Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
93


__ADS_3

"Mama minta kamu tinggalkan wanita itu , tidak masalah kamu beri dia rumah mewah , uang banyak , mama ingin kamu mempunyai istri yang setara dengan kita ." ucap wulan .


"Aku tidak bisa ma , aku menyayangi Indah dan anak kami ." jawab Rangga membuat wulan semakin marah .


"Mama sudah siapkan calon pasangan untuk kamu yang setara dengan kita . Wanita baik baik berpendidikan tinggi , tidak seperti dia wanita m*****n seperti wanita itu ." ucap Wulan berdiri meraih tasnya dan pergi meninggalkan ruangan Rangga .


Rangga kembali kerja seakan barusan tidak ada yang terjadi , semua keputusan ada di tangan Rangga . Tentang masa depan nya , tidak ada satupun yang bisa mengubahnya sekalipun itu ibu kandungnya sendiri .


...****************...


Pulang kerja Rangga tidak pulang ke apartemen nya . Ia pulang ke rumahnya di mana di dalamnya ada putra dan ibu dari putranya .


Rasa lelah Rangga hilang ketika melihat Indah sedang bermain dengan putranya . Arga sedang aktif aktifnya . Seksrang Arga mulai bisa merangkak Indah dengan telaten menjaganya dari belang mengikuti kemanapun Arga pergi .


"Arga sayang ." panggil Rangga .bayi kecil itu menoleh dan merangkak mendekati Ayahnya yang baru pulang . Arga tersenyum dan bertepuk tangan saat dia berhasil mendekati Ayahnya .


"pinter sekali putra Ayah hemmach ." Rangga meraih putranya ke dalam gendongan nya dan mengecup kedua pipi gembul putra nya .Indah mengambil tas Arga yang masih menyampir di bahu kirinya . Indah meletak kan tas Rangga di sofa dan pergi ke dapur mengambilkan air putih untuk Rangga .


" minumlah dulu ."ucap indah sambil menyodorkan gelas ke tangan Rangga .Rangga menerima nya dan meneguknya hingga habis .


"terimakasih bunda ." ucap Rangga menyerahkan kembali gelasnya ke tangan Indah . Indah terseyum malu mendengar panggilan dari Rangga .


"o iya tiga hari lagi akan ada acara makan malam keluarga . Kamu ikut denganku juga Arga . Aku akan memperkenalkan mu sebagai calon anggota keluargaku . Sekaligus minta restu kepada mereka . kalau kita akan menikah ." ucap Rangga, indah menatap Rangga sejenak .


"Apa yakin kamu akan menikah dengan ku ." tanya Indah tidak percaya diri .


"kenapa tidak ." tanya Rangga .

__ADS_1


"Kita sangat berbeda , bahkan jauh berbeda . Kamu berasal dari orang yang berada , terhormat ,terpandang ,sementara aku..


"Dengarkan aku baik baik , indah . Aku cukup bilang sekali saja . Aku mencintai mu , aku tidak perduli kamu berasal dari keluarga seperti apa , dan asalmu dari mana . Aku telah menjatuhkan pilihan ku , dan pilihan ku adalah kamu , jadi mau tidak mau kamu harus menerimanya ." jelas Rangga .


"bagaimana kalau keluarga kamu tidak bisa menerima kami ." tanya Indah lagi .


"Kamu akan menikah denganku bukan keluargaku , jadi kamu tidak usah perdulikan perkataan mereka ."ucap Rangga .


"yah yah yah nda nda nda ." celoteh an yang keluar dari mulut mungil Arga .


"Lihat Arga saja mendukung aku .Iya sayang Ayah dan bunda akan selalu bersama Arga . Tu katakan pada bunda Agar tidak mundur sebelum berjuang ya ." ucap Rangga minta bantuan pada anaknya .


"Ayo panggil Ayah ." ucap Rangga .


"yah yah .."ucap Arga dengan ekspresi lucu di wajah Arga


"jangan di paksa dia baru berumur enam bulan , boleh kamu bangga anakmu termasuk anak yang cerdas . Udah bisa merangkak , udah bisa panggil yah nda ." ucap Indah .


"Yahhh ." panggil Arga lagi dengan serius .


"iihhh lucu banget sih putra Ayah . Ayah jadi pengen satu lagi kayak seperti mu . Tapi seorang cewek , jadi Ayah cukup punya kamu dan adikmu ." ucap Rangga yang tidak perdulikan ucapan Indah . Malah ia suka meledek Indah . Apalagi wajah Indah sekarang sudah berwarna merah menahan malu . Rangga menahan tawanya melihat Indah .


...****************...


Indah dan Rangga telah selesai makan malam , Arga telah tertidur satu jam yang lalu .mereka sedang duduk di meja makan , indah mengumpulkan piring kotornya dan membawanya ke wastafel .


"Ndah biar di cuci sama mbak nina saja ."ucap Rangga .saat melihat Indah akan mencuci piring di wastafel .

__ADS_1


"ngak papa biar aku cuci , cuma sedikit kok ." ucap Indah .sambil meneruskan pekerjaan nya yang hanya beberapa piring saja . sepuluh menit kemudian Indah sudah selesai mencuci . Rangga masih menunggunya di meja makan .Indah juga duduk kembali di depan Rangga .


Selama beberapa menit mereka berdua hanya diam tidak ada yang angkat bicara .Rangga juga diam , menatap wajah Indah dalam diam , ia ingin mencari rasa yang ada pada dirinya kepada Indah " rasa cinta " mungkin Rangga belum sampai tahap rasa itu , yang ada masihlah rasa ingin bertanggung jawab kepada Indah .tapi tidak di pungkiri Bahwa Rangga punya rasa ketertarikan pada Indah .


"Kamu tidak pulang ." tanya Indah . Mendengar ucapan Indah Rangga merasa dirinya di usir dari rumah sendiri .


"kamu mengusirku .?." tanya Rangga .


" Aku tidak bermaksud begitu ." Bukan maksud Indah untuk mengusir Rangga . Karena selama ia tinggal di rumah baru Rangga , Rangga belum pernah menginap di situ . Indah cuma khawatir kalau Rangga pulang terlalu malam. Karena terlalu banyak kejahatan terjadi di malam hari , akan banyak bahaya di tengah jalan . Ia tidak ingin Rangga kenapa napa , karena sekarang rangga lah tempat nya bergantung dan berbagi rasa .


"Aku ingin menginap di sini ." ucap Rangga tanpa ia rencanakan untuk menginap . Keinginan itu datang dengan tiba tiba .


Indah mengangkat wajah nya menatap Rangga dengan tatapan penuh curiga .


"Kamu jangan memandangku seperti itu , aku tidak punya niat jahat padamu , lagi pula ini juga rumah ku sendiri , aku bebas mau nginap kapan saja di sini ." ucap Rangga , Indah juga tidak bisa untuk menolak , ia hanya diam dan tak lama kemudian ia berpamitan .


"Aku pergi ke kamar dulu ." ucap Indah dan pergi meninggalkan Rangga sendirian di ruang makan .


Mbak nina yang menunggu Arga di dalam kamar pun pamit pergi saat melihat Indah datang . Indah segera membaringkan badan nya di tempat tidur , matanya menerawang ke langit langit kamar . Indah menarik nafas dan menghembuskan nya dengan pelan .


Bayangan suasana makan malam di keluarga rangga lusa muncul di otak nya , membuat jantungnya berdebar sangat kencang . Rasa ketakutan terbayang di kepalanya . Takut keluarga Rangga akan menolaknya .


"Apa yang kamu bayangkan ."


"Akhh ." teriak Indah yang hampir saja melompat dari tempat tidurnya .Indah terkejut tiba tiba Rangga telah berada di samping nya , entah kapan pria itu masuk ke dalam kamarnya .


"Kenapa mau masuk tidak ketuk pintu dulu , bagaimana kalau aku sedang ganti baju ." ucap Indah .jantungnya berdebar lebih kencang mendapati Rangga yang tiba tiba sudah ada di sampingnya .

__ADS_1


"Itu artinya , aku sedang beruntung , karena malam itu aku tidak bisa melihat hanya bisa meraba saja . Tanpa bisa melihatnya dengan jelas ." ucap Rangga . Rangga menatap tubuh indah dengan tatapan yang menggoda .


__ADS_2