
Lima tahun yang lalu saat Arga terbangun dari pingsan nya karena mendengar kabar kecelakaan pesawat terbang pribadi milik opa Adi prata yang di naiki oleh keluarga nya mengalami ledak kan yang baru saja tinggal landas .
Menurut penjelasan Dokter istrinya kena serangan jantung karena melihat kabar yang di alami oleh keluarganya dari televisi .
"Maaf pak Arga , selama ini istri anda selalu mengecek kan kandungan nya seorang diri .karena ada yang di sembunyikan dari anda . Sebenarnya dari obat yang dia konsumsi selama ini telah merusak kesehatan jantung nya . Tapi karena rasa cintanya yang begitu besar kepada Anda , kalau dia mau pergi setidak nya ada darah dagingnya yang mendampingi anda .dan ini ada surat untuk di serahkan ke putri anda nantinya ."
Arga menerima sepucuk surat dan bayi mungil yang sangat cantik seperti istrinya , terbaring di pangkuan nya .
Arga tidak menyesali kepergian istrinya juga tidak menyesali kehadiran putrinya yang mengakibatkan istrinya pergi selama lamanya . Arga sangat mencintai putrinya . Sehingga sampai saat ini Arga tidak ingin dekat dekat dengan seorang wanita .yang kemungkinan hanya bisa menerimanya tapi tidak akan bisa menerima keberadaan putrinya . Bagi Arga putrinya adalah reinkarnasi dari istrinya .
Arga takut untuk jatuh cinta kembali dan akan mengkhianati Aan yang telah mengorbankan nyawanya demi putrinya . Arga menghembuskan nafas beratnya . Selama lima tahun ini kehidupan nya sangat hampa ia mengalihkan semua ke pada pekerjaan nya hingga ia bisa menaikan penghasilan perusahaan . Dan tahun ini akan di adakan lagi pemilihan kepemimpinan perusahaan CEO GM Group yang tetap .
Entah sampai kapan Arga akan menutup hatinya untuk wanita lain . Dan hanya fokus pada pekerjaan dan putrinya Angela Indira Abimana . Yang pasti Arga tidak akan membiarkan wanita lain masuk ke dalam kehidupan nya dan merusak fokusnya untuk putrinya . Arga tidak ingin putrinya yang ia panggil Indira akan terabaikan seperti Istrinya .
Malam itu Arka tidak bisa memejamkan matanya , pikiran nya melayang ke mana mana .
"Tidur Arga ." bisiknya pada diri sendiri . Matanya tertutup rapat sambil membalikkan badan nya ke arah lain . Ia berharap mata terbuka nanti bisa mendapati wajah Istrinya . Yang selalu menghiburnya dengan suara manis dan manja nya . Namun harapan itu tidak pernah terwujud sejak lima tahun yang lalu .
Tapi kantuk tak kunjung datang , Arga terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan melangkah menuju ke balkon kamarnya . Arga menatap langit tanpa bintang itu dengan tatapan swndu , tapi langit juga tidak turun hujan .
__ADS_1
Malam ini pikiran Arga sangat tertekan karena besok adalah hari kematian seluaruh orang yang ia cintai sekaligus hari kelahiran Indira ke dunia ini yang mengemban tugas dari Ibunya untuk mendampingi Papanya hingga papanya mendapatkan kebahagiaan .
Sesungguhnya Arga tidak mampu melewati semua ini , tapi ia tidak punya pilihan selain harus bersikap acuh tak acuh . Seakan hatinya tidak terluka karena kehilangan . Arga harus kuat demi Indira kalau tidak Indira yang akan terluka karena penderitaan nya .
"Sudah benarkan , sayang , dengan apa yang lakukan ,Aku harus kuat demi putri kita ." ucap Arga menatap Langit malam itu tanpa bintang . Ia sebenarnya sangat lemah dan rapuh , tidak sekuat dan setanguh orang orang lihat .
Banyak luka di hati dingin nya . Karena itulah Arga tak berani memulai lagi , membuka lagi hatinya untuk wanita lain . karena ia takut akan kehilangan lagi .
Bagi Arga tidak ada wanita sebaik istrinya , tidak ada wanita yang mampu mengetarkan hatinya selain istrinya . Walau akhir akhir ini ia mulai terganggu dengan kehadiran Angelia , sekretarisnya .
"Jangan khawatir , aku akan jaga hatiku hanya untukmu , karena kamu adalah kamu , dia adalah dia , walaupun nama , tatapan mata , juga kata kata kalian berdua hampir mirip , aku akan cari cara untuk menyingkirkan dia ." ucap Arga 0ada langit yang gelap . Itu janji Arga pada istrinya yang di mana raga dan jiwanya telah tiada . Bahkan bayangan nya pun telah tiada lagi .
Arga siang hari harus pergi ke kantor , sore hari harus ke makam istri dan keluarganya , malam harinya ia harus merayakan ulang tahun putrinya . Ia tidak memberi tau kapan kepergian mamanya agar tidak berkecil hati karena mamanya pergi demi melahirkan nya .
Arga berusaha memejamkan matanya . Berbagai cara ia lakukan sampai pagi menjelang matanya tidak mau tidur . Terpaksa arga tetap harus berangkat ke kantor .
***
Angel mengerutkan keningnya saat melihat mata panda pada diri Arga Bos galak dan dingin kesayangan nya hari ini begitu lesu tiada semangat .
__ADS_1
"Apa ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan aku ya ." gumam Angel . Sambil geleng kepala .
"Tidak ada , memang pekerjaan dia padat tapi ini sudah kerjaan dia setiap hari , tidak mungkin ini yang membuat dia seperti ini . Memang dia Gila kerja, kira kira ada apa ya ." lanjut Angel dalam hati .
"Selamat pagi pak Arga ." sapa Angel .
"Hemm ." sudah biasa Arga menjawab sapaan Angel seperti itu . Tapi bagi Angel kali ini ada yang berbeda , seperti ada nada terluka dalam intonasi suaranya .
"Apa saya perlu buatkan kopi untuk bapak ." tanya Angel .sebagai sekretaris ia harus inisiatif dan cekatan . Kejadian kemarin tidak boleh terulang lagi . Dan akan jadi peluang untuk Arga memecatnya .
"Tidak usah ," ucap Arga memakai mata pandanya menatap Angel dengan tatapan tegas . Dan ucapan yang ketus . Tidak lagi lesu dan lemah . Angel menelan ludahnya dengan kasar .
"Apa lagi yang salah dengan diriku ." tanya Angel pada diri sendiri . Ia sudah sangat mengalah kepada Arga . Kalau bukan karena cinta ia sudah hengkang dari perusahaan itu sejak dulu .
"Kamu sebaiknya kembali ke meja kerja mu kembali , Angelia . Saya sangat terganggu dengan melihat wajahmu itu ." ucap Arga .
Angel mengigit bibir bagian dalam nya saat mendengar ucapan itu dari mulut Arga .
"Baiklah ." gumam Angel dalam hati . tidak ada gunanya ia memaksa Arga . Angel membungkuk sedikit menghormati arga sebelum pergi , dan kembali ke meja kerjanya , meninggalkan Arga yang tidak memperdulikan dirinya .
__ADS_1
Arga menyandarkan kepalanya di kursi kebanggaan nya . Ia memejamkan matanya sembari menghadap ke langit langit kantornya . Hari ini benar benar hari yang paling berat untuknya .ia juga sangat mengantuk karena semalam ia tidak bisa tidur sama sekali . Di setiap tahun nya di hari ini mengingatkan nya pada hari kehilangan itu dan sangat menguras seluruh jiwa raga dan tenaganya .