
"Demi apa ? Pak Arga ngajak kamu pergi ke pesta ." ucap Nisa yang juga tidak percaya kalau Arga mengajak Angel pergi ke pesta . Setahu dia Arga tidak pernah mengajak siapa pun saat pergi ke pesta atau jamuan dari klien nya .
Kepala Angel mengangguk menjawab ketidak percaya'an Nisa ." kamu tau tidak , aku seraya mimpi tau ngak . Secara , selama ini aku yang pernah ngemis ngemis minta ikut temani dia di acara party saja tidak pernah di kabulkan , sama pak.Bos ." ucap.Angel .
Memang sudah sering Angel meminta untuk menemani Arga pergi bila ada acara seperti ini , tapi Arga dengan tega menolaknya dengan tegas juga , serta menyemat kata hinaan dan sindiran yang kadang membuat hati Angel sakit .
"Mendingan saya bawa patung dari pada ngajak sekretaris ganjen kayak kamu ." kata kata itu sampai sekarang masih tergiang di telinga Angel .
Tapi pagi ini tiba tiba Arga sendiri yang mengajaknya pergi ,benar benar sebuah kemajuan atau hanya jebakan , itu yang menjadi tanda tanya besar di kepala Angel dan Nisa .
Sungguh apapun itu merupakan sebuah kejutan untuk Angel ,apakah ini efek dari storyku semalam semalam." gumam Angel dalam hati . Karena Angel baru menyadari sekarang tentang tingkah Arga pagi ini .
"Maka itu , yang buat aku masih tidak percaya An ." ujar Nisa yang juga merasa gemes dengan penjelasan Angel tentang Arga .Anisa jadi berpikir kalau pak Arga sekarang sudah banyak berubah . Benarkah cinta Angel telah meluluh lantahkan dinding tembok yang telah pak Arga bangun selama ini . Jika benar begitu Anisa orang pertama yang akan bersyukur karena hal itu .
"Aku ikut senang An , Akhirnya .! Anggap saja lagi diner sama calon misua ." ucap Anisa sambil terkekeh ,Angel ikut terkekeh pula . Kekehan nya malah melebihi kekehannya Nisa .
"udah ayo kita cepat makan nya ,aku ngak bisa lama lama di sini . Aku takut pak Arga berubah pikiran dan ambil lagi surat undangan itu , tadi aku lupa ngumpetin ." ucap Angel memberi tau Anisa . Membuat Anisa tertawa .
Akhirnya mereka melanjutkan makan siangnya .setelah selesai makan mereka segera kembali ke kantor . Sampai di kantor Anisa memberi semangat pada Angel .
"Aan , semangat ." ucap Anisa sambil mengangkat tangan nya . Angel terseyum membalas gerak tangan Anisa . Angel segera memasuki ruang kerja nya yang satu ruangan dengan Arga .
__ADS_1
" Loh , bapak belum pergi makan siang ." tanya Angel saat melihat Arga masih duduk di kursi kerjanya seperti posisinya saat ia tinggal tadi . Bahkan sekarang dia memakai kaca mata sebagai tanda kalau dia kerja semakin serius menangani pekerjaan nya .
"Hemmm ." hanya itu yang Arga ucapkan . Dan kembali lagi meneruskan kerja'an nya , sikapnya masih tetap dingin .
"makan siang dulu pak Arga , nanti kamu sakit ." ucap Angel , walau bagaimana ia juga mengkhawatirkan akan kesehatan Arga .
Namun Arga tetap tidak menyahuti kata kata nya Angel . Ia diam fokus dengan berkas berkas yang ada di tangan nya .melihat sikap Arga Angel hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat . Memang Arga kalau sudah tenggelam pada pekerjaan nya dia akan melupakan waktu makan nya .
Kadang angel kasihan pada cacing dalam perut Arga yang demo . Yang meronta untuk minta di kasih makan , sedang pemilik perut tidak perduli
" Bapak mau saya pesanin makan , apa sesuatu yang lain pak ." tanya Angel tak ingin menyerah dan memaksa Arga untuk makan .
"Engak ." jawab Arga singkat padat dan jelas .
Arga melirik Angel yang melangkah pergi ke arah meja kerjanya .
." menyerah juga ." pikir Arga . Sudut bibirnya membentuk senyuman sinis , lantaran menganggap Angel tidak memiliki semangat juang seperti dulu lagi . Mungkin karena sekarang dia sudah punya pacar baru .
Iya , Arga mengira Johan pacar baru Angel . Atau bisa di bilang lelaki yang telah berhasil mengalihkan perhatian Angel darinya .
Biasa Angel keras kepala ,karena tidak akan pernah menyerah sampai Arga mau makan , namun sekarang hanya menawari dua kali saja Angel sudah menyerah . Sungguh Angel sudah berubah , bukan Angel yang dulu ia kenal .
__ADS_1
"menyebalkan ." umpat Arga dalam hati . "Semenjak mengenal johan dia benar benar telah berubah . Apa seharusnya aku bersyukur , bukankah ini yang aku mau , tapi apa yang bisa aku lakukan ," saat kesal melingkupi hatinya , Arga tidak bisa berbuat apa apa .
Lelah dengan sikapnya sendiri yang tidak menentu , Arga segera meninggalkan ruangan kerjanya tanpa bicara apa apa . Angel memandang punggung Arga yan semakin menjauh sambil geleng kepala . Bingung dengan sikap bos galaknya itu .
Sementara Arga pergi melangkah meninggalkan ruangan nya . Sampai di depan Anisa , Arga juga tidak perduli dengan sapaan Anisa . Anisa heran menatap wajah gelap Bosnya , entah kesal karena apa , Anisa melarikan pandangan matanya ke dalam ruangan bosnya .
"Ada masalah apa sebenarnya ."tanya Anisa dalam hati . Anisa melihat wajah sahabatnya itu tenang tenang saja . Anisa segera meraih ponselnya dan mengirimkan pesan bertanya pada Angel .
"Ada apa dengan wajah bos , gelap sekali , kelihatan marah dan pergi meninggalkan kantor ." pesan Anisa kepada Angel .
Tit tit tit balasan pesan dari Angel ia terima .
" ngak tau , mungkin dia mau pergi makan , cacing di perutnya sudah kelaparan kali .hehehe ." Anisa geleng kepala membaca pesan Angel .
Anisa kembali mengetik balasan pesan untuk Angel ." tapi wajah pak Bos seram ,bukan seperti ingin makan nasi tapi makan orang wkwkwwk ."di akhir pesan Anisa tersemat tawa yang lucu .
Wajah menyeramkan Arga memang sudah pemandangan biasa bagi anisa sebagai resepsionis ruangan kantor Arga . Tapi wajah seram Arga kali ini sangat berbeda . Rahang Arga mengeras , mata tajam menyeramkan , lalu mulutnya terkatup menahan kekesalan .
"Aku pastikan semua ini pasti ,gara gara kamu ." tambah Anisa .
Angel belum sempat membalas pesan Anisa yang kedua , karena ia masih sibuk mencerna isi pesan dari sahabatnya itu . Belum selesai ia mencerna pesan nya datang kembali . Angel mengangkat kepala nya ia lihat Anisa sedang menatapnya , Angel pun mengangguk kan kepala memberi jawaban dari pesan terakhir yang di kirim oleh Anisa .
__ADS_1
Dalam diam Angel juga bertanya ." Kesalahan apalagi yang telah aku buat kepada pak Bos . Sehingga dia begitu kesal . Seingat aku , aku hanya mengingatkan nya untuk makan siang , lantas kesalahan kah itu . Tidak mungkin pertanyaan ini membuatnya marah seperti ini ." Angel jadi bingung perhatiannya merubah jadi petaka .