Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
130


__ADS_3

Angel yang tidak tau apa apa yang terjadi kepada Arga , merasa kasihan menatap Arga dengan tatapan sendu . Berbagai cara ia gunakan untuk menghibur Arga bukan sebagai sekretaris , perhatian yang di berikan oleh Angel bukan Arga tidak mengerti . Arga mengerti hanya dia tak mau mengakui semua itu . Sehingga Arga tidak mau menerima perhatian Angel sekecil apapun . Terlebih untuk hari ini.


Arga hanya ingin bergabung mengenang ustrinya hari ini . Sebelum ia kembali pura pura tegar di depan putrinya untuk merayakan ulang tahun kecil kecilan untuk Indira .


Arga mencoba melupakan perasaan sentimentilnya itu dengan meraih berkas berkas yang telah di siapkan oleh Angel di mejanya setiap Paginya untuk dia tanda tangani . Angel memang ceroboh tapi Arga akui gadis itu sangat cekatan dalam bekerja dan berusaha menyenangkan hatinya .


Angel yang sejak tadi menatap Arga langsung membuang pandangan nya saat Arga juga meliriknya . Arga mengetahui itu mengangkat sedikit salah satu sudut bibirnya melihat tingkah Angelia .


"Ada yang bisa saya bantu pak ." tanya Angel setelah kembali memfokuskan perhatian nya pada Arga . Sebisa mungkin ia bersikap profesional . Meskipun tak jarang dia menunjuk kan perhatian nya secara terang terangan , kepada Bos galaknya itu .


"Bikinkan saya kopi ." ucap Arga .tidak ada salahnya dia untuk meminum kopi . Juga bukan untuk menerima perhatian Angel , tetapi untuk menghalau rasa kantuk yang mulai menyerang matanya .


Angel tersenyum senang mendengar permintaan Arga . Setelah mengangguk ia segera pergi dari hadapan Arga , setelah Angel peegi Arga menghela nafas permintaan Arga merupakan Angin bahagia untuk Angel . Tapi bagi Arga sebuah pengkhianatan untuk Aan almarhum istrinya .


Setiap kali Arga minta kopi Angel selalu membuatkan nya dengan tangan nya sendiri . Ia tidak mau di bantu oleh siapapun . Oficesgril ,oficesboy atau karyawan kantor lain nya .


"Pasti mbak Angel buat kopi untuk pak Arga ." ucap OB muda di kantor Arga . Dia sering melihat Angel selalu di dapur dan buat kopi untuk Arga atau diri sendiri .Angel mengangguk pelan .


"Benar sekali , madun , jarang jarang lo pak Bos minta di buatin kopi ,makanya saya langsung ACC ." jawab Angel .


Madun juga mengangguk malu malu , ia juga tau kalau Angel menyukai Pak bosnya itu . Ia menilai Angel sebagai wanita baik baik .

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu mbak , semangat ya ." ucap Madun meninggalkan Angel yang wajahnya sedang berseri seri .


"Ya silahkan ." jawab Angel terkekeh . Angel mengaduk kopi untuk Arga sepenuh hati .dia sudah hafal takaran kopi dan gula buat Arga . Meskipun hanya sesekali Arga mau untuk di buatkan kopi . Semua Angel lakukan karena tidak ingin membuat kesalahan .Bahkan sekecil apapun . Kemarin adalah pengecualian . Karena ia tidak enak badan . Angel sudah jadikan itu sebagai pelajaran dan tidak akan mengulangi kesalahan seperti itu lagi .


"Kopinya sudah jadi , siap untuk di berikan pada pak Bos ." ucap Angel . Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar kertas kecil untuk menulis sebuah memo .


"Kira kira apa ya , kata kata yang harus aku tulis buat Mas Arga ya ." tanya Angel pada diri sendiri di akhiri dengan kekehan nya sendiri .


"Ku lihat mendung mengelilingimu , jangan kau pandang aku sebelah mata , karena aku lah matahari yang akan siap menghangatkan hidupmu . Seperti kopi ini yang siap menghilangkan dahaga dan rasa kantuk dalam dirimu ."


Bukan sekali dua kali Angel membuatkan kopi untuk Arga , dan selalu memberinya kata kata mutiara , mungkin lebih si sebut kata hati nya . Tapi Arga selalu tidak memperdulikan semuanya . Sehingga kali ini Angel memberinya kata kata mutiara yang menantang dan mengoda .


Angel menunggu Arga menemukan kertas memonya . Senyumnya terbit kala melihat Arga melirik gelas kopinya dan dahinya mengeryit saat melihat kertas memonya .


Senyum Angel luntur kemudian .seperti biasa Arga tidak menyentuh kertas memo darinya seperti biasa . Arga memang keras kepala juga hatinya .tidak akan goyah seperti apapun Angel mengodanya .bibir Angel melengkung ke bawah .


"Kenapa kamu masih berdiri di situ , apa pekerjaan mu sudah selesai ." ucap Arga dengan suara dingin nya .


Tak ingin mendapat lemparan gelas kopi dari Bosnya , Angel segera pergi dan kembali ke meja kerjanya lagi dengan kritikan ini itu silih berganti di kepala Angel untuk Arga . Angel akui memang Arga keras kepala dan susah di takluk kan .kadang angel curiga dengan kepribadian Arga , apakah dia seorang GAY sehingga tak pernah tertarik setiap kali ia menggoda nya .


"Angelia ," teriak Arga . Angel terkejut dengan teriakan Arga , kini matanya melotot lebar menatap ke arah Arga , dirinya masih sibuk melamun di meja kerjanya .

__ADS_1


"Apa kamu bosan kerja di perusahaan ini . Atau kamu mau saya pecat atau mengundurkan diri sendiri ." ucap Arga dengan suara mengema .


Angel segera berdiri tegak , Angel terkejut tiba tiba Arga mengatakan hal itu pada dirinya . Angel berpikir apa hari ini Arga membaca memonya , dan marah . Angel melirik kertas memonya tapi kertas itu tetap ada di san tidak bergeser barang seinci saja .


"Angelia ."


"I..iya pak , ....eh enggak pak , saya masih betah kerja di sini ." balas angel .


"Kalau begitu jangan melamun saja , jangan merutuki saya di hatimu , kerjakan apa yang ada di atas mejamu ." ucap Arga .


"Astaga , jadi sejak tadi Arga memperhatikan aku , jadi dia tau kalau aku sedang melamun , karena itu dia marah padaku ,so sweet ach ." gumam Angel dalam hati , bibir nya terangkat sedikit menahan senyum nya . Untung ia masih bisa mengontrol semua eforianya .


"Baik pak saya kembali kerja sekarang ." jawab Angel kemudian . Angel hanya membolak balik berkas berkas di mejanya karena semua berkas berkas sudah ia kerjakan sebelum Arga sampai di kantor tadi pagi.


Jujur saja baru kali ini Arga membentak nya karena dirinya melamun . Menurut Angel itu sebuah perhatian yang di berikan oleh Arga pada dirinya . Jarang jarang Arga memperhatikan dirinya .


Arga geleng kepala melihat tingkah Angel .ia tau sebenarnya kalau Angel berusaha menggodanya , ia tidak takut menggoda Arga tapi ia hanya takut kehilangan pekerjaan . Arga selalu melihat semua memo memo yang di berikan oleh Angel bersama kopi buatan dia . Dan Arga merasa terhibur dengan kata kata yang di berikan oleh Angel .


"Matahari apa maksudnya ." tanya Arga sambil geleng kepala saat membaca tulisan tangan Angel .


"Ada ada saja kelakuan dia , Ini yang aku takut kan dia . Aku juga takut menegurnya . Karena dengan godaan dia aku juga sedikit menikmati dan terhibur ."

__ADS_1


__ADS_2