Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
55


__ADS_3

"Sayang , aku tunggu di bawah ya ." ucap Angga dari depan pintu kamar mandi . Angga.menempelkan telinga nya di pintu kamar mandi .sunyi tiada jawaban dan suara apapun . Gemericik air juga tidak ada .


"Apa yang di lakukan di dalam sana .Nisa ." panggil Angga sambil mengetuk pintu.kamar mandi dua kali .


"sayang ." panggil Angga lagi. Namun tidak ada jawaban kekhawatiran merajai hati Angga . Angga kembali cemas ia mencoba membuka pintunya tapi terkunci dari dalam . Angga jalan mundur dua langkah akan mendobrak pintu kamar mandi .


Ia baru saja mengangkat satu kakinya .pintu kamar mandi tiba tiba terbuka dan muncul Nisa dengan keadaan seperti saat baru masuk ke kamar mandi tadi .


"kamu mau apa ." tanya Nisa pada suaminya yang berada di posisi yang siap akan menendang . Angga menurun kan kakainya .


"Ngak ada .kamu belum mandi ." tanya balik Angga . Nisa menggelengkan kepala nya .


"Aku malas mandi , karena tadi airnya tiba tiba dingin ." ucap Nisa sambil melewati Angga . Tapi tak lama kemudian ia menghampiri suaminya .


"Aku masih wangikan ." tanya Nisa .seraya mendekatkan dirnya pada suaminya , agar suaminya bisa mencium bau badan nya . Dengan terpaksa Angga mencoba mengendus badan istrinya


" masih wangi kok."jawab Angga .kemudian Nisa mencium pipi suaminya .


"terimakasih ." ucap Nisa dan melangkah pergi ke lemari baju untuk mengambil baju ganti .dan dengan santainya Nisa menganti bajunya di depan suaminya .


"Aku turun duluan ya yang , aku tunggu di meja makan ." ucap Angga dan pergi setelah dapat persetujuan dari istrinya .melihat tingkah laku istrinya ,Angga takut tidak bisa mengontrol diri dan akan berakhir di ranjang dan akan berangkat kerja satu jam kemudian .


Nisa telah sampai di butiknya .hari ini ia hanya duduk di kursi kasir, sambil membolak balik majalah fashion nya tanpa ingin membantu . Sesekali ia hanya melirik para pengunjung butik dan menyaksikan para pegawainya yang sedang bekerja .


"jangan kamu menatap seperti itu sayang . Tatapan kamu Membuat para pegawai kamu ketakutan ." ucap putri yang datang berkunjung .


"Mama ." Nisa berdiri dari kursi kasir dan menghampiri mama mertuanya .


"Mama sendirian ." tanya Nisa sambil meraih tangan mertuanya untuk ia cium . Tudak lupa pula ia mencium pipi kanan dan kiri mama mertuanya itu .

__ADS_1


"Mama datang bersama teman arisan mama , itu mereka sedang pilih pilih baju ." ucap Putri sambil melambaikan tangan nya pada teman teman arisan nya .Nisa juga membungkuk sambil tersenyum .


"mama tidak belanja ." tanya Nisa .


"Tidak sayang ,baju kiriman kamu kemarin saja belum mama pakai ." ucap Putri sambil memandang perut Nisa dengan lembut .


"Bagaimana kandungan kamu apa ada keluhan sayang ." tanya putri sambil mengelus perut Nisa .


"Alhamdulillah baik ma , sejauh ini aman aman saja ." jawab Nisa . Sambil mengajak mama mertuanya untuk duduk di sofa panjang yang di khusus kan untuk para pengunjung .


"Bagaimana dengan anak mama , apa dia memperlakukan mu dengan baik ." tanya putri .


"Angga baik ma , malah Nisa yang banyak merepotkan nya ."ucap Nisa sedih .


"Itu sudah tugas dia sebagai suami , kamu jangan merasa bersalah , kalau dia macam macam sama kamu , bilang saja sama mama , biar mama yang beri dia pelajaran ." ucap putri dengan serius .


\*\*\*


Setelah mertuanya dan teman teman Arisanya pergi meninggalkan butik nya .Nisa kembali ke kursi kasir tapi hanya untuk mengambil buku fashion nya saja . Ada ide baru di otaknya untuk menganti model baju di manekin yang ia pajang di butiknya itu .


Saat Nisa ingin melepas baju model itu tiba tiba ada seseorang menepuk bahunya dengan keras dari arah belakang . Nisa membalik kan badan nya .dan ia dapati Devina menatapnya sinis di sana .


"Aku saran kan padamu , sebaik nya kamu keluar dari butik ini . Kamu tidak akan mampu membayar harga satu potong gaun di sini , bahkan gaun yang termurah pun kamu tidak akan sanggup ." ucap Devina dengan sombong .


"Dia termasuk berani masuk ke butik ini dengan pakaian lusuhnya ." ucap Teman Devina . Devina datang ke butik Nisa dengan dua orang teman nya .


Memang hari Ini Nisa memakai pakaian sederhana yang tidak mencolok , celana jeans pendek robek robek dan koas Angga yang oversize di badan nya .


Nisa hanya mendesah malas meladeni wanita iblis di depan nya itu , yang datang bersama dayang dayangnya . Tanpa membalas ucapan Devina Nisa melangkah oergi begitu saja meninggalkan ketiga orang itu .Tapi devina tidak mau melepaskan Nisa begitu saja .

__ADS_1


"hei , kamu mau kemana ." Devina menghalangi langkah Nisa . Devina dan kedua teman nya berdiri di depan Nisa .


"Mbak ." Devina memanggil pengawai Nisa .


"Ambilkan saya baju yang paling bagus dan termahal di butik ini untuk saya ." ucap Devina .pegawai nisa yang bernama anjani itu pun melirik Nisa dengan ragu .Nisa hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan .tanda Nisa menyetujuinya .


Tak lama kemudian Pegawai Nisa datang bersama teman nya membawa kan baju baju yang di inginkan oleh Devina dan teman teman nya .


"Tolong bawa ke ruang ganti , kami akan mencobanya ." ucap salah satu teman Devina dengan angkuh . Para pengawai Nisa pun menuruti keinginan mereka membawa baju baju itu ke ruang ganti .


Devina menarik paksa tangan Nisa untuk ikut ke ruangan ganti . sampai di dalam ruang ganti ke tiga orang itu malah merusak gaun gaun mahal itu .


"Apa yang kalian lakukan ." mata Nisa membulat rasa nya tidak terima rancangan nya di rusak begitu saja .


"Kamu akan tau apa yang akan kami lakukan , kamu lihat saja dan tunggu di sini ." ucap Devina puas memandang raut wajah Nisa yang kelihatan tidak terima . Dalam pikiran Devina itu adalah tatapan orang yang belum pernah merasakan atau memakai gaun mahal seperti ini .


Setelah merusak gaun mahal itu ketiga nya keluar dari ruang ganti dan menuduh Nisa yang telah merusaknya .


"pelayan lihat dia ." panggil Devina pada Anjani .


"Ada apa ," tanya Anjani .


"Lihat baju baju mahal itu telah dia rusak .saya udah katakan pada nya , kalau gaun gaun itu tidak muat untuk nya tapi dia ngeyel . Dan memaksa untuk memakainya akhirnya rusak semua ." ucap Devina memainkan peran nya dengan baik .


Anjani mengambil dan melihat lihat semua gaun itu sambil menatap Nisa dengan sedikit takut .


" Anjani totalkan semua harga gaun itu ." ucap Nisa .


"Baik bu ." jawab Anjani . Devina yang melihat pegawai itu sangat hormat dan sopan pada Nisa pun mengerutkan keningnya .

__ADS_1


__ADS_2