Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
33


__ADS_3

"Masuk ." ucap Nisa saat mendengar pintu ruangan nya ada yang mengetuk .


"Mbak , sibuk ." sapa ulfa dari balik pintu yang hanya nongolkan kepalanya .


"Ngak , ada apa ul ." tanya Nisa .


"Ada seseorang yang mencari mbak di bawah , seorang wanita dan anak kecil ." ucap Ulfa .


Nisa mengerutkan kening . Berpikir siapa kira kira wanita dan anak kecil ." aku turun ke bawah sebentar lagi ul , sueuh dia tunggu dulu ya ." ucap Nisa .


"iya Mbak ."jawab Ulfa pergi setelah menutup pintu .


Nisa keluar dari ruangan kerjanya dan menuruni anak tangga . Dari sana ia dah melihat siapa orang yang mencarinya . Nisa segera turun dan menghampiri tamunya .


"Lisa ." sapa Nisa sambil terseyum .


"Aku kira kamu tadi tidak akan kerja lagi ." ucap Lisa sambil memeluk Nisa .


"Pernikahan ku sudah satu minggu , dah seharusnya aku masuk kerja ." ucap Nisa dan membawa Lisa dan miranda masuk ke dalam ruangan nya . Dengan sabar Nisa menuntun Lisa menaiki anak tangga ia takut wanita hamil itu kelelahan .


"Sebenarnya aku tidak perlu kamu tuntun seperti ini ."keluh Lisa kesal .


"Aku tidak mau di amuk suamimu , saat kamu terluka di tempat aku ." ucap Nisa . Miranda yang tidak paham dengan apa yang di bicarakan mereka hanya diam mengikuti kemana mereka pergi .


"Jadi apa yang membawamu kemari ." tanya Nisa setelah mereka telah duduk di dalam ruangan kerja Nisa .


"Aku mau lihat gaun ibu hamil koleksi mu , gaun gaun aku sudah tidak muat lagi ." ucap Lisa .


"untuk pesta atau untuk sehari hari ." nisa beranjak menuju meja kerjanya mengambil buku katalog , gaun untuk ibu hamil . yang baru rilis bulan lalu .


"Untuk sehari hari saja , Bilyam tidak pernah mengijinkan aku ikut pergi ke pesta selain pesta keluarga ." ucap Lisa .


"Suamimu sangat posesif dan pencemburu . Untung aku ngak jadi dengan dia ." canda Nisa . Tapi memang benar suami dari teman nya itu sangat posesif dan cemburu . Ia tidak bisa bayangkan kalau Angga juga seoerti dia .


"Amit amit ," gumamnya sangat pelan sehingga Lisa tidak mendengarnya .

__ADS_1


Nisa kembali ke sofa dengan membawa dua buku katalog untuk di perlihatkan pada Lisa .


"ini kamu lihat dulu yang cocok .nanti aku suruh karyawan aku ambilkan ke mari ." ucap Nisa .


Lisa mulai membolak balik kan isi katalog itu dan memilih beberapa yang cocok untuknya .


"Bagaimana sih awalnya kamu bisa menikah dengan Angga ." tanya Lisa sambil menatap wajah Nisa dengan raut wajah yang kelihatan sangat penasaran .


"Mungkin karena kami memang sudah berjodoh ." jawab Nisa simpel sambil mengedipkan sebelah matanya . Ia masih belum siap unyuk jujur pada Lisa . Mungkin nanti setelah Lisa melahirkan baru ia akan mengatakan dengan sejujurnya .


"Aku penasaran bagaimana pertemuan pertama kali kalian ." ucap Lisa masih belum inhin menyerah .


Nisa meringis ingatan nya melayang pada pertemuan pertama mereka di depan rumah Bilyam . Apalagi tatapan Angga waktu itu ,seperti dirinya seorang pelakor licik .


"pertemuan pertama kami sangat mengesankan , sehingga ceritanya sangat panjang . Nanti aku pasti akan menceritakan nya padamu ." alasan Nisa .


Lisa memberikan katalog pada Nisa setelah menandainya beberapa baju yang ia ingin kan .kemudian Nisa memanggil pegawainya untuk mengambilkan beberapa gaun yang di inginkan oleh Lisa .dan membawanya ke ruangan nya .


Lisa mencoba beberapa gaun gaun nya . Nisa tersenyum ketika gaun yang di produksinya coxok di pakai oleh Lisa . Ia memikirkan sesuatu dan nanti ia akan buat Lisa agar setuju dengan idenya .


Angga telah menyelesaikan pekerjaan nya saat sepupunya datang memasuki ruangan nya . Ia tersenyum saat melihat sepupunya itu membawa berkas berkas di tangan nya .


"Aku dah periksa proposal yang kalian ajukan ." ucap Bilyam saat telah duduk di depan Angga .


"Kamu menyetujuinya bang ." tebak Angga . Ia hanya ingin mendengar keputusan akhir bilyam .


"ok , kita bisa bicarakan kontrak nya besok dan..." Bilyam menghentikan ucapan nya saat mendengar bunyi ponsel Angga .


"Angkat dulu siapa tahu penting ." ucap Bilyam . Mempersilahkan sepupunya itu untuk mengangkat telepon nya lebih dulu .


"Bro , wife you punya akun tik tok ." tanya Rangga yang menelpon langsung bertanya tanpa menunggu sapaan dari Angga dulu .


"Tik tok ." ulang Angga .


"Iya , aku baru saja melihat vidionya dia bersama cewek cantik njiirrr , body nya woiii ." tambah Rangga lagi .

__ADS_1


"Nama akunnya apa ." tanya Angga .Angga juga penasaran pada istrinya dengan vidio yang dia unggah .


"Thank bro ." ucap Angga setelah mendapat nama akun tik tok istrinya . Angga segera mendownload akun itu dan mencari akun tik tok istrinya . Terdapat puluhan vidio yang telah di unggah .


Angga memilih melihat vidio yang di unggah Nisa yang baru sekitar tiga puluh menit yang lalu .


"Tidak ada yang aneh di vidio ini . Mungkin dia hanya bermaksud mempromosikan baju produk nya saja , hanya saja ." gumam Angga yang langsung menutup mulutnya .


Angga melihat Lisa berada di samping Nisa dengan memakai baju ibu hamil yang kelihatan mencolok , dengan gaun hamil yang di pakainya menunjuk kan bentuk tubuh Lisa . Angga mengangkat wajahnya menatap Bilyam dengan kaku .


Ia merasa sedang mengintip istri orang di depan suaminya .


"Ada apa , ada masalah ." tanya Bilyam .


Angga mengeleng dan buru buru menutup ponselnya . Ia tidak ingin Nisa dalam masalah . Namun Bilyam tidak bisa di bohongi . Karena itulah dia bisa jadi pembisnis handal .


Bilyam menarik ponsel Angga dan mengambil ibu jari Angga untuk di tempel di.layar ponsel Angga untuk membuka kunci unlock di ponsel Angga . Setelah ponsel terbuka , vidio terakhir akun di tik tok Nisa masih berputar .


"ouh Bre****k ." Bilyam marah dan membanting ponsel mahal Angga .


"Bang ponsel ak.." terlanjur sudah kebanting ponsel Angga di lantai .


"Aku akan buat perhitungan dengan istrimu ." ucap Bilyam sambil meninggalkan ruangan Angga dengan keadaan emosi .


Angga juga meninggalkan ruangan nya mengejar Bilyam . Ia takut Bilyam benar benar mencari istrinya membuat perhitungan .Angga mengikuti mobil sepupunya itu dari belakang . Angga bernafas lega saat Bilyam berbelok ke arah rumah dia sendiri . Bukan je arah Butik Nisa , namun meskipun begitu ja tetap melajukan mobilnya menuju ke butik istrinya .


Angga ingin memberi peringatan pada istrinya . agar istrinya itu tidak berani mengusik manusia bernama Bilyam .


Sampai di parkiran butik Nisa . Angga langsung memarkirkan mobilnya dengan baik . Langsung masuk dan menuju ke ruangan istrinya . Tanpa menghiraukan pegawai butik istrinya .


"Aku belum mau pulang ." ucap Nisa saat melihat kedatangan Angga .


"Aku bukan untuk menjemputmu ." jawab angga .


"Lalu ." tanya Nisa .

__ADS_1


"aku hanya ingin memperingatkanmu , agar tidak main main dengan Bilyam . Dia bisa menghancurkan butikmu dalam sedetik ." ucap angga .


__ADS_2