingin anda . Terimakasih sudah menghadiri pesta ulang ini ." ucap tuan Burhan


Tuan Burhan melirik ke wanita yang di gandeng oleh Arga malam itu . Ia juga mengenal siapa perempuan itu sebenarnya ." Tumben anda malam ini membawa pasangan Anda pak Arga . Biasanya anda lebih sering bepergian sendirian pak Arga . "sindirnya .


"Ahh khusus malam ini , saya bawa sekretaris saya , tuan . Kebetulan dia memiliki waktu luang ." balas Arga . Angel mengangguk saja .senyum juga tak lepas sebab sejak tadi tangan arga tidak lagi menjauh dari pinggangnya . Lelaki itu memeluk erat di sana .

__ADS_1


"Berita yang sangat mengembirakan , pak . Sebab Selama ini saya tidak pernah melihat anda membawa seorang wanita . Apalagi wanita nya sangat cantik begini ." ucap Tuan Burhan .


Arga menoleh ke arah Angel , ia mengakui dan membenarkan apa yang di katakan oleh Tuan Burhan .


__ADS_2