Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
142


__ADS_3

"Kasihan Arga ." lirih Angel tanpa sadar . Diam diam Anisa tersenyum tipis .


"Kamu masih mau sama pak Arga , An ." Bukan lagi rahasia kalau Angel menyukai Arga . Karena terang terangan Angel mengungkapkan perasaan nya .


Angel menghela nafas beratnya ." Aku sudah jatuh cinta , Nis .ngak mudah untuk melupakan ." ucap Angel jujur . Nisa menghentikan pergerak kan tangan nya yang akan menyendok nasi . Nisa meletak kan sendoknya ke atas piringnya lagi , ia melihat raut wajah Angel yang sungguh sungguh menyukai bosnya itu .


"kalau begitu perjuanganmu masih panjang dan berat ,An . Karena kamu juga tau alasan nya kenapa pak Arga susah di dekati oleh wanita ." ucap Nisa .


Angel mengangguk kembali , benar kata Nisa ia memerlukan waktu yang panjang untuk menaklukkan bos mereka untuk jatuh cinta padanya .


"Terimakasih ya Nis , atas semangat dan dukunganmu , maukah kedepannya kamu jadi teman curhat aku ," ucap Angel .


Angel telah berubah dari sedih jadi bersemangat .Anisa juga tidak bisa menolak , sejak awal Angel masuk melamar kerjaan ke kantor , Anisa sudah kagum dengan Angel . Angel gadis yang baik dan pantas untuk di semangati dan di beri dukungan . Karena tidak pernah mengeluh , apalagi menyerah menghadapi sikap pak Arga .


Anisa mengangguk sambi tersenyum ."An , apa pernah pak Arga mengatakan atau mencemooh kamu ." tanya Anisa .


"Ya pernah sekali , dia tak ingin melihat wajahku ." ucap Angel .


"kamu tau kenapa ." Angel menggelengkan kepalanya .


"pertama kamu masuk aku sempat terkejut , melihat namamu , tatapanmu , senyumu , nama panggilan kamu . Semua mirip dengan Almarhum istri pak Arga .


bibir Angel membola seketika .ia tidak percaya mendengarnya . sempat Angel berpikir mungkin kah dirinya kembaran Angel . Orang bilang di dunia masing masing punya kembaran tujuh yang tersebar di berbagai tempat .


"mungkin kamu wanita yang di kirim oleh almarhum untuk menjaga dan menyayangi pak Arga dan nona muda ." tambah Nisa .


***

__ADS_1


Angel kembali dari makan siang . Pertama kalinya Angel membelikan makan siang untuk Arga . Arga terkejut melihat Angel menyodorkan bekal untuknya .


"Apa ini ." tanya Arga menunjuk bekal dari Angel pakai dagunya . Angel merasa malu malu , ini baru pertama kalinya hati Angel gelisah padahal selama ini ia tidak perduli jadi malu maluin .


"Tumben ." gumam Arga dalam Hati . Ia menjadi curiga kepada sekretarisnya .


"makan siang untuk bapak ." ucap Angel .


"ekhem , bapak jangan salah paham . Aku cuma kasihan sama perut bapak , waktunya makan siang , tapi bapak masih berat dengan pekerjaan bapak ." ucap Angel .


Bukan Arga tidak mengerti jam makan siang , dan maksud ucapan Angel , Yang jadi masalah adalah kenapa Angel tiba tiba membelikan makan siang , tidak biasa biasanya sekretarisnya itu membelikan dirinya bekal makan siang . Ini tidak seperti biasanya , meski Angel sering memberinya kejutan kejutan lain nya .


" maksudnya kenapa kamu bawain saya makan siang segala .? Biasanya juga engak . Biarpun saya mau lembur kalau tidak saya pinta , kamu juga tidak akan berani kamu lakukan ini pada saya ." tanya Arga .


Angel membenarkan ucapan Arka ," lantas apa yang harus aku ucapkan pada Arga . Sebagai alasan dalam kondisi seperti ini . Haruskah aku mengatakan alasan yang sebenarnya pada Arga ,"gumam Angel dalam hati .


Angel menggelengkan kepalanya , ia tidak boleh katakan itu pada Arga yang hanya akan membuat Arga semakin membencinya dan tidak mau memakan makan siang yang ia bawa . Arga pasti tidak mau nama istrinya di bawa bawa .


"Astaga , pak Arga , apa segala sesuatu harus ada alasan nya . Saya ngak punya maksud apa apa , aku hanya kasihan sama bapak , bener pak ." ucap Angel tetap dengan alasan awal .


"kalau bapak tidak mau juga tidak apa apa , biar saya makan sendiri lagi . Walaupun sebenarnya perutku dah kenyang , dari pada mubazir ." ucap Angel sambil pura pura akan mengambil kembali bekal yang dia sodorkan ke Arga tadi .


"Eh jangan , kan sudah kamu berikan pada saya , pamali kalau kamu ambil lagi ." ucap Arga sambil meraih bekal itu sebelum di ambil lagi oleh Angel .


"Terimakasih ." ucap Arga yang memang sebenarnya ia sedang lapar .Angel memamerkan senyum manisnya .


"Sama sama pak ." ucap Angel . Ia pergi kembali ke mejanya setelah memastikan Arga makan siang dengan tenang . Angel sangat bersyukur tadi mempunyai inisiatif untuk membelikan makan siang untuk Arga . Ia percaya Arga pasti masih menyibukkan diri dengan pekerjaan nya .

__ADS_1


"Angelia ." Angel segera menghampiri Arga kembali setelah dapat panggilan dari Bosnya .


"Ya pak , ada apa ." tanya Angel .


"Tolong buangkan ini ke tempat sampah ." ucap Arga minta tolong buangkan bungkus nasi yang bawa Angel tadi , telah habis ia makan tanpa sisa . Angel sangat bahagia melihat semua itu .


Angel mengangguk kan kepalanya dan segera membereskan bungkus nasi di meja Arga . Baru saja Angel akan membalikan badan , Arga telah memanggil namanya lagi .


"Iya , pak ." jawab Angel . Arga kembali ke mode semula , melipat kedua tangan nya di depan dada dan menatap Angel dengan tatapan menyebalkan seperti biasa .


" lain kali tidak usah belikan saya makanan lagi , saya bisa sendiri . Saya makan apa yang kamu bawa tadi , karena saya merasa tidak enak sudah merepotkan . Paham ." ucap Arga .


Angel tidak terkejut mendengar ucapan Arga seperti itu , bagi Angel kalau tidak bisa dengar kata kata seperti itu dari Arga bagai sayur tanpa garam .


"Merepotkan ." gumam Angel dalam hati , Dari pada beradu mulut dengan Arga lebih baik Angel mengangguk saja yang penting Arga dah kenyang .


"Baik terserah bapak Arga yang terhormat saja ." jawab Angrl


tapi Arga mendengar tiada kecerewetan dari Angel , Arga mengeraskan rahangnya . Ia ingin memprotes Angel tapi Angel dah keburu pergi meninggalkan nya . Bukan karena apa , Arga menemukan sedikit kebahagiaan di wajah Angel , ia merssa bersalah kepada Almarhum istrinya . Ia berpikir tidak seharusnya dia membuat wanita lain bahagia . Padahal buat orang bahagia adalah sodaqoh .


Angel kembali ke ruangan dan mendapati Arga kembali mengabaikan .Angel juga tidak mengapa , ia mengendikan bahunya karena itu dah biasa ia dapatkan dari Arga . Ia tidak menjadikan itu sebagai beban pikiran nya . Semuanya akan baik baik saja dengan seiring berjalan nya waktu .


Angel juga melakukan apa yang di lakukan oleh Arga . Yaitu menyibuk kan diri dengan berkas berkas nya yang ada di mejanya . Hingga jam kerja selesai . Setelah jam pulang kerja tiba . Angel pergi menghampiri Arga .


"Ayo pak ." ajak Angel .


Arga mengerutkan keningnya mendengar apa yang di ucapkan oleh sekretarisnya . Ia berpikir .maksut Angel Ayo , Ayo kemana .

__ADS_1


"Loh kok bapak jadi bengong , tadi bukankah bapak yang ajak saya ketemu dengan Lady rara ." ucap Angel menginggatkan Arga


__ADS_2