
"Kamu yakin akan masuk kerja hari ini ." tanya Dodo yang kesekian kalinya .
"Yakin Bang ." jawab Indah dengan sabar . Dodo menghela nafas , salut dengan kegigihan adiknya .
"Kalau begitu biar abang yang akan mengantar dan menjemputmu ." ucap Dodo .Indah hanya menerima saja dari pada ia tidak akan di ijinkan kerja .
Setelah sarapan mereka berangkat bekerja Dodo mengantarkan Indah ke restoran lebih dulu . Mereka menempuh perjalanan selama tiga puluh menit mengendarai sepeda motor .
"Benar ini restoran nya ." tanya Dodo , Dodo mengamati restoran itu , sebuah restoran yang sangat besar , hanya orang orang yang berduit tebal yang mungkin bisa masuk dan makan ke restoran itu . Dodo tidak menyangka Indah bekerja di restoran sebesar itu ." pantas Indah sering lembur .restoran nya sangat besar ." gumam Dodo .
Indah mengangguk ." kalau begitu Indah masuk kerja dulu ,bang ." ucap Indah .
"Ya nanti kabari Abang kalau ada apa apa dan waktunya pulang juga kabari Abang , abang yang akan jemput kamu ." ucap Dodo dan menjalankan motornya ke tempat kerja . Indah segera masuk ke dalam restoran setelah melihat Abangnya pergi .
"Selamat pagi pak ." sapa Indah yang melihat Rangga berdiri di depan pintu masuk .
"Pagi ." jawab Rangga dengan menatap wajah Indah dengan intens .
"Kamu sudah baikan ." tanya Rangga kembali .
"sudah pak ." jawab Indah , sebenarnya dalam hati Indah mengutuk Rangga . Semua ini terjadi karenanya . Dia yang telah membuat dirinyabtumbang selama tiga hari .
"Baik , hari ini kamu masih dapat lembur lagi ." ucap Rangga dan langsung naik ke ruangan nya , pergi meninggalkan Indah seorang diri .Indah mengeram dalam hati mengutuk i atasan nya sebagai laki laki yang tidak punya simpati .
Indah mendapatkan beberapa pertanyaan dari teman teman kerjanya . Tidak sedikit yang juga merasa iba terhadap Indah . Karena hari pertama masuk setelah sakit masih juga mendapatkan tugas lembur .
Dan siang ini ia juga mendapatkan tugas mengantar makan siang untuk Rangga .
"Pak perut saya mules , bisa tidak di gantikan dengan yang lain ." Indah mencari alasan . Karena dirinya masih trauma karena kena marah Rangga
Antoni juga tidak bisa buat apa apa selain menggeleng seraya tersenyum maklum .
"Kamu bisa bilang kepada pak Rangga , Indah ." ucap Antoni ia tahu dengan sikap Indah . Mungkin dirinya juga akan merasakan itu kalau di marahi atasan tanpa alasan .
__ADS_1
"Baik pak Antoni ." ucap Indah pasrah menerima tugas itu . Dan membawa catatan menu yang di berikan Antoni menuju ke dapur menemui chef Haikal .
Indah mengetuk pintu ruangan Rangga setelah makan siang Rangga siap . Dengan jantung berdebar kencang dan tangan berkeringat ,Indah sangat gugup .
"Masuk ." jawab Rangga dengan suara khasnya yang suka memerintah dari dalam ruangan kerjanya . Indah membuka pintu ruangan Rangga dan masuk ke dalam .
"Makan siang anda pak ." ucap Indah dengan pelan . Rangga mengankat wajahnya dari laptopnya .
"Taruh di sana ." ucap Rangga menunjuk meja sofa .
"Eh kamu mau kemana ." tanya Rangga saat melihat Indah pergi setelah meletak kan piring piringnya di meja . Indah menghentikan langkahnya .
"Saya mau turun ke bawah , membantu yang lain nya pak , hari ini restoran cukup ramai ." ucap Indah dia pikir makanan Rangga telah ia letak kan di meja maka ia boleh keluar .
"Duduk ." perintah Rangga tegas .
"Tapi pak...
"Buka mulut mu ." perintah Rangga , Indah menatap ragu pada sendok yang telah terulur di hadapan nya .
"Apa yang kamu tunggu ." tanya Rangga saat Indah tidak kunjung membuka mulutnya , Indah menggelengkan kepalanya dan dengan ragu ia membuka mulutnya .
"Lebih lebar Indah , sendoknya tidak muat ." ucap Rangga , Indah mengikuti perintah Rangga membuka mulutnya lebar .
"Bagai mana rasanya ." tanya Rangga dengan suara yang lembut . di suapan yang ketiga .
"Enak pak ." jawab Indah kaku , ia belum tau motif Rangga menyuapinya seperti ini .
Rangga menyuapi Indah dengan telaten sampai habis makanan di piringnya . Rangga menyodorkan Air putih ke pada indah . Setelah selesai menyuapi Indah Rangga baru mengurusi perutnya sendiri .
"Apa saya sudah boleh keluar pak Rangga ." tanya Indah dengan hati hati .
"Tidak boleh ." jawab Rangga dan meneruskan makan nya lagi dalam diam . Setelah selesai makan Rangga kembali ke meja kerjanya untuk bekerja . Rangga menyibukan diri kembali dengan pekerjaan nya . Sementara Indah masih duduk di sofa , hanya duduk diam tidak boleh melakukan apa pun . Indah menggelengkan kepala kala kantuk datang menyerang .
__ADS_1
"Pak Rangga ..
"Belum boleh ,Indah , duduk dan beristirahatlah ." ucap Rangga seakan tau apa yang akan Indah ucapkan .
Lama lama Indah bosan dan berulang kali ia menggelengkan kepalanya menghalau rasa kantuk yang datang melanda . Indah menyandarkan punggungnya di senderan sofa dan terjatuh tidur .
Rangga mendekati Indah yang tertidur . Ia amati wajah wanita yang ada di depan nya .
"Maaf ." bisik Rangga , kata itu mewakili rasa bersalah nya telah membuat Indah sakit .Rangga berdiri mengambil jaketnya yang ia sampirkan di sandaran kursi kerjanya .
Rangga mengunakan jaketnya sebagai selimut untuk Indah . Rangga mengusap rambut Indah dengan lembut dan mendaratkan kecupan ringan di bibir Indah .Merasa tidak cukup Rangga mendaratkan kembali bibirnya di bibir Indah .
"Manis , masih sama rasanya seperti pertama kali ." ucap Rangga sambil tersenyum tipis .
Indah terbangun saat jam menunjuk kan empat sore .ia melihat ke sekeliling lalu melompat turun dari sofa di ruangan Rangga .ia mengelus dadanya saat melihat Rangga juga tidur tidak jauh dari tempatnya .
Indah melihat meja yang sudah bersih tidak ada piring kotor di sana . Indah melangkah dengan pelan dan hati hati dan berhasil keluar dari pintu , dan Indah mengelus dadanya ketika bisa keluar tanpa membangunkan Rangga .
"Kamu tidak apa apa ." Tanya Rita yang kebetulan berpapasan dengan nya . Rita memandang prihatin kepada Indah .
"aku baik baik saja , memangnya kenapa Rit ." tanya Indah aneh .
"Ngak apa apa , aku kembali ke dapur dulu ." ucap Rita . Masih dengan tatapan prihatin dan mengangkat tangan nya memberi semangat pada Indah .
Ternyata Indah tidak jadi dapat lembur lagi .selama seminggu ke depan , Indah telah menelpon Dodo Abang nya untuk mengabarinya .
"Hallo Bang ." sapa Indah .menjawab telepon dari Abangnya .
"Hallo In , maaf Abang tidak bisa jemput kamu hari ini . Tapi kamu tenang aja , Abang sudah suruh teman abang untuk menjemputmu ." ucap Dodo .
"Abang , seharusnya tidak usah merepotkan orang lain , Indah bisa pulang sendiri ." jawab Indah .
"Nanti teman Abang pakai motor satria .namanya aliandro ." ucap dodo tidak menghiraukan ucapan adiknya .
__ADS_1