
Ada segerombolan pengunjung pria pria muda di meja bagian pojok itu . Rangga mengangkat tangan nya memanggil pelayan pria .
"Gantikan , pekerjaan dia ." ucap Rangga pada pelayan yang telah ada di sampjng nya . Rangga melihat ke tidak nyamanan Indah karena godaan dari para pemuda pemuda itu .
"Baik pak ." ucap pelayan itu . Kemudian Rangga pergi meninggalkan restoran menuju ke kantor teman nya yang bekerja sebagai detektif swasta yang bernama nando itu .
***
"Bagai mana hasilnya ." tanya Rangga to the point .saat telah sampai.di ruang kerja Nando .
"Setidaknya kalau mau masuk ke ruangan orang itu ketuk pintu dulu Bos ." ucap Nando dengan jesal , Nando langsung menutup laptopnya , ketika melihat Rangga masuk ke dalam ruangan nya .
"Apa yang sedang kamu lakukan ."tanya Rangga penasaran , karena melihat wajah Nando memerah .
"Bukan apa apa ." ucap Nando menutup laptopnya dengan tumpukan berkas berkasnya . Rangga mengangkat alisnya sambil terkekeh .
"Ini masih siang Bro ." ucap Rangga sambil menggelengkan kepala nya . Nando hanya mengangkat bahunya cuek .
"Jadi apa yang kamu temukan ." Tanya Rangga mengulangi lagi pertanyaan nya .
"Dasar tidak sabaran ." sungut Nando . Dia kemudian mengambil berkas dari dalam laci mejanya . Dan memberikan nya pada Rangga .
"Dari hasil penyelidikan aku , Indah belum pernah berkencan atau punya pacar . Satu satunya laki laki yang dekat dengan nya hanyalah widodo ."ucap Nando .
"Siapa pria itu ." tanya Rangga .
"Abang kandung dia . Dan sekarang dia sudah menikah ."jelas Nando .
"Lalu siapa Ayah kandung bayi itu ." Tanya Rangga lagi .
"Ya kemungkinan besar Ayah dari bayi itu adalah kamu , kalau ingin lebih akurat ,lakukan saja tes DNA ."jelas Nando .
__ADS_1
"Terus apa yang akan kamu lakukan , kalau bayi itu ternyata benar benar darah daging kamu." tanya Nando penasaran . karena Rangga yang dia kenal selama ini tidak begitu menyukai anak kecil . Dia lebih memilih menghindari anak kecil , karena menurutnya anak kecil itu berisik .
"Tidak tau ." jawab Rangga . Karena dia belum memikir kan matang matang . Bila bayi itu benar benar darah dagingnya .
***
Hari memang sudah larut malam , restoran juga pasti sudah tutup . Sekarang Rangga telah berdiri.di.depan rumah Indah . Ia ingin melihat bayi itu sekali lagi , ia ingin memastikan dan mendapatkan rambutnya untuk memenuhi prosedur untuk melakukan tes DNA , yang ingin dia ajukan nanti .
Rangga mendengar suara tangis bayi . Rangga yang masih berdiri di depan rumah Indah melihat jam yang melingkar di tangan nya . Jam di tangan nya menunjuk kan pukul sebelas malam .
"Apa yang menyebab kan seorang bayi menangis di jam semalam ini ." gumam Rangga
Rangga mendekati pintu rumah Indah . Ia mengetuk pintu tiga kali tapi tidak ada tanda tanda orang yang akan membuka kan pintu . Rangga mengetuk sekali lagi baru terdengar langkah kaki mendekati pintu rumah .
Suara tangis bayi terdengar semakin keras . Rangga melihat gorden rumah Indah tersingkap sedikit . Rangga salut dengan sikap hati hati Indah , dengan tidak bertindak ceroboh , sebelum membuka pintu rumah nya .
"Apa yang bapak lakukan di sini malam malam ." tanya Indah setelah membukakan pintu . Rangga tidak langsung menjawab pertanyaan Indah . Tatapan matanya tertuju pada baju tidur Indah , yang berwarna hitam di buat dari kain sutra Rangga melihat ke sekeliling kelihatan sepi . Lalu dia langsung mendorong Intan masuk ke dalam rumah .
"Saya tadi baru bertemu dengan teman saya yang tinggal.dekat sini . Saat akan pulang , mesin mobil saya tiba tiba mati . Saya minta ijin , Apa boleh saya menginap di sini malam ini .? " tanya Rangga . Itu hanya alasan Rangga yang ingin mendapatkan rambut dari Arga . Sedang Kan mobil Rangga baik baik saja dan ia parkir di parkiran restoran yang buka dua puluh empat jam .
Indah ingin menolak , tapi Indah melihat jam di dinding telah menunjuk kan jam sebelas lebih tiga puluh menit . Kemudian Indah mengangguk .
"Saya tidak punya kamar lagi , selain kamar yang saya pakai dengan Arga . Apa pak Rangga tidak keberatan kalau tidur di ruang tamu ini ." ucap Indah sambil menunjuk sofanya .
"Tidak apa apa , saya tidak keberatan ." ucap Rangga memperjelaskan
"baiklah selamat malam pak Rangga ." ucap Indah langsung masuk lagi ke dalam kamarnya .
"selamat malam ." balas Rangga .
Rangga duduk di sofa , dan matanya sedikitpun tidak mengantuk sama sekali . Satu hal yang membuat Rangga terus bertanya dan tidak menemukan jawaban nya .
__ADS_1
"Mengapa Indah tidak datang mencarinya , apa Indah menganggap percintakan malam itu adalah sebuah pemerkosaan .." Rangga ingat kejadian malam itu memang ia yang memaksa Indah . Rangga juga ingat bagaimana perlawanan Indah malam itu . Walau akhirnya Indah tetap tidak bisa berkutik .
"Bukankah seharusnya Indah datang menemui nya untuk minta pertanggung jawaban nya , tapi kenapa tidak ."pertanyaan 0ertanyaan itulah yang selalu muncul di benak Rangga akhir akhir ini .
"Atau mungkin memang Anak itu bukan anak aku ." gumam Rangga .
"Ini bantal dan selimutnya , untuk bapak ." ucap Indah yang datang membuyarkan lamunan Rangga . Karena Indah meletak kan bantal dan selimut di tangan Rangga .
"Terimakasih , Indah ." ucap Rangga .
"Sama sama pak ." jawab Indah .
"Indah tunggu ." panggil.Rangga . Indah yang hendak melangkah ke kamar nya pun menoleh kembali ke arah Rangga .
"Kenapa anak abang kamu tinggal bersama mu ." tanya Rangga tanpa melihat ke arah Indah . Indah terdiam ,otak nya bekerja keras untuk mencari jawaban .
"I..itu ."..
"Kenapa ." tanya Rangga yang ingin benar benar dapat jawaban yang sesungguhnya , dan jujur dari indah .
"kakak ipar saya sakit , jadi Arga di taruh di sini ." ucap Indah , Rangga mendengus kesal mendapat jawaban dari Indah , Wanita itu yang lagi lagi berbohong . Rangga membaringkan badan nya di sofa tanpa memakai selimut dari Indah .
***
Pagi menjelang Indah telah bangun lebih dulu . Dan ia melihat Rangga masih tertidur nyenyak . Indah juga hanya jalan melewatinya sambil menggendong Arga yang juga sudah bangun .
Dulu Indah selalu bangun jam Lima . Semenjak ada Arga ia selalu bangun jam setengah lima . Karena Arga selalu bangun di jam itu . Dan akan tertidur lagi setelah di mandikan .
Keributan suara pengorengan dan celotehan suara bayi terdengar di telinga Rangga saat ia bangun dari tidurnya .saat membuka mata nya , Arga menebarkan pandangan nya dan menatap ke sekeliling . Baru ia sadar kalau semalam ia menginap.di rumah Indah . Rangga segera berdiri dan mendekati suara yang berisik itu .
"yang tenang dulu ya sayang Bunda masak dulu , jangan menangis ya ." ucap Indah mengajak putranya bicara . Sambil mengaduk masakan nya di atas kompor nya .
__ADS_1
Arga terbaring di Atas kereta bayi.yang ada empat langkah di belakang Indah .