Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
112


__ADS_3

Indah menelan ludahnya dengan kasar dan gugup.


"Aku tidak berencana untuk hamil lagi di waktu dekat , alasan nya karena Arga masih kecil dia masih butuh kasih sayang aku dan Alasan yang utama , aku masih trauma ." jawab Indah sambil menunduk kan kepalanya .


Indah masih mengingat dengan jelas dimana saat dirinya sedang hamil Arga , banyaknya cacian yang harus ia terima . Dan saat ia mengandung Arga keadaan tubuhnya sangatlah lemah . Sampai saat ini kenangan itu masih melekat di ingatan nya , sehingga Indah belum siap untuk hamil lagi .


seketika Rangga tersadar oleh kata kata trauma yang keluar dari bibir Indah .


" maaf ."gumam Rangga lirih . Bila waktu bisa di putar Rangga ingin ada saat Indah mengandung Arga kala itu .dan menemani dan mendampingi Indah saat itu .


"semua sudah berlalu mas , mas Rangga juga sudah sering meminta maaf ." ucap Indah . Rangga menarik nafas dan menghembuskan dengan panjang . Semua penyesalan selalu datang terlambat , setiap kali menginggat penderitaan indah di masa lalu .


"Mas , sekarang aku bahagia , memiliki Arga adalah sebuah anugerah walau dia datang karena kesalahan ku. Bertemu denganmu menambah dan melengkapi kebahagiaan aku ." tutur Indah , sejak awal Indah tidak pernah menganggap ini kesalahan Rangga . Tapi kesalahan dan keserakahan nya sendiri . Sehingga dapat di manfaatkan oleh Joni untuk menjebak Rangga .


Karena uang dia di peralat seseorang untuk menjebak Rangga . Karena kesalahan ini ia harus menebus nya dengan masa depan nya . Rangga menarik tubuh Indah ke dalam pelukan nya .


"Aku juga bahagia , sangatttt sangat bahagia , bisa di pertemukan kembali dengan mu , dan kamu tetap mempertahan kan putra ku .kamu wanita yang kuat , kamu adalah kado terindah yang di berikan oleh Almarhum papaku ." ucap Rangga . Indah mengangkat wajahnya , menatap wajah Rangga .


Rangga mengangguk . Ia pernah di datangi oleh almarhum papanya dalam mimpi , satu bulan setelah kejadian malam itu . Papa nya datang dengan mengandeng seorang gadis dan mengendong seorang bayi.


"Aku tidak tau apa arti mimpiku , aku mengira papaku di alam sana menikah lagi dan mempunyai seorang anak .Indah , terimakasih kamu memilih putra kita dari pada mengugurkan nya ." ucap Rangga .


"Dia darah daging aku , ada darahku di sana , walaupun kamu tidak menginginkan nya ..

__ADS_1


" aku ingin , aku ingin lebih dari satu Arga ." ucap Rangga , Indah kembali menunduk .


"Aku akan menunggu kesediaan mu , berapa lama aku akan tetap menunggu , aku ingin merasakan hidup bersamamu di saat kamu hamil . Aku ingin menebus kesalahan aku di saat Arga berada di dalam kandunganmu ." ucap Rangga .


"tapi kalau lah itu terjadi dia bukan lagi Arga ." Rangga geleng kepala .


"Tidak masalah .." Rangga sempat berpikir kenapa Indah tidak mengugurkan saja kandungan nya . Kenapa dia lebih memilih menghancurkan masa depan nya sendiri , dan memilih mempertahan kan Arga .sempat terpikir oleh nya , apa wanita di depan nya ingin memperalat putra nya untuk mendapatkan hartanya tapi Rangga salah , Indah tetap menerima dirinya walau dirinya telah miskin .


Sikap Indah patut ia syukuri , kehadiran Arga dan Indah dalam hidupnya adalah anugerah yang tak ternilai harganya dalam hidup Rangga . Rangga tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini , dia akan pastikan Indah tidak akan lari lagi darinya . Ia akan kabulkan permintakan Indah hidup bersama di kota jakarta ini .


Seseorang yang mempunyai rasa dendam tidak mungkin bisa hilang walau dirinya telah kalah . Itu yang di pikirkan Rangga dalam hidupnya . Selamanya saudara tirinya tidak mungkin akan menyerahkan perusahaan papanya lagi padanya dengan hati yang ikhlas . perjalanan hidupnya di Batam pasti banyak duri di sepanjang jalan .


***


Mereka hanya membawa koper kecil dan ransel yang berisi keperluan Arga .dan beberapa baju mereka saja , sisanya mereka kirim lewat ekspedisi . semalam Arga juga rewel..


Saat pesawat mulai lepas landas Arga mulai rewel lagi .dia tidak suka dengan suara bising , atau mungkin ini baru pertama kali Arga naik pesawat terbang . Arga segera mengambil alih putranya dan ia buai di pangkuan nya .


"sayang , kamu tidur saja dulu nanti kalau dah sampai aku bangunin ." ucap Rangga pada Indah .


"Terimakasih ."ucap Indah , Indah mengangguk dengan wajah yang telah kuyu .indah segera menyandarkan kepalanya di bahu Rangga . Karena ia memang lelah dan mengantuk . Rangga hanya tersenyum melihat tingkah Ibu dari anaknya itu , ternyata dia juga bisa manja , bila sudah saling mengenal dan terbuka .


Ada rasa hangat menjalar di dalam hatinya .Baru saja Indah memejamkan mata Rangga sudah mengoyang bahunya .

__ADS_1


"Sayang ,bangun ,kita dah sampai ." bisik Rangga pelan di telinga Indah . Indah segera membuka matanya dan membuka sabuk pengaman nya dan meraih Arga dari pangkuan Rangga . Rangga mengambil barang barangnya di bagasi .


Setelah sampai di lobby bandara Rangga menunjuk seseorang yang berdiri di dekat mobil.menjemput mereka .


"kita dijemput sama papa ." ucap Rangga . Indah menatap laki laki paruh baya itu melambaikan tangan padanya . Indah mengigit bibirnya , ia merasa malu karena telah mengambil keputusan secara sepihak . Terlalu kekanak kanakan , sudah punya anak tapi tidak bisa bersikap dewasa .


"Selamat datang kembali menantu papa dan cucu opa yang ganteng ." ucap Adi prata yang mendapat sambutan pukulan kecil dari tangan Arga .


"Wah ,apa Cucu opa juga kangen di gendong sama Opa hem . Boleh papa yang gendong ." ucap Adi prata kepada Indah . Indah tersenyum sambil mengangguk .


"Terimakasih pa , sudah meluangkan waktu menjemput kami ." ucap Rangga dengan tulus .


"Tidak papa cuma mau jemput cucu opa saja kok . Kalian berdua cuma nebeng sama Arga , iya kan sayang ." ucap Adi prata bercanda sama cucunya . Rangga melempar senyum kepada Indah .


"Ayo cepat jalan nya , ahh Rangga rangkul Istrimu nanti kabur lagi , Nak papa minta jangan tinggalkan Rangga lagi . Kamu lihat dia kelihatan garang tapi tanpamu dia tidak bertenaga , tidak mau kerja apa lagi makan . Untung kamu masih ketemu dia dalam keadaan bugar .lama sedikit mungkin dia tinggal tulang ." gurau Adi prata .


"Papa mengada ada ."ucap Rangga .


"memang ,ada ." jawab Adi prata . Rangga memandang Indah yang memberikan remasan kecil di tangan nya , Rangga tersenyum dan merengkuh bahu Indah .


"Papa , apa mama tidak ikut menjemput ." tanya Rangga . Sambil melihat ke sekitar mencari keberadaan mamanya .


"Tidak , mamamu masih belum terima dengan apa yang kamu lakukan . Karena dia merasa tidak bersalah , dan melakukan kesalahan sama sekali , jadi dia tidak akan meminta maaf pada siapa pun ." ucap Adi prata .

__ADS_1


__ADS_2