
Mendengar ucapan bundanya , Nisa merasa bersalah merahasiakan sesuatu dari bundanya . Tapi ia belum siap untuk bercerita . Mungkin nanti saat hati nya sudah sedikit membaik .
"Iya bun ." jawab Nisa .
"O iya , nanti sore bunda akan berangkat ke jerman temani Ayah kamu menemui klien nya ." ucap Tiara .
"iya ,bukan nya kemarin bunda juga sudah bilang ." ucap Nisa .
"Ya bunda cuma ngingatkan kamu aja . Siapa tau tiba tiba kamu cari bunda ." ucap Tiara bercanda . Karena ia sangat tau putrinya dalam problema hati .
"Apa bunda dan Ayah ingin Nisa antar ke bandara ." ucap Nisa sambil duduk di tepi ranjangnya .
"Tidak usah Ayah dan bunda biar di antar sopir saja ."jawab Tiara .karena Tiara tau di awal bulan bulan putrinya sangat sibuk dengan urusan butiknya .
Sore itu Nisa bersikekeh untuk mengantarkan kepergian Ayah dan bundanya .karena kali ini Ayah dan Bundanya akan pergi selama dua minggu di jerman . Meninggalkan dirinya seorang diri di rumah yang besar itu .
Setelah pulang dari bandara Nisa mampir ke kontrakkan kecil dan sempit punya sahabatnya Angi .
"Kamu tidak ingin pindah ke rumah yang lebih besar ngi ." tanya Nisa . Ini pertanyaan Nisa yang ketiga kalinya . Dengan pertanyaan yang sama .
"Cepat pulang sana , nek kowe gak nyaman nek kene . Nyapo we rene .(kalau kamu tidak nyaman , kenapa kamu datang ) "ucap Angi dengan bahasa jawa ia tau Nisa tidak sungguh sungguh menyuruhnya pindah . Ia tau sahabatnya itu pasti sedang ada masalah .
Nisa tertawa lebar mendengar ucapan Angi yang tidak ia kenal dan pahami .
"Sensi banget yang lagi patah hati ." ucap Nisa . Karena Nisa juga tau kalau Angi sedang putus dengan kekasihnya si duda kaya raya beranak satu itu .
"Emang kamu juga ngak lagi patah hati ." ucap Angi menggoda . Angi dan Nisa saling pandang .ya kedua wanita itu sama sama sedang patah hati .
Tak lama kemudian terdengar suara tangis Angi ." Rasanya sakit sekali., di saat dia tidak mempercayaiku sama sekali hiks .." ucap Angi . Sambil mengusap Air matanya dengan kasar . Dia juga menepuk dadanya yang terasa sesak saat mengingat pertengkaran nya dengan pria yang ia cintai .
__ADS_1
Nisa melihat teman nya itu dengan iba , walau sebenarnya dirinya juga sakit hati kepada Dewangga . Namun ia tau Angi lah yang paling sakit . Di antara mereka berdua , apalagi teman nya itu sangat dekat sekali denga josua anak dari pria itu .
"Masih banyak pria yang lain yang lebih baik untuk kita berdua . Kedua pria itu sudah tidak bisa kita harapkan lagi ." ucap Nisa ingin menghibur teman nya .
"Aku ingin melupakan dia ." bisik Angi dengan suara lemah ..
"Aku juga , aku ingin melupakan laki laki.tidak bertanggung jawab itu ." ucap Nisa sambil menatap Angi dengan pasti .
"Aku tau satu tempat yang bisa buat kita melupakan mereka , walau hanya sejenak ." ucap Nisa . Angi ragu menatap Nisa mana mungkin ada yang seperti itu , sementara di alam tidak sadarnya pun ia masih saja mampu mengingat jonsen lee .
"ayo ikut aku , tapi sebelumnya kita harus ganti baju dulu ." ucap Nisa .
Dan akhirnya mereka sampai.di sebuah club malam . Di depan sebuah club malam terlihat sangat padat dan sesak .
"Night club ." ucap Angi ragu . Nisa mengangguk .
"Baiklah aku akan lakukan apa pun untuk melupakan laki laki itu ." ucap Angi dengan semangat .
Nisa dan Angi duduk di kursi VIP yang di pesan oleh Nisa . Selain membuat mereka nyaman berada di sana ., juga jauh dari jangkauan laki laki hidung belang yang akan menganggu mereka .
Di meja telah tersedia sepuluh botol vodka . Nisa memberi tantangan kepada Angi . Masing masing minum Lima botol . Angi hanya mengangguk kan kepala . Karena tujuan nya hanya satu benar benar bisa melupakan Jonsen yang telah mendarah daging di ingatan dan hatinya .
Mereka menuang minuman keras masing masing ke dalam gelasnya . Nisa yang sudah tau tata cara minum minuman keras yang benar , hanya menuang setengah gelas .dan meminumnya sedikit sedikit penuh dengan elegan .
Berbeda dengan Angi yang benar benar nol mengenai minuman keras . Ia menuang penuh gelasnya dan meneguknya sekali teguk habis .
"Aaakh ." pekik Angi yang merasakan tengorokan nya panas seperti terbakar .
"ck , minum nya bukan begitu sayang ,gini pelan pelan sedikit sedikit , kita nikmati malam ini ya . Lihat di sudut sana ada seorang pria tampan selalu memandang ke sini ." ucap Nisa . Sebenarnya laki laki yang di pandang Nisa tidak lain dan bukan adalah jonsen .pria yang di cintai oleh Angi , yang belum pernah Nisa temui juga .
__ADS_1
Angi mengikuti arah telunjuk tangan Nisa . Mata Angi melotot saat ia melihat dan mengenal salah satu dari pria yang ada di gerombolan itu .
Nisa tersenyum menyalah artikan bahasa mata Angi .
"Sebuah kebetulan yang menguntungkan bukan ." gumam Nisa . Nisa melihat Angi yang melamun dan tatapan penuh kesakitan melihat ke arah pria itu .
"Jangan hiraukan dia , kita datang ke sini untuk melupakan dia , bukan meratapi dia ." ucap Nisa yang di angguki oleh Angi . Kemudian angi menuang lagi minuman nya hinga tak terasa ia telah menghabiskan tiga botol vodka .
Nisa juga tidak mau kalah dia juga telah menghabiskan lima botol vodka . Dan sekarang ia merasakan kepalanya sangat ringan hingga seperti ingin terbang melayang layang .
"Angi .."lirih Nisa dengan suara serak .
"hemm ." jawab Angi . Angi telah meletakkan kepalanya di tepi meja . Ia sudah tidak sanggup , bahkan hanya untuk mengangkat kepalanya . Keduanya sudah tidak berdaya di meja itu .
Lama mereka berdua saling diam dalam keadaan mabuk . Tak lama kemudian jonsen datang mendekat dan melepaskan jasnya untuk menutupi bahu Angi . jonsen melihat Angi semenjak baru memasuki club .
"Nis lihatlah , bahkan di saat aku tidak sadarkan diri pun aku tetap melihatnya ." Angi menunjuk jonsen dengan jari bergoyang goyang .
"Ayo saya antar kamu pulang ." ucap Jonsen .
"Tidak mau , aku tidak mau sama kamu lagi ." tolak Angi , namun ia tidak bisa melawan pegangan jonsen .
"Lex antar dia pulang ke rumahnya ." ucap jonsen kepada asisten nya yang bernama Alex .
"Siap Bos ." jawab Alex dengan patuh .
Jam malam telah menunjuk kan pukul sebelas malam . Angga terbangun karena ada orang yang mengedor pintu rumahnya dengan keras sekali . Dia beranjak dari kamar meninggalkan ranjang nya yang dia rasa sangat nyaman sekali .
Angga melangkah menuruni tangga dengan kepala sedikit pusing karena di paksa banhun dengan tiba tiba .
__ADS_1