
"Aku akan mengantarkan kamu pulang ." ucap Angga setelah mereka selesai berbicara ,lebih tepatnya berdebat .
"Tidak usah aku bawa mobil sendiri ." ucap Nisa sambil menunjukkan kunci mobilnya di tangan nya .dengan cepat Angga merampas kunci mobil Nisa .
"Aku yang akan menyetir ." ucap Angga sambil berjalan duluan menuju ke parkiran .
"eh kembalikan kunci mobil aku ." ucap Nisa dengan melotot garang ia menengadahkan tangan nya ke depan Angga yang berdiri di depan nya . untuk meminta kembali kunci mobilnya .
" kamu parkir di mana mobilmu ." bukan nya mengembalikan kunci mobil itu . Angga malah berjalan pergi melewati Nisa . Seakan tidak perduli dengan pelototan Nisa . Nisa hanya bisa mendegus dan menarik nafas panjang . Dengan langkah berat Nisa mengikuti Angga dari belakang .
Nisa diam saja di saat Angga kembali bertanya di mana ia memarkir mobilnya . Kemudian Angga menekan tombol unlock di remot kunci mobil Nisa .
Sebuah mobil berwarna merah gelap , yang terparkir tidak jauh dari ia berdiri , mengeluarkan suara beep beep dan lampu mobilnya juga berkedip kedip . Lagi lagi Angga di buat tersenyum oleh selera warna mobil yang Nisa pilih . Angga menilai Nisa adalah wanita yang unik .
Nisa membuka pintu mobil nya dan masuk duduk di kursi penumpang bagian belakang . Ia terseyum polos saat melihat Angga dengan tatapan protes .
"Duduk di depan ." ucap Angga tegas .
"kamu bersikeras jadi sopir aku , biasa nya aku duduk di belakang saat memakai jasa driver ." ucap Nisa sambil menyandarkan badan nya di sandaran kursi jok belakang . Ia membuat dirinya senyaman mungkin .
"Dan aku bukan Drivermu , aku kekasihmu sekarang ." ucap Angga .
"Aku tidak menganggap begitu , karena aku tidak mencintaimu ." jawab Nisa pedas . Membuat Angga berdecak .
"Apa kamu kira aku juga mencintaimu , jangan berharap terlalu tinggi ." kata Angga membalas ucapan Nisa .
__ADS_1
"Kamu tau apa alasan ku , menjadikan kamu pacar , jadi jangan memikirkan hal yang tidak akan mungkin terjadi ." jawab Angga .
"Dan itu tidak kuat sebagai bukti ." balas Nisa .
"Terserah ." ucap Angga dan keluar dari mobil Nisa pergi begitu saja tanpa sepatah kata untuk Nisa .membuat Nisa melonggo . Dengan ulah pria itu . Kemudian Nisa keluar dari mobilnya .
"Duh dasar ambekan ." teriak Nisa . Angga tidak memperdulikan ucapan Nisa dan tetap terus berjalan .
Nisa membalik kan badan dan masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi . Belum sempat ia menyalakan mesin mobilnya .tiba tiba pintu mobilnya di buka oleh Angga yang ternyata ia kembali.lagi .
"Geser ." katanya sambil mendorong pelan badan Nisa , dengan terpaksa mau tidak mau Nisa mengeser duduknya , apalagi Angga yang langsung duduk di sampingnya .
"Pakai sabuk pengaman kamu , kita segera berangkat sekarang ." kata Angga sambil memberi waktu pada Nisa mau tetap duduk atau pindah kebelakang . Angga segera menyalakan mobilnya .
" jadi Kamu mau di antar kemana , langsung pulang atau mau kemana ." ucap Angga santai , seakan barusan tidak ada adu mulut sama sekali
"Jadi kamu punya butik sendiri ." tebak Angga
"Dimana alamat nya ." tanyanya lagi.saat mereka berhenti karena lampu merah . Nisa menyebutkan alamat butiknyandengan rasa dongkol .karena ia telah di kelabuhi oleh Angga . Ia selalu kalah satu langkah , dan ia juga tidak tau apa yang akan di lakukan oleh pria itu . Itulah yang tidak Nisa sukai .
Setelah itu tidak ada percakapan di antara mereka berdua . Nisa membuang tatapan nya ke luar jendela . Angga juga fokus menyetir , ingin sebenarnya ia mengajak ngobrol wanita di sampingnya itu , tapi ia belum mendapatkan topik yang cocok dan dapat menarik oerhatian wanita di sampingnya itu .
"Sudah sampai ." kata Angga . Perkatakan angga mengalihkan perhatian nya . Tanpa ia sadari ternyata ia sudah sampai di butik . Berapa lama ia juga tidak tau karena sirinya sedang melamun .
"Eh iya sudah ." ucap Nisa biasa saja , sebenarnya ia menahan malu . Angga keluar dari.mobil lebih dulu baru di susul oleh Nisa . Angga mengembalikan kunci mobil Nisa . Nisa menerimanya dan memasukkan ke dalam tasnya .
__ADS_1
"kalau begitu aku kembali ke kantor dulu ." ucap Angga .
"Tidak mau mampir dulu ." ucap Nisa tanpa sadar.lalu buru buru mengigit bibir bawahnya saat sadar bahwa dirinya telah nenawari pria itu untuk singgah .kebiasaan nya setelah di antar seseorang dia selalu menawarkan untuk singgah belum juga hilang . Karena Nisa tidak pernah pakai jasa sopir atau taksi untuk pergi ke butik .
"Boleh , aku juga ingin melihat lihat koleksi jas kamu . Kalau aku ada yang suka aku akan membeli ya ." jawab Angga dan langsung melangkah ke dalam butik tanpa menunggu Nisa .
Angga menyusuri seluruh bagian koleksi baju pria sesekali ia memegang bahan kain yang di gunakan Nisa untuk membuat pakaian itu . Entah kenapa juga Nisa terus mengikuti Angga di belakangnya dan sesekali menjelaskan pada Angga kain yang di pakai juga model model bajunya . Dan sekarang Nisa malah berdiri di samping Angga .
"Menurut kamu lebih bagus yang mana ., kanan atau kiri ." ucap Angga sambil menunjukkan dua buah kemeja yang berbeda di kedua tangan nya .
Di tangan kanan Angga ada kemeja berwarna hijau muda . Dan di tangan kiri Angga ada kemeja berwarna merah bata .
Nisa mengamati ke dua kemeja itu ,sambil berpikir mana yang cocok untuk pria itu .
"Dua dua nya bagus tapi...
"Ya sudah saya ambil dua duanya ." Nisa belum selesai ngomong sudah di potong oleh Angga . Angga memberikan ke dua kemeja itu pada Nisa . Kemudian ia melangkah ke area jas dan celana panjang . Nisa sudah sebal dengan Angga yang telah memilih antara sepuluh potong pakaian atau mungkin lebih , yang harus ia bawa .
Nisa mengkode pegawainya untuk membantunya untuk mengambilkan keranjang belanja untuknya .meskipun sudah lelah menemani pria itu berkeliling tapi tidak mungkin Nisa berhenti . karena itu juga merupakan keuntungan dari tokonya .
"eh sudah ini saja cukup ,aku ingin membayarnya ." ucap Angga .
"ehh itu sepatu nya belum ." ucap Nisa sambil tersenyum dan menunjuk rak sepatu pakai dagunya . Angga berpikir sebentar .
"ee lain kali aja ya , sepatu aku masih banyak ." ucap Angga tidak bohong . Karena koleksi sepatunya cukup banyak . Angga juga termasuk orang yang suka mengkoleksi seoatu . Nisa mengangguk dan menunyun Angga menuju ke kasir .
__ADS_1
"Kamu akan bawa belanjaan ini ke kantor ." tanya Nisa . Karena seingat Nisa Angga tidak bawa mobil dan tadi bilang kalau dia akan kembali ke kantor .
"Tidak ,nanti akan ada orang yang mengantarkan ke rumah aku ." ucap Angga yang sedang berdiri di depan butik Nisa sambil menunggu mobil jemputan .