
"Bapak besok pakai apa pak ." tanya Angel sambil mengimbangi langkah kaki Arga . Arga menoleh menatap Angel .
" Apa kamu juga akan mengurusi saya , harus pakai baju apa Angelia ." ucap Arga dingin bagai hidup di kutub utara , wajah datar mrnahan hawa dingin . Angel mencebik kan bibirnya . Padahal ia sudah bersusah payah untuk memutuskan , bertanya atau tidak kepada Arga . Menginggat dirinya sedang dalam mood berpura pura kalau tidak perduli.
Namun dengan kejam Arga menjawab demikian ." kan biar serasi , samaan jadi ngak malu malu in saya nanti pak ."ucap Angel .
"Saya mau pakai apa pun tidak bakal malu maluin kamu Angelia. Saya ganteng dan berwibawa , walau saya seorang singel dady . "jawab Arga semakin ketus . Dan memuji diri sendiri , memang benar yang Arga katakan , Angel juga tak mampu memungkhirinya .
Arga memang ganteng , bahu dan dada yang lebar , sangat cocok dan nyaman untuk bersandar . Garis wajahnya juga sangat menarik di mata Angel . Terlebih benda kenyal yang selalu berkata dingin dan sinis itu . Sangat menggugah Angel untuk meraupnya memakai bibirnya sendiri .
Angel mengelengkan kepalanya , berusaha mengusir pikiran pikiran kotornya yang tidak masuk akal itu .
"Hati hati du jalan pak , sampai ketemu sabtu malam nanti ." ucap Angel saat mereka sampai di lobby perusahaan . Karena mobil jemputan Arga telah menunggu di pelataran perusahaan oleh sopir pribadinya . Arga tak menjawab ucapan Angel ia hanya mengangkat tangan nya sambil jalanmenuju ke mobilnya,.
***
Tidak mudah bagi Angel untuk meluluhkan Hati Arga . Sejak pertama kali bertemu dengan arga , Angel sudah jatuh cinta . Tapi butuh waktu untuk meminang hati laki laki itu . Di tambah setelah ia tau masa lalu Arga yang begitu kelam ,ia benar benar butuh waktu lebih banyak lagi .
"Atau aku harus ikuti ucapan pasa unggu ya , sekalian buat ruqiyah dia ," ku pinang kamu dengan bismillah ." Angel terkekeh sendiri .
Angel tak mudah untuk jatuh cinta maka ia juga tidak akan mudah untuk berpindah ke hati pria lain . Seperti apa yang di tuduhkan Arga , dan berpacaran dengan Johan , Angel tidak semurah itu .
__ADS_1
Angel tidak akan pernah menyerah . Ia memiliki kesetiaan yang tulus dalam melabuhkan perasaan kepada Arga . Tak sekalipun Angel ingin menyudahi usahanya itu .
"Mungkin , memang aku harus jatuh bangun mengejarmu pak Arga ." ucap Angel menatap punggung Arga yang memasuki mobilnya itu . Mendadak ia menjadi mellow melihat Arga tak lagi menoleh untuk menatapnya .
Tapi Angel masih mampu menahan rasa mellownya untuk tidak meneteskan air matanya . Ia tak ingin mempermalukan diri sendiri di tengah keramaian lalu lalangnya para karyawan perusahaan seperti saat ini.
Angel masih diam menatap kepergian mobil Arga , tiba tiba swbuah tangan menyentuh bahunya .
"kenapa ,kok melamun . Tadi aku lihat mesra sekali berjalan dengan pak Bos ." suara Anisa menyadarkan lamunan Angel , Angel menoleh melihat Anisa tersenyum manis di sampingnya .
Setelah Arga dan Angel meninggalkan ruangan nya . Anisa juga segera membereskan pekerjaan nya untuk segera ikut pulang . Kesempatan pulang lebih cepat tidak boleh ia sia siakan . Ketika Bos sudah meninggalkan ruang kerja nya .
Anisa berjalan mendekati Angel , ia ingin menghibur Angel agar tidak larut dalam lamunan nya . Hingga timbul gosip tentang nya di group rumpi para karyawan . Anisa tidak ingin hal itu terjadi , ia tidak ikhlas teman satu satunya itu jadi bahan bullyan .
Anisa tersenyum dan menarik tangan Angel ."Ayo pulang ." ajaknya . Hari ini ia tidak membawa mobil . karena mobilnya sedang di pinjam oleh adiknya . Ia juga tidak bermaksud untuk numpang dengan Angel . Tapi tadi siang saat makan siang Angel telah menawarinya tumpangan .
Anisa sempat menolak , karena arah apartemen mereka berlawanan arah . Tapi Angel memaksa jadi terpaksa ia setujui .
Angel hanya bisa terswnyum dan mengikuti langkah Anisa . Diam diam ia sembunyikan kesedihan nya .mengantikan dukanya dengan senyuman nya , karena sulitnya ia mendapatkan cinta Arga , siapa yang tidak lelah , sudah setahun ia berusaha , tapi Arga tetap tidak menyerahkan hatinya .
"Kamu keberatan tidak , kalau besok temani aku beli gaun baru ?. Tanya Angel pada Anisa yang sedang berjalan menuju ke basement . Anisa segera menoleh .
__ADS_1
"Engak keberatan sih , memang mau beli gaun apa , di mana kamu beli di sana saja kita bertemu ." ucap Anisa . Angel tersenyum mendengar jawaban Anisa .
" Di butik langganan aku , nanti aku beri alamat nya ke ponsel kamu , Nis ." ucap Angel .Anisa mengangguk . Akhir nya keduanya melanjutkan langkahnya menuju ke mobil .
"Alamat rumah kamu Nis ." tanya Angel setelah mereka berdua telah masuk ke dalam mobil dan Angel dusuk di belakang stir .dan Anisa duduk di sampingnya .
"Ohh jadi selama ini kita tinggal tidak jauh jauh , alamatmu dekat kok dengan Apartemen aku ." ucap Angel setelah Anisa menyebutkan alamat rumahnya .
" Iya apartemen aku cuma apartemen sederhana . Tidak semewah dan berkelas seperti apartemen kamu ." ucap Anisa . Angel berdecakkesal mendengar ucapan Anisa .
"itu hanya status yang penting itu hasil dari keringat kamu sendiri untuk membeli apartemen itu . Ngak minta sama orang tua ." ucap Angel membesarkan hati sahabatnya itu .
Benar kata Angel . Sebenarnya Anisa punya tempat tinggal yang ia tempati sekarang , sudah sangat bahagia dan bangga , karena ia tidak pernah merepotkan orang tuanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya .
Sementara teman teman nya masih banyak yang meminta uang dari orang tuanya , padahal sudah punya penghasilan sendiri , karena mereka semua kufur nikmat , punya kurang banyak , ada bilang tidak cukup . hanya karena mengutamakan kebahagian individu .
Anisa tidak seperti itu , karena ia juga terlahir dari keluarga orang sederhana . Anisa juga pantang merepotkan orang tua . Sejak sekolah sma ia sudah kerja paruh waktu . Untuk membiayai hidup dan kebutuhan hidupnya . Meski orang tuanya masih mampu membiayainya .
"Hidup mandiri itu menyenangkan Nisa . Banyak kok yang terlihat dewasa . Tapi sebenarnya uang kos kosan dan makan masih dari orang tua ." Angel memamerkan giginya putihnya . Sebenarnya Angel juga belum pernah lihat sendiri . Tapi kebanyakan muda mudi yang masih punya ego sosialitas nya tinggi . Pasti uang kos dan makan masih di bantu orang tuanya . Untuk memenuhi ke kurangan finansialnya , walau sudah lulus kuliah dan sudah bisa kerja .
memang sih itu hak mereka , dan angel bukan nya iri sama sekali . Ia memiliki segalanya , tetapi dirinya katakan itu hanya untuk membesarkan hati Anisa saja .
__ADS_1