
"Ayah masih cemburu . Bunda menemani.Ayah seumur hidup Bunda , adakah Bunda selingkuh dari Ayah ." tanya Nisa .
"Karena itu bentuk cinta Ayahuntuk bunda mu ." jawab Ardy .
"Sudah jangan bahas masa lalu . Sekarang Ayah dan bunda menunggu pria yang telah berani meminangmu itu . Tanpa persetujuan Ayah dan bunda ." ucap Tiara .
"Iya bun , sekarang Nisa pamit dulu ke kamar ya ." ucap Nisa , tiara mengangguk Nisa segera pergi meninggalkan ruang makan dan kedua orang tuanya .
Sampai di kamar Nisa segera menutup pintu kamarnya dan melempar badan nya ke atas tempat tidurnya . Semua kebohongan yang ia lakukan karena laki laki yang baru ia kenal .Pria gila yang menganggapnya akan merusak hubungan Lisa dan Bily .
"Haahh ." Nisa mendengus kesal . Ia tidak swmpat menayai laki laki itu , karena sibuk memikirkan jawaban yang akan ia berikan kepada orang tuan nya . Nisa akan pergi menemui Dewangga dan menjelaskan kesalah pahaman ini .
...----------------...
Pagi ini Dewangga bangun lebih pagi . karena Dia akan mulai bekerja mengantikan papanya hari ini. Ia mengunakan stelan jas berwarna biru menambah ketampanan nya tiga kali lipat .
Dewangga mengangkat dagunya menatap penampilan nya dari samping kanan dan kiri di depan cermin full body di dalam kamarnya .
Setelah merasa penampilan nya sudah ok , ia segera memasuk kan keperluan keejanya ke dalam tas kerjanya .. Tak lama kemudian Dewangga keluar dari kamar dan menuruni tangga . Langkahnya yang tegap dan gagah menarik peehatian para pelayan yang lalu lalang .
"Pa ..pagi tuan muda ." sapa pelayan itu . Angga hanya mengangguk dan berjalan menghampiri mama dan papanya juga adik nya .
"Pagi pa ,ma ." sapa Angga setelah sampai di ruang makan .
"Pagi ." jawab Putri dan Dimas serempak .Angga duduk di samping mamanya dan mengambil sendiri sarapan nya .
"Papa akan mendampingimu selama tiga bulan ke depan . Setelah itu papa akan pantau kamu dari rumah . ." ucap Dimas . Setelah mereka selesai sarapan .Angga juga hanya mengangguk .
"Lalu apa yang akan papa lakukan setelah itu ." tanya Angga .
"Ajak mamamu untuk keliling dunia mungkin . Sambil menunggu kamu memberikan cucu untuk kami jaga ."bukan Dimas yang menjawab melainkan nyonya rumah Putri prameswari .
Mendengar kata cucu dari mamanya entah kenapa pikiran Angga tiba tiba tertuju kepada Nisa . , tiba tiba pula ia mengelengkan kepalanya saat ia membayangkan Nisa mengandung anak nya .
"Kenapa geleng kepala . Kamu tidak mau menikah ." tanya putri .
__ADS_1
"Mau ma , tapi bukan sekarang ,mungkin tiga atau empat tahun lagi ." jawab Angga sambil mengangkat bahunya .
"Kenapa harus selama itu ." protes putri .
"Angga ingin menunggu gandengan tangan Angga 24 tahun yang lalu ma , mama tahu tangan dia begitu hangat .bila Angga malam susah tidur , Angga bayangkan tangan itu tiba tiba Angga bisa tertidur dalam kehangatan . O iya ma pa , siapa dia dan di mana sekarang ." tanya Angga yang membuat putri cemberut seketika .membuat Angga dapat sentilan dari Dimas
"kamu yakin mau menikah dengan dia .dia lebih tua setahun dengan mu ." tanya Dimas .
"umur tidak masalah pa ." jawab Angga .
"Kamu dah biasa ya melihat mamamu cemburui papamu ini ." ucap Dimas .
"Apa hubungan nya dengan bayi itu ." tanya Angga .
"Karena dia putri dari mantan papamu ." ucap putri .
"Ayohhh mamaku yang cantik , dia cuma mantan , mama tetap pemenang hati papakan ." ucap Angga .
"ya , karena papamu di tolak oleh dia ." jawab putri ketus .
"Apa mas , jadi kita kehilangan komunikasi dengan mbak Tiara karena mas menutup semua akses tentang mbak Tiara ." tanya Putri terkejut .
"kamu kenapa jadi sedih , seharusnya kamu bahagia ,suamimu ini ..
PLAKK Angga terkejut mama tiba tiba memukul bahu papanya .
"Mas aku merasa selama 24 tahun ini mbak Tiara mengalami kesedihan yang tiada tara mas . Aku sering melihat mbak Tiara menangis sambil mengendong bayi mas ." Dimas menari nafas berat .
"Ya mungkin , dia cuma punya kita saudara nya . Dia tidak punya siapa siapa selain ibunya saja .mas janji akan mencari mereka lagi . Jangan sedih ." ucap Dimas sambil memeluk putri yang telah menangis .
Angga menatap kedua orang tua begitu haru , mendengar kisah cinta mereka sampai ke tahap ini .
Putri melepaskan diri dari pelukan Dimas sambil menghapus air matanya .
"Angga mama tidak peeduli kamu mau nikah dengan siapa . Mama tidak mau tau , semua teman teman mama sudah pada jadi nenek ." ucap putri .
__ADS_1
"Iya ma , tapi biarkan Angga fokus dulu sama pekerjaan dan karir Angga dong ." ucap Angga .
"iya tapi jangan sampai empat tahun , kalau bisa empat hari saja ." ucap putri sambil tersenyum .membuat dimas tersenyum beda dengan Angga yang melotot .
"Kalau begitu mama suruh Diana nikah duluan saja ." ucap angga yang membuat Diana tersedak oleh makanan yang ia telan .
"Enggak , Diana ngak mau nikah muda .Diana ingin sukses dulu baru nikah ." ucap Diana .
"Atau mau mama bantu carikan ." Angga langsung berdiri .ia tidak mau terjebak terlalu jauh dalam percakapan itu .
"Angga berangkat kerja dulu ma ." pamit Angga .
"Angga mama belum selesai bicara . Tunggu dulu ." putri ingin menghalangi Angga tapi Angga tetap pergi tidak menghiraukan nya .
...----------------...
Nisa memarkirkan mobilnya di depan butiknya . Lalu masuk ke dalam butik ia menyapa ramah para pelanggan dan pegawai butiknya .kemudian masuk ke dalam ruangan kerjanya . Tak lupa juga ia tersenyum pada dua manekin kesayangan nya .yang selalu setia menemani hari harinya di dalam ruangan kerjanya .juga tidak bosan bisan nya di jadikan model rancangan nya .
Rancangan barunya yang ia rencanakan akan lonceng minggu depan , hanya tinggal bagian bawahnya . Tapi hari ini Nisa tidak ada mood untuk menyelesaikan rancangan nya itu .
Di dalam otak Nisa sekarang sedang memikirkan bagaimana caranya menghubungi pria gila yang telah mengklaim dirinya sebagai kekasihnya pria itu .
Nisa sedang memutar mutar ponselnya pintarnya di atas meja kerjanya . Ia sedang menimbang Antara menghubungi Lisa atau tidak untuk menanyakan tentang Dewangga pada Lisa .
"Apa aku harus menghubungi Lisa . Menyakan nomer telepon pria itu , tapi bagaimana kalau Lisa malah curiga aku ada hubungan dengan pria gila itu ." gumam Nisa .
Tapi rasa penasaran mengalahkan kebimbangan nya . Ia menyakinkan untuk tetap menghubungi Lisa teman barunya itu . Namun belum sempat ia menghubungi sebuah pesan dari nomor tidak di kenal telah masuk ke ponselnya .
"Saat makan siang temui aku di restoran R&D ."
"Memangnya kamu siapa ." balas Nina .
"Aku Dewangga putra ." Nisa ingin sekali membanting ponselnya . Melihat perlakuan pria itu .
"Tidak sopan sekali , kirim pesan sama seorang gadis , salam kek , basa basi kek tanya kabar apa , suruh orang seenaknya jadi kekasih .ngak ada romantis romantisnya sama sekali ." gerutu Nisa sambil menatapi isi pesan Angga yang begitu singkat padat .
__ADS_1