Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
223


__ADS_3

"hahh ." Arga dan Anis langsung menutup mulut karena saking terkejutnya .


"Apa yang di cari dari perempuan itu ." tanya Anis .


"haruskah aku jelaskan ." ucap Andre sambil menarik ujung hidung Anis . Arga terswnyum melihat ulah Andre perlakukan anis seperti anak anak muda zaman sekarang .


" apa kah dia nenek kandung aku pi , trus bagaimana sekarang ." tanya Arga .


"ya dan sungguh mulia hati kakekmu , sebelum beliau meninggal telah mengasuransikan organ tubuhnya yang masih bermanfaat buat orang orang yang membutuhkan . Dan jantung beliau dia berikan kepada papa nya papi , yang selalu kamu panggil opa itu ," jelas andre .


"bagaimana dengan nenek aku ." tanya Arga penasaran .


"dia menikah dengan adi prata ." lagi lagi Arga dan anis saling melempar tatapan .


"Johan putra adi prata ." ucap mereka berdua bersamaan . Andre menganggukkan kepala . Andre menceritakan semua yang ia ketahui sampai pada kecurigaan nya tentang kecelakaan yang di alami oleh kedua orang tua Arga dan dirinya .


"jadi benar dia tidak waras ." ucap Anis .


"jangan kamu sekali kali katakan itu di depan nya , kalau sampai dia lepas kontrol bisa membunuhmu ." ucap Andre .


"tapi pi , bukankah dia inginkan kedudukan CEO di GM Group ." ucap Arga .


"jangan takut itu tidak akan terjadi . Karena ahli waris perusahaan itu adalah kamu . Sebenarnya saham di tangan papi itu semua adalah milikmu ." ucap Andre .Arga membuka map di tangan nya mata nya melotot melihat surat kuasa telah ia tanda tangani di mana telah membuktikan bahwa seluruh saham GM Group adalah miliknya .


"Pi kapan aku menanda tangani ini semua ." tanya Arga .


"kamu tidak perlu tau . Yang penting sekarang perusahaan kakekmu sudah papi serahkan padamu , jadi jaga dan pertahankan baik baik ." pesan Andre .

__ADS_1


" jangan lupa buktikan ketulusan cintamu pada Angel ." ucap Andre sambil melirik Anis yang sebenarnya menanyakan keberadaan Angel . Anis mengucek matanya dan merebahkan kepalanya di bahu Andre . Ia hanya ingin melihat segigih apa cinta Arga pada putrinya .


Arga bangkit dari duduknya dan pamitan untuk pulang . Sampai di teras depan ia melihat Angel duduk di sana , Arga pergi menghampirinya .


"Aan ." panggil Arga ,tapi Arga merasa ada yang aneh dengan Angel . Matanya merah seperti habis menangis . Arga bertanya tanya ada apa dengan Angel sebenarnya . Tapi sekali lagi Arga ingin membuka mulutnya kembali telah di dahului oleh Angel .


"Bagaimana . Kamu sudah bicara dengan Ayah ku ." Tanya Angel sambil berusaha terswnyum walau sebenarnya enggan . Sekarang melihat Arga saja rasanya sudah muak . Pengakuan arga yang ia dengar beberapa waktu lalu masih terngiang ngiang di benaknya .


"Kamu tidak pernah menyangka kan kalau Ayahku pemilik saham terbesar GM Group kan ? ." tanya Angel sambil terkekeh .


Arga tersenyum simpul ia tau siapa Ayah Angel.tapi ia tidak mengatakan nya pada Angel .


"Terimakasih ." ucap itu mewakili semua perasaan nya Arga kepada Angel , ketulusan Angel dan semua tentang Angel . Arga juga berterimakasih karena Angel telah hadir dalam hidupnya . Tidak pernah lelah mencintai nya , hingga dirinya ikut jatuh cinta . Ya Arga sangat berterimakasih atas itu semua .


"Apakah itu Artinya Ayahku setuju untuk membantumu ." tanya Angel .


"Selamat kalau begitu ." ucap Angel sambil mengulurkan tangan nya mengucapkan selamat . Jujur bukan itu yang Arga inginkan . Namun Arga tetap menerima uluran tangan Angel , dan menarik nya ke dalam pelukan nya .


"Ini yang mas inginkan ." bisik Arga di samping telinga Angel . Angel heran dan bertanya tanya ,kenapa Arga masih juga bersandiwara .


"Mungkin ini hasil akhir dari tujuan Arga ." Gumam Angel dalam hati dan ia juga menikmati pelukan itu mungkin sebagai pelukan terakhir . Angel membalas pelukan Arga , ia sandarkan kepala nya di d**a bidang laki laki itu . Jujur di hati paling dalam Angel , ia tidak akan bisa membenci Arga .


Tapi ia ingin berusaha berhenti mencintai laki laki itu . Dan akan melupakan nya untuk selama lamanya .


"Udah ! Ada Ayahku ." ucap Angel mengakhiri pelukan itu sambil mendorong d**a Arga . Agar pelukan mereka terlepas , Arga terkekeh melihat sikap Angel . Ia tidak curiga atau heran dengan Angel yang mulai menjaga jarak dengan nya .


"ya sudah kamu cepat pulang dan rayakan semua ini dengan Indira ." ucap Angel .

__ADS_1


"kamu ? ." tanya Arga sambil mengeryitkan dahinya .


Angel tau maksud ucapan Arga . Ia menggelengkan kepala dan tersenyum tipis sembari menolak Ajakan itu .


"Aku masih ada yang ingin aku bicarakan dengan Ayah ." alasan Angel untuk Arga .


Meski merasa heran , Arga tetap menerima alasan itu . Arga pun berpamitan dan ingin memeluk Angel sekali lagi , Angel yang tau itu segera membalik kan badan nya masuk ke dalam rumah pura pura tidak mengerti apa mau Arga . Dengan perasaan heran Arga meninggalkan rumah Angel , swtelah Angel menghilang di balik pintu . Sekali lagi Arga hanya berpikiran positif dengan sikap Angel .


***


Hari terus berjalan , Arga sadar Angel kelihatan hari demi hari semakin menjauh darinya . Pernah ia bertanya kepada Angel tapi Angel tidak pernah memberi jawaban hanya menghindar darinya .tak ada pembicaraan di antara mereka selain soal pekerjaan . Bahkan Angel juga menolak ajakan nya makan siangnya .


Arga tidak tahan dengan semua ini , ia harus mendapat jawaban dari semuanya . Sebelum jam makan siang tiba ia menarik tangan Angel dan naik ke atap


Decak kan kasar keluar dari mulut Angel ." ada apa sih pak." tanya Angel dengan suara yang ketus .sudah beberapa hari Angel memanggilnya pak di luar jam kerja , tak terdengar kembali panggilan mas dari mulut Angel , di telinga Arga .


"Ada apa dengan kamu ." tanya Arga tidak tahan.


Angel menatap Wajah Arga ." Kok aku ?." tanya Angel ." apa ngak salah , kan kamu yang bawa aku ke sini , kamu lupa ." kesalnya .


"bukan itu Angelia ," ujar Arga ." Ada apa dengan mu , kenapa kamu berubah seperti ini .? Apa salahku ." tanya Arga tidak tahan.


Angel menatap Arga tidak percaya." Ini masih jam kerja , aku harus kembali ke ruangan aku ." ucap Angel. Tapi Arga tidak membiarkannya pergi .


" Ngak sekarang Angelia ." geram Arga .


Kalau Dulu mungkin Angel akan senang di perlakukan seperti ini , tetapi sekarang Angel jelas tidak mau . Angel sedang tidak ingin berduaan dengan Arga . Karena ia menganggap Arga masih bersandiwara . Angel tidak tahan dengan situasi dan kondisi seperti ini .

__ADS_1


"Tolong lepasin ? Bukankah kita masih punya banyak pekerjaan , akan ada rapat besar dalam beberapa hari lagi .? ." Angel berharap Arga mengerti bahwa sekarang ia tidak ingin membahas apa apa selain urusan pekerjaan .


__ADS_2