Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
215


__ADS_3

Arga telah memantapkan hatinya bila benar benar mencintai Angel. Dan pagi ini ia akan membicarakan nya dengan Indira . Arga meraih Indira untuk duduk di pangkuan nya . Beberapa hari ini ia telah merenungkan nya dan kini keputusan nya sudah bulat mengenai hubungan nya dengan Angel . Selama setahun lebih ia mengenal Angel . Sehingga ia yakin Angel adalah orang yang tepat untuknya .


"Sayang ada yang ingin papa berikan padamu ." ucap Arga kepada Indira .


"Dengan wajah polosnya Indira menoleh menatap papanya ." Apa pa ."tanya Indira .


Arga tersenyum lembut , tapi karena posisi dusuk nya Indira kesusahan untuk menatap wajah papanya . Arga mengangkat indira dan ia letak kan di kursi kosong khusus anak di depan nya . Perlahan Arga mengeluarkan sebuah amplop kecil berwarna putih . Ia tunjukkan kepada Indira .


"Ini apa pa ." tanya gadis kecil itu .


"ini surat dari mama kandung Indira ." ucap Arga .


"Mama , kapan mama menulis surat ini pa . Dan untuk apa ." tanya Indira pada Arga . Yang ia tau sekarang mama adalah Angel tapi Arga hanya menyebut mama kandung .


"Iya ." Dulu Arga akan selalu tersiksa setiap kali akan menyerahkan surat dari istrinya untuk putrinya .beda dengan kali ini ia merasa tidsk sesakit dulu . Mungkin Arga telah ikhlas melepas kepergian istrinya dan menerima kehadiran Angel di kehidupan masa depan nya .


"Mama Aan , mama kandung yang melahirkan kamu , seharusnya ini Papa bacakan untukmu saat ulang tahun mu kemarin , tapi saat itu papa belum siap . Jadi baru sekarang papa bisa berikan ." ucap Arga lembut .


"Sungguh ." ucap Indirandengan mata nya yang berkedip kedip . Sekali lagi Arga mengangguk .


"Kamu dengar ya ,biar papa bacakan ." Arga mulai menyobek amplop itu . Perasaan Arga tak sesakit dulu walau masih terasa sesak di dalam dadanya . Arga mengeluarkan lipatan kertas dari dalam amplop . Saat ia buka lipatan kertas itu harum parfum almarhum istrinya menyeruak dari lipatan surat itu , dadanya terasa sesak dan matanya terasa panas setelah sekian lama melihat kembali goresan tangan istrinya atas surat itu .


"Angela ." lirih Arga .ia sudah mencoba untuk tegar . Dan dirinya mampu melakukan itu walau mulutnya masih menyebut nama Angela dengan lirih .


"hem harum , pa seperti farfum yang pernah di pakai oleh mama ." ucap Indira sambil menikmati aroma parfum itu . Arga terkekeh mendengar itu .

__ADS_1


"iya sayang ini parfum kesukaan mama kamu saat mengandung kamu tiga bulan . Semenjak mamamu mencium harum parfum ini , mama tidak akan mual .tapi tunggu , tadi kamu bilang seperri parfum yang di pakai oleh mama ." tanya Arga sambil mengerutkan keningnya .


"Iya , saat mama bilang , papa masih marah dengan mama jadi ngak bisa menemui Rara terang terang di depan papa .dan suatu hari mama ambil cuti dan bawa Rara dan sus monic jalan jalan ke ancol , dan mama pakai parfum ini . Dan ini juga parfum kesukaan Rara saat Rara masih ada dalam perut Mama ." jelas Indira .


Arga teringat dengan Angel di mana dia mengambil cuti ." ternyata dia membawa Indira pergi bermain ke ancol , dengan membohongiku , sengaja mengirim foto kemesraan dengan Johan . Tapi kenapa selama di sampingku Angelia tidak pernah memakai parfum ini ." gumam Arga dalam hati .


"Sayang , mama cerita apa lagi kepadamu , sat mengajak kamu jalan jalan ." tanya Arga memancing kejujuran dan ketulusan Angel .


"Papa , papa harus tulus mencintai mama , jangan karena mama sangat mencintai Rara , jadi papa terpaksa menerima mama lagi ." ucap Indira . Arga mengerti maksud ucapan Angel pada putrinya .


"Baiklah . Besar nanti Rara mau pakai parfum seperti mama pa ."ucap Indira selanjutnya .ia benar benar merasa menyukai parfum itu .


"Boleh ya pa ." tanya Indira lagi .


"Indira suka ." tanya Arga .


"Baiklah tunggu Indira besaran dikit nanti papa belikan yang banyak ." jawab Arga .


Indira sangat senang kembali sejak kehadiran Angel dan mencium Aroma Parfum ini di diri Angel ia bertambah nyaman .


"Baiklah kita baca dulu surat dari mama dulu ya ." ucap Arga .mulai membuka kertas surat dari Almarhumah Istrinya itu .


"Hai sweet heart mama Aan ."


"Angela Indira putri abimana lady Rara nya mama Aan .

__ADS_1


Mama percaya hari ini kamu dah besar bisa berlari lari bersama papa . Mama juga percaya dan berharap , pertama kali wanita yang kamu panggil mama adalah mama kamu yang sesungguh nya .


Sayang maafkan mama ,tidak bisa menemanimu hingga dewasa .mama hanya sebagai perantara , pernah mama hampir gagal melahirkanmu sayang , beruntung Alloh mengirim seorang Angel untukmu , hingga mama bisa melahirkanmu .


Saat kamu berumur tiga bulan dalam kandungan mama dia datang memberikan darahnya untukmu . mama berharap kelak dia menjadi mama masa depanmu .


Dia menitipkan do'a lewat nama untukmu ,Indira dan dia juga ingin memanggil mu dengan panggilan Lady rara . Mama juga berharap kalian di pertemukan oleh takdir , karena itu yang dia minta . Parfum yang kamu cium hari ini adalah parfum mama Aan mu .karena dengan parfum itu kamu bisa tenang dalam kandungan mama .


Sayang mama sekali lagi minta maaf , mama sangat mencintaimu , semoga kamu dan mama Aan segera bertemu . Bila bertemu berbaktilah anggap dia adalah mama .


Semoga papa juga bisa menerima dan mencintai mama Aan mu .cinta dan kasih sayang mama ada bersamanya .


Sayang I love you lady Rara .Dari mama yang selalu mencintaimu .


***


Haru membiru hati Arga . Bahagia dan luka menyelimuti dada Arga , mengingat penolakan demi penolakan yang pernah ia berikan pada Angel , yang ternyata dia telah banyak berkorban untuk anak dan istrinya , dimana mereka bertemu sebagai orang asing . Dan mungkin saat ini darah yang mengalir di tubuh putrinya juga ada darah dia .Tanpa sadar air mata Arga menetes dan di hapus oleh putrinya .


"Apa Papa juga bahagia , membaca surat dari mama ." tanya gadis kecil itu .


" ya Papa bahagia ,Apa putri papa juga bahagia , apa putri papa ingin papa menikahi tante angel sebagai mamanya Rara ." tanya Arga .


"Benarkah , Angel akan punya mama yang akan menemani Angel tidur dan bermain setiap hari ." tanya Indira .


"Iya sayang , tapi kalau tidur boleh tapi saat mau tidur saja mama menemani Indira . Indira kan sudah besar berani tidur sendiri ." ucap sambil menarik hidung putrinya gemas .

__ADS_1


Indira meraih surat dari mama kandungnya , ia cium surat itu dan ia dekap erat erat ." Rara juga sayang dan mencintai mama , Rara juga akan mendengarkan kata kata mama , jadi anak yang patuh dan berbakti ." ucap Indira dengan senyum lucunya sambil menatap ke atas langit lagit dengan mata terpejam .


__ADS_2