
"Kamu ke Bali bukan untuk bekerja kan tapi menemui wanita itu ." ucap Nisa . Angga menarik nafas nya dalam dalam . Ia butuh stock kesabaran untuk berargumens dengan istri yang kadang keras kepala itu .wanita yang ia nikahi be erapa bulan ini .
"Apa kamu tidak mengenali suamimu sendiri Nyonya putra abadi ." tanya Angga .
"Apa maksudmu ? ." tanya Nisa .
"Jelas jelas laki laki yang ada di foto itu adalah editan , bukan aku suamimu ." ucap Angga .
"jelas jelas vidio itu di kirim dari nomer ponsel kamu . Apa itu kamu yang edit , untuk apa "kekeh Nisa dengan senyuman yang miris . Angga mengambil ponselnya Nisa dan kembali mengecek kebenaran nya . Ya benar vidio berdurasi 3 menit itu di kirim dari nomer ponselnya .
"ponsel dan koper aku hilang , kemarin pagi saat kami akan pindah hotel ." ucap Angga .
"Berbohong lah terus ."ucap Nisa tidak percaya .
"Aku serius nisa , Aku dan Andrean mau pindah ke hotel yang dekat dengan bandara , karena kami berencana akan pulang ke Batam pagi pagi . Tapi taxsi yang kami tumpangi langsung melaju tanpa menurunkan koper aku ."ucap Angga .
"Aku tidak percaya ." ucap Nisa dengan tegas . tidak mau semudah itu percaya dengan Suaminya begitu saja .
"Oke ." Angga mengangguk .
"Ya memang mungkin kita harus berpisah untuk sementara waktu . " Angga menatap wajah Istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan . Angga kemudian keluar dari.kamar Nisa tanpa mengucapkan sepatah kata pun .ia menutup pintu kamar Nisa sedikit keras .
Angga menuruni tangga dengan ponsel di telinga nya ia mendapat kabar dari andrean , kalau orang bayaran nya untuk melacak keberadaan sopir taxsi , karena Angga sudah curiga dengan sopir taxsi seakan swngaja membawa kabur kopernya . Dan kini telah di ketahui keberadaan nya . Dan mengabari kepada Andrean .
"baiklah kita ketemu di kantor saja ." ucap Angga .lalu mematikan ponsel nya secara sepihak .
"Ayah , bunda ." sapa Angga kepada kedua mertuanya yang sedang duduk ngobrol di ruang tengah .
"Angga , kapan kamu pulang nak ." tanya Ardy . Sambil melipat koran yang ada di tangan nya .
"Pagi.tadi yah ." ucap Angga sambil menyalami kedua mertuanya dengan sopan .
__ADS_1
"Apa kamu sudah bicara dengan Nisa ." Tanya Ardy
"Apa Ayah juga tau tentang vidio itu ." tebak Angga .Ardy mengangguk . Angga menarik nafas dalam .
"Tentang vidio itu aku juga baru tau Yah . Tapi Ayah dan bunda tidak mungkin kan percaya dengan vidio itu . Kalau Ayah dan bunda juga percaya maka masalah akan semakin rumit ." ucap Angga .
"Ayah tau mana yang asli dan mana yang palsu . Cepat kamu pergi cari buktinya , yakin kan istrimu juga istri ayah mu ini ." ucap Ardy yang melirik istrinya yang masih saja cemberut .
Angga menatap Ayah mertuanya dengan haru . Karena Ardy begitu pengertian .
" Teeimakasih banyak atas pwngeetian Ayah , Angga janji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat ." ucap Angga .
"Iya itu memang harus , kalau tidak cepat . Nanti keburu putri Ayah mencari suami baru ...
"Tidak akan ." ucap Angga dan langsung berdiri tegap .
"itu tidak akan terjadi ." ucap nya dengan serius . Angga segera berpamitan pada Ardy dan Tiara menuju kantornya .
"Tunggu aku sayang , beri aku waktu paling lama seminggu . Aku akan menemukan pelaku nya . "ucap Angga . Kemudian Angga masuk ke dalam mobil nya .meninggalkan halaman rumah mertuanya .
Angga telah sampai di gedung kantornya .iya buru buru turun dari mobil dan melemparkan kuncinya kepada satpam kantornya agar di parkir dengan baik .Angga hanya mengangguknseadanya saat di sapa oleh karyawan nya .
Andrean berdiri saat melihat kedatangan Angga , ia menunggu Angga di lobby kantor .
"Selamat pagi Bos ." ucap Angga sambil menyodorkan berkas yang Angga minta .tapi Angga tak mau menerima dan langsung jalan .
"Kita bicara di dalam ruangan saya ." ucap Angga . Yang langsung jalan menuju lief ia tidak ingin basa basi . Hari ini karyawan merasa Angga tidak ramah seperti biasanya , dingin dan datar .
"Bagaimana hasilnya ." ucap Angga saat mereka memasuki kantor , ruangan kerjanya di lantai paling atas gedung itu . Tangan Angga mengepal saat mengingat vidio yang di kirim ke ponsel istrinya . Dan membuat Nisa sakit hati . Ia janji tidak akan mengampuni siapa pun pelakunya .
"Sopir taksi itu bukan sopir tetap , dia hanya mengantikan sahabatnya yang sedang sakit ." jawab Andrean memulai laporan nya .
__ADS_1
"Lalu ." tanya Angga tidak sabar .
"Dia akan mengembalikan ponsel dan barang barang kita besok Bos , dia akan mengirimnya lewat ekspedisi ." jelas Andrean , sambil mengulurkan bekas ke hadapan Angga biar dia baca sendiri .
Andrean sendiri juga kehilangan cincin kaqin yang ia beli dari Bali .akhirnya sekarang ia juga bisa bernafas lega , karena barang barangnya akan kembali lagi ke tangan nya .
"Masalahnya belum selesai ." ucap Angga sambil meremas lembaran kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah .
"Apa masih ada hal yang lain Bos ." tanya Andrean curiga .
"Saya ingin bertemu dengan sopir taksi itu sekarang juga , serta biodata silsilah keluarganya ." ucap Angga datar dan dingin .
"Suruh orang orang kita membawa dia ke mari sekarang juga ." tambah Angga dengan nada tegas , Andrean mengangguk dan segera keluar menghubungi orang orang bayaran Angga yang masih ada di Bali .
Angga mengusap wajahnya dengan kSar . Ia tidak pernah menyangka kepulangan nya dari Bali akan mendapatkan kejadian seperti ini . Ia mempercepat kepulangan nya dengan harapan sampai di rumah ia bisa memeluk istrinya dan menghabiskan waktu seharian berduaan di kamar .
Tapi apa yang ia dapatkan hanya kekecewaan dan sakit hati yang di rasakan oleh istrinya . Luka yang ia di lihat di mata istrinya juga ikut melukai hatinya .
"devina jika aku mengetahui kamu dalang di balik ini semua . Maka aku akan menghabisimu ." geram Angga dalam hati .dan meninju meja kerjanya dengan keras untuk meluapkan amarahnya .
***
Angga keluar dari ruangan kerjanya , menemui kedua Ayah nya di restoran dekat kantornya .
"Bagaimana keadaan Nisa yah ."tanya Angga kepada Ayah mertuanya yang sedang duduk di hadapan nya .
Ardy dan Dimas sengaja datang untuk menemui Angga , ikut prihatin dengan masalah yang di hadapi oleh rumah tangga anak anaknya . Mereka datang dengan membawa kan bantuan bila Angga membutuhkan nya .
"Dia pasti tidak baik baik saja , bagaimana bisa baik , mendengar perselingkuhan suami yang sangat di cintainya ." ucap Ardy santai sambil minum jus alpokatnya .
"Dia belum keluar kamar dari pagi tadi hingga sekarang ." tambah Ardy lagi ,
__ADS_1
Angga menarik nafas dan menghembuskan nya dengan pelan . Ia sangat cemas dengan keadaan istrinya di tambah sekarang sedang mengandung .ingin rasanya ia berlari saat itu juga , tapi ia harus menahan nya hingga masalah itu selesai .