Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
243


__ADS_3

"Masuk Mi ." ucap Arga dan bangkit dari.kursi kerja nya menuju ke sofa . Walau bagaimana Arga harus tetap menghormati dia sebagai kekasih papinya .


"Duduklah Mi , ada yang ingin Is Mi sampaikan ." tanya Arga


"Hah..ismi sangat bahagia , dulu setiap masuk ruangan ini terasa berada dalam sebuah lubang buaya , sesak susah bernafas ." ucap Anis .


"maaf Mi , hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menjaga hati ini ." ucap Arga .


"IsMi tau ,siapa tau nasib , jodoh dan kematian hanya Alloh , kita sebagai umat hanya bisa berandai andai . Tapi Ismi bahagia kamu telah berubah banyak , swring sering lah tersenyum biar hari harimu bahagia ." ucap Anis .banyak ia bercerita kepada Arga untuk membuat hidup sendiri bahagia . Hidup hanya sekali , orang bilang hanya mampir untuk minum , kenapa hidup di buat serumit ini .


"aku usahakan Mi .o iya kapan papi akan halalkan Is mi ." tanya Arga .


"Kebahagian papi dan mamimu ini ada di tangan kamu tau . Papimu tak berani menikah karena merasa mendapat amanah darimu untuk menjaga Aan . Ia takut otak dan hidup.Aan terkontaminasi oleh jalan pikiran seorang ibu tiri .sehingga papimu mengawal kalian hingga halal . Baru papimu bebas ." ucap Anis .


"ya mi , kemarin sudah aku tanya Angel apa dia sudah siap menikah dengan ku , karena dia sudah siap mungkin minggu minggu ini aku akan menemui papi." ucap Arga . Tapi Arga mengerutkan keningnya melihat Anis malah tertawa .


"Aan sudah kebelet nikah dengan mu , sejak pertama kali bertemu kamu tau ." Arga hanya tersenyum mendengar ungkapan Anis tentang Angel .


"O iya bagaimana kabar Rara , dan kamu kenapa tidak mencari sekretaris baru saja , is mi lihat kamu terlalu sibuk tanpa sekretaris . Ismi mau bantu tapi Ismi juga tidak bisa apa apa." ucap anis


"hahaha .. Rara sudah ada kemajuan Mi . Aku bangga dengan ketulusan Aan merawat Rara benar benar tulus seperti anak sendiri . Dan soal kursi sekretaris , aku mau tunggu keputusan Aan . Mau berhenti kerja atau tetap ingin jadi sekretaris .: ucap Arga


Arga memang berharap Angel berhenti bekerja , bukan untuk memanfaatkan Angel untuk mengasuh Indira . Tapi cukup dirinya saja yang bekerja sebagai kepala rumah tangga .


Dan kemarin Arga mempermainkan keberuntungan nya . Dengan meminta Angel untuk mau menjadi istrinya . Dan itu berhasil Arga dapatkan . Dan sekarang Arga juga sibuk merencanakan pernikahan nya dengan Angel .


"Kenapa , Air mata apa ini ." Anis menghapus air mata yang jatuh di pipi Arga . Dengan cepat Arga menangkap dan menggenggam erat tangan Anis .

__ADS_1


"kamu harus kuat , percayalah pasti ada pelangi di balik badai ." ucap Anis .


"Aku merasa kasihan dengan Angel , dia masih gadis dan aku duda anak satu . Tapi dia tidak mau egois di atas penderitaan Indira . Dia cuma ingin menikah di kantor catatan sipil . Sementara dia seorang putri tunggal George pembisnis dari amsterdam . Menikah hanya ada sekali seumur hidup mi ." ucap Arga .


"kamu tidak usah sedih merayakan pernikahan bisa kamu rayakan nanti di aniversari pernikahan kamu nanti , bila Indira benar benar sehat ya ." ucap Anis .


"terimakasih Mi ." ucap Arga .


"sama sama , berusahalah saling percaya , saling menghargai dan saling terbuka , mami percaya rumah tangga kalian akan samawa ." ucap.Anis . Arga mengangguk bahagia .


"Mi pulanglah aku takut papi bertengkar dengan Aan masalah pernikahan ini ." ucap Arga .


"Ohh baiklah ." anis segera pergi meninggalkan kantor menuju rumah Andre . Benar apa yang di pikirkan Arga . Angel putri satu satunya tentu saja Andre ingin pernikahan Angel di rayakan dengan meriah mengundang banyak koleganya .


"Yah , haruskah . Soal perayaan sekarang tidak penting yah . Kita putuskan menikah sekarang , karena mas Arga menghargai aku sebagai anak gadis setiap hari tinggal di rumahnya , tanpa nama dan ikatan , tidak baik di lihat tetangga ," ucap Angel .


"Issss ." protes Andre .


"jangan bilang kamu minta dukungan ku , tapi kamu dengarkan aku . Kamu tidak penasaran anak gadismu selama ini tinggal bersama Arga apa dia masih tersegel ." tanya Anis sambil melirik Angel


"Dia laki laki sejati bu . Sehingga dia ingin menikahi aku sebelum menyentuh aku ." ucap angel tanpa sadar Andre ikut tersenyum .


"kamu tidak tanya laki laki tua . Kenapa aku bisa datang ke sini di jam kerja ." ucap Anis yang menahan marah .


" hahaha....Aku tau pasti Boy ku menyuruh kamu ke sini , dia benar benar sayang dengan putriku ." ucap Andre .


"Salah , dia takut kamu darah tinggi karena pernikahan Angel dengan nya tidak ada pesta ." Andre mengangguk .

__ADS_1


" kamu harus tau kondisi Indira sekarang , dia takut bertemu orang asing .masalah pesta bisa kita lakukan nanti di aniversari pernikahan nya , bisakan ." ucap Anis .


"hah , bagai mana An dengan usul ibumu ." tanya Andre .


"bagus yah , aku setuju ." ucap Angel .


"hemm ," Andre memeluk kedua wanita yang ia cintai bareng bareng . Ia hanya berharap putrinya mendapatkan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya ,Arga dan Indira .


***


Waktu pulang kerja Arga mampir ke rumah Andre untuk menjemput Angel dan Indira .


"Papi ," sapa Arga yang baru datang , setelah menyalami andre juga Anis , Arga duduk di samping angel yang memangku Indira .


"Bagaimana pi , maaf belum bisa memberikan pesta untuk Aan . Tapi Aku harus menikahinya secepatnya , tidak mungkin saya biarkan dia selalu di sampingku tanpa ikatan ." ucap Arga .


"Maafkan papi yang kekanak an .lakukan apa yang ingin kalian lakukan , asal kalian bahagia ." ucap Andre .


Arga sangat berterimakasih pada calon ayah mertuanya . Tidak ia sangka kelemahan dia ada pada Anis . Dia seorang Bos besar tanpa syarat dan perbincangan alot dia mengijinkan dirinya menikahi putri semata wayangnya .


Arga segera membawa Angel dan putrinya pulang . Sepanjang perjalanan mereka tak ada perbincangan . Mereka tengelam dalam pikiran masing masing .


Kini Arga dan Angel sedang berada di kamar Indira . Mereka belum memberi tau tentang pernikahan mereka berdua kepada Indira . Karena mereka berdua masih sibuk mengurus tentang pernikahan mereka dan kepindahan sekolah untuk Indira .


Arga dan Angel saling pandang , mereka tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana .Dulu Indira yang paling bisa mencairkan suasana , tapi kini gadis kecil itu hanya diam dan melamun . Matanya pun tidak mau menatap Arga atau Angel .dia malah menatap lurus ke luar jendela .


"Rara sayang ," panggil Angel .dulu Angel berharap dirinya yang jadi mamanya . Sekarang angel berharap Indira akan bahagia mendengar kabar ini . Angel juga berharap Indira mempunyai semangat juang seperti dulu lagi .

__ADS_1


"Mama Aan ada kabar baik untukmu ." Ucap Angel , Indira hanya menoleh kepada Angel sebentar dan kembali melihat lurus keluar jendela .


__ADS_2