
Rangga terbangun lebih dulu , ia melihat Indah masih tertidur dengan lelap . Rangga pergi keluar kamar untuk memesan makan siang . Setelah membayar pesanan makan lewat ponselnya Rangga duduk di ruang tengah .ia ingat ucapan Indah kalau dia di bayar oleh seseorang untuk menjebaknya .
Rangga berpikir mencari tau siapa orang yang sebwnarnya ingin menjebaknya ,tapi sekeras apapu Rangga berpikir ia tidak menemukan siapa orang yang pantas ia curigai , atau jangan jangan Indah salah target .pikir rangga .
Lamunan rangga bubar ketika mendengar suara bel pintu . Pesanan makan Rangga telah tiba . Ia segera menata makananya dan pergi membangunkan Indah .
"Indah bangun ."ucap Rangga sambil mengguncang bahu Indah ,tapi Indah tidak bergerak .
"Indah ." panggil Rangga ketika tidak ada tanggapan dari Indah .Indah dengan pelan mulai membuka matanya . Matanya sayu dan kelihatan sedikit bengkak .mungkin karena terlalu lama menangis .
"kita di mana ." tanya Indah sambil mengucek matanya .
"ada di apartemen saya , bangunlah kita makan dulu ." ucap Rangga . Indah bangun dari tidur nya .
"Aku mau pulang ." ucap Indah sepertinya Indah masih kesal dengan Rangga . Rangga diam menatap Indah sejenak .
"Makanlah lebih dulu , setelah itu nanti aku antar pulang ." ucap Rangga yang mengikuti cara Indah bicara ,menanggalkan bahasa formal nya .
"Tidak mau , aku mau pulang sekarang ."ucap Indah ngotot menolak . Rangga berjalan menuju pintu kamarnya dan memutar kunci pintu dan mencabutnya , kemudian memasuk kan ke saku celananya .
"Makan dulu , kalau tidak mau makan maka kita tidak akan keluar dari kamar ini ." ucap Rangga .Indah mendelik , ia tak mau terkunci lebih lama lagi di kamar bersama Rangga . Ia masih kesal dengan laki laki di depan nya itu .
"Aku mau makan ." ucap Indah dengan enggan .
"Pilihan yang bagus ." ucap Rangga . Kemudian pergi mengeluarkan kunci pintu kamarnya . Rangga mempersilahkan Indah keluar lebih dulu . Dan menuntun Indah pergi ke dapur . Ia menarik kursi untuk Indah dan memastikan Indah Duduk dengan nyaman . Baru Rangga menarik kursinya sendiri dan duduk di samping Indah . Ia mengambilkan nasi untuk Indah .
__ADS_1
"Mau nambah lagi ."tanya Rangga saat melihat piring Indah isinya tinggal sedikit .Indak menggelengkan kepala , Rangga juga mengangguk kan kepala . Ia tidak memaksakan Indah makan banyak .
"Aku sudah menghabiskan makan ku , apa aku sudah boleh pulang ." Rangga menghentikan gerak kan tangan nya yang memegang gelas hendak minum .
"Bisakah kita bicara kan masa lalu sebelum kamu pulang ?. Ada satu hal yang ingin aku ketahui ."tanya Rangga , Indah berpikir sejenak kemudian mengangguk dua kali .
Sekarang Rangga dan Indah sedang duduk di ruang tamu apartemen Rangga dengan di temani dua cangkir teh di meja .
"Siapa yang membayar kamu , untuk memasukkan obat ke dalam minuman aku ."tanya Rangga memulai percakapan . Indah tidak langsung menjawab ia berusaha berpikir nama orang yang menyuruhnya tapi nihil ia tidak menginggatnya .
"Aku tidak mendengar jelas saat dia menyebutkan namanya . Tapi aku mendengar dia bilang kalau kamu adiknya . Dia ingin membuat hancur reputasimu di depan papa kalian ." ucap Indah yang masih ingat dengan jelas ucapan pria dan wanita itu , saat dia naik ke lantai atas ingin mengambil sisa bayaran nya .
"Apa dia orangnya ." ucap Rangga menunjuk kan foto seorang pria di layar ponselnya . Itu foto saudara tirinya Joni adi prata . Indah mengangguk mantap .
"Iya itu dia orang nya ." ucap Indah . Rangga mematikan layar ponselnya dan meletak kan nya di atas meja . Wajah nya datar tidak bisa di tebak . Rangga menyesap tehnya dengan santai .
"Coba ceritakan bagaimana kamu bisa jadi orang suruhan kakakku ." ucap Rangga , Rangga tidak menjawab pertanyaan Indah , tapi Rangga balik bertanya .
"Saat itu aku datang ke BAR , menemani temanku . Dan temanku pergi danca , tiba tiba ada seorang perempuan dan laki laki itu ." Indah menceritakan semua yang terjadi hingga berakhir di ruangan gelap dekat toilet .
"Terimakasih ." ucap Rangga setelah tau kejadian yang sebenarnya .
"Kenapa kamu berterimakasih padaku , seharusnya kamu marah padaku....
"Sssttttt ." Rangga menaruh jari telunjuk nya di bibir Indah .
__ADS_1
"Aku tidak marah , dan aku berterimakasih pada mu , karena kamu telah menyelamatkan aku juga , kamu telah melakukan hal yang benar , kalau bukan kamu yang lakukan itu mungkin aku dah masuk ke dalam jebakan kakak ku . Sekali lagi aku ucapkan terimakasih . Indah aku juga minta maaf atas penderitaan kamu selama hampir dua tahun ini ."
Rangga sangat bersyukur dan beruntung wanita yang menjebaknya adalah Indah . Sekarang kemarahan nya tertuju pada Joni , karena Joni telah membuat hidup Indah menderita dan membuat Rangga terlihat sebagai laki laki b******n yang tidak bertanggung jawab pada anaknya .
"Ayo , aku akan mengantarmu pulang ." ucap Rangga . Ia menggengam tangan Indah keluar dari apartemen nya . Indah juga tidak menolak saat di genggam tangan nya oleh Rangga , ia hanya diam dan mengikuti langkah Rangga .
Sepanjang perjalanan Rangga maupun Indah diam satu sama lain tidak ada yang angkat bicara . Indah sesekali melirik ke arah Rangga yang konsentrasi menyetir .
"Aku tidak tinggal di rumahku sendiri , aku tinggal di rumah Abangku ." ucap Indah . Ketika iamengenali jalan yang ia.lewati .
"Tinggal di mana ." tanya Rangga .Indah menyebutkan alamat rumah Dodo . Rangga segera membalik arah menuju alamat rumah yang di sebut Indah .
Tak lama kemudian mereka telah sampai , Rangga turun mobil duluan dan membukakan pintu untuk Indah . Beberapa tetangga yang sudah kenal dengan Indah mulai bergosip . Rangga melayangkan pandangan nya ke arah ibu paruh baya . Suara nya paling kenceng . Yang sangat menganggu Rangga wanita paruh baya itu mengatakan kalau Indah wanuta penggoda .
"Tolong jaga ucapan anda , kalau tidak , saya akan melaporkan anda . Telah mencemarkan nama baik ." ucap Rangga .dengan dingin . Indah sudah terbiasa dengan ucapan seperti itu . Yang lebih buruk dari itupun Indah pernah dengar . Tapi hati Indah sangat tersentuh mendengar pembelaan dsri Rangga .
"Ayo masuk ." ucap Indah . Ia tidak ingin melihat Rangga berdebat dengan ibu ibu itu .
"Sepertinya kali ini kamu mendapatkan suami yang mapan . Dan mungkin sebentar lagi juga akan melahirkan anak haram lagi ."ucap ibu salah satu dari para tetangga tidak takut dengan ancaman Rangga .
"sialan ." gumam Rangga . Indah menggelengkan kepala .menahan Rangga yang akan pergi menghampiri ibu ibu itu .
"Tidak perlu meladeni mereka ." ucap Indah dan mensrik tangan Rangga masuk ke dalam rumah Dodo . Yang kebetulan pintunya tidak di kunci .
"In , kamu sudah pulang ." tanya Cyntia yang mendekat mendengar suara pintu di buka dan orang yang ribut di luar .
__ADS_1
"Kamu ...bukan nya kamu yang antar saya dan Indah ke rumah sakit kemarin lusa ." tanya cyntua heran .