
Joni mencoba menghubungi ponsel Johan tapi tidak di angkat . Orang orangnya juga telah stan bay di apartemen johan . Johan juga tidak ada pulang . Entah kemana perginya Johan sekarang .
Kepala Joni semakin pusing ia takut Johan sedang merencanakan sesuatu untuk membahayakan diri sendiri atau orang lain . Itu akan membuat dirinya pusing . Karena kalau Johan sudah tidak bisa mengontrol dirinya ,maka Johan akan sudah di kenali ataupun di kendalikan .
"Bagaimana pa ? Apa orang orang suruhan papa sudah menemukan keberadaan Johan ." tanya Ambar .
Joni.menggelengkan kepalanya ." sampai derik ini , orang orang kita belum menemukan keberadaan nya ." jawab Joni .
"Apa nomornya belum bisa di hubungi ." tanya Ambar .
"hemm ." Ambar mengerti arti gumam an suaminya , kini Ambar semakin cemas Johan telah melakukan sesuatu di luar nalar .
"Bagaimana pa , kalau sesuatu terulang kembali , aku pastikan kita tidak akan bisa menolongnya ." ucap Ambar .
"Kita harus secepatnya menemukan Johan , mama takut ...
"ssssttt , mama ngak usah aneh aneh , Johan pasti baik baik saja ." ucap Joni .
"pa setelah ini kita pindah ke inggris , mama tidak mau tinggal di sini . jangan sampai Johan tau kalau Arga cucu perintis perusahaan itu . Kalau tidak mama tidak bisa bayangkan apa apa lagi ..." sesal Ambar .
"tidak akan ada tau , mama tenang saja di rumah biar papa keluar mencarinya lagi ." ucap Joni . Ambar hanya bisa mengangguk , walau hatinya tidak tenang , firasat nya sebagai seorang ibu mengatakan kalau sesuatu akan terjadi pada putranya .
"Kabari mama secepatnya kalau papa sudah bertemu dengan Johan ." ucap Ambar . Joni hanya mengangguk dan melangkah pergi . Setelah menyuruh Ambar pergi untuk istirahat . Johan juga meminta bawahan nya untuk mengawasi istrinya .
"Sayang , beberapa minggu yang lalu Rara pernah jatuh dari naik sepeda ." .
"Apa , kenapa mas tidak memberi tau aku ." potong Angel kesal .
"Gimana mau beri tau kamu , kamunya aja berusaha buang mas , di ajak ngomong tidak mau . Di belikan sarapan kasihkan orang ..
__ADS_1
" iya iya maaf , kalau begitu siang ini biar aku yang jemput dia .aku mau bawa dia bertemu Ayah ." ucap Angel .
"mas ngak boleh ikut nih ." rajuk Arga .
"ngak . Ya udah aku berangkat sekarang ." ucap Angel .
"ya udah hati hati di jalan ." pesan Arga setelah memberi kecupan di kening Angel .
***
Sementara joni sibuk mencari keberadaan Johan . Johan sendiri juga sibuk merencanakan sesuatu .ia merasa selama ini Arga yang telah menyakitinya . Ia berusaha untuk mencuri sesuatu yang membuat hati Arga hancur . .
Ya Johan mengetahui barang berharga milik Arga adalah putrinya . Anak dari Istri tercintanya , siang itu ia telah berdiri di depan gedung sekolahan Indira . Iya akan menculik Indira setelah itu baru ia akan mengabari dan menertawakan arga yang merasa lalai menjaga putrinya . Johan ingin menunjuk kan keoada Arga bahwa orang yang dia lihat diam selama ini adalah orang yang hebat .
"Sial , kenapa Angel yang menjemput gadis kecil itu . Tidak , tidak boleh aku tunjuk kan sikap ku ini pada Angel . Suatu hari dia akan bahagia bersamaku ." gumam Johan . Ia tidak tau kalau Angel dan Arga sudah baikan bahkan semakin baik . Karena Johan percaya Suatu hari nanti Angel pasti akan hidup bersamanya .
Johan kembali untuk sembunyi lagi dari pencarian Papa dan anak buahnya . Ia tidak mau di kirim ke luar negri sebelum dendamnya kepada Arga terbalaskan . Kalau dendam itu sudah terbalas , Joham akan kabur dari orang tuannya , itulah rencana masa depan johan .
"mama ."teriak Indira berlari untuk menghampiri Angel .
"mama , kangen sekali ." ucap Indira .
"mama juga kangen , ada yang lebih kangen lagi." ucap Angel . Indira mengerutkan Alisnya ia berpikir Papa nya ,tapi cepat cepat ia gelengkan kepalanya .
"Rara sudah tidak apa apakan sus ." tanya Angel pada sus monica .
"Sudah tidak apa apa kok mbak , hanya luka lecet ,tapi cukup membuat dia trauma . Tapi Dokter mengatakan kalau nona Rara sudah sembuh jadi boleh ke sekolah lagi . ."ucap Suster monica .
"mama sangat khawatir dengar dari papa kalau Rara jatuh dari naik sepeda ." ucap Angel sambil menggendong indira dan menyuruh suster monica untuk masuk lebih dulu agar bisa memangku Indira .
__ADS_1
"Mama tidak usah khawatir , Rara sudah sembuh ." ucap Indira , Angel juga bahagia mendengar Indira mengatakan itu . Kemudian Angel mendudukan Indira di pangkuan Suater monica . Angel segera masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi .
"Sayang mama Antar Rara ketemu kakung ya , nanti bermain sama kakung , karena mama harus kembali ke kantor lagi ,mama masih banyak kerjaan ." ucap Angel .
Indira mengerutkan dahinya seumur hidup ia tidak pernah mendengar yang namanya kakung .Angel menatap suster monica . Suster monica tersenyum menatap Indira .
"maksud mama Aan ,itu eyang kakung , Ayahnya mama Aan ." jelas Suster monica .
"Benarkah , Rara punya eyang kakung , trus Eyang putri juga ada ma ." tanya Rara penasaran .
"Maaf sayang , Eyang putri sudah bahagia seperti mama kandung Rara ." jelas Angel sedih .
"Ya sudah non Tidur dulu nanti kalau sudah sampai rumah eyang kakung sus bangunin ." ucap suster monica dan di angguki oleh Rara dan mencari tempat nyaman di dada suster monica .
"ada apa sus ." tanya Angel . Suster monica meletak kan tangan nya di telinga Indira . Setelah itu ia menarik nafas dalam dalam , suster monica menceritakan apa sebenarnya yang terjadi . Selama lima tahun di hari ulang tahun nya kedua orang tua mamanya Indira tidak pernah datang .
"Bagaimana bisa ." tanya Angel .
"Menurut bi nina yang merawat tuan sejak kecil pernah bercerita . lahirnya tuan karena sebuah kesalahan .saudara tiri tuan Rangga takut akan merebut harta kekayaan Ayah kandungnya , sehingga menjebak tuan Rangga dengan obat dan orang yang di suruh menjebak tau , akhirnya ingin menyelamatkan tuan tapi malah masuk kadang buaya ." ucap Suster monica .
Angel berpikir kemarin Ayahnya pernah cerita sedikit asal usul keluarga Arga . Tapi ia tetap tidak paham.
Tak lama kemudian mobil yang mereka kendarai telah sampai di rumah Andre , saat Angel menekan klakson Indira terbangun . Ada senyum bahagia di wajahnya melihat pintu gerbang terbuka . Si tengah pintu utama telah berdiri seorang laki laki paruhbaya .
"Mama , apa kah dia eyang Rara ." tanya Indira dengan mata berkaca kaca . Angel mengangguk kan kepalanya .
"Sus bukakan pintu ." pinta Indira . suster monica segera membuka pintu dan menurunkan Indira . Dengan senyuman lebar Indira segera berlari mendekati Andre .
"Eyangggggg ....."teriak Insira . Andre segera jongkok sambil melebarkan kedua tangan nya .
__ADS_1
"Ahhh cucu eyang ternyata sudah besar ." ucap Andre sambil membawa indira masuk ke dalam dekapan nya . Tidak lupa Andre membawanya berputar , Indira tertawa sangat bahagia . Angel mengabadikan momen itu dalam sebuah vidio .
.