Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
244


__ADS_3

Angel merasa sangat sedih melihat ekpresi Indira , kadang ia berpikir mungkin momen pernikahan nya dengan Arga kali ini tidak tepat waktunya . Tetapi di sisi lain ia berharap , membuktikan keinginan Indira mungkin bisa membuat Indira sembuh dan semangat lagi .


Melihat bahu Angel yang lemas karena ekspresi dari Indira , ia segera mendekati keduanya . Arga mengelus bahu Angel dengan lembut penuh kasih sayang .


"Rara sayang , papa dan mama Aan ada kejutan untukmu , cantik ." ucap Arga yang mampu menyita pergantian Indira . Arga bicara dengan nada yang lembut di dekat telinga indira .


Akhirnya indira memperhatikan wajah papanya . tanya pertanyaan dan kata kata , Arga tau putrinya sedang menunggu nya untuk berbicara , ada raut penasaran di wajah Putrinya . Arga menarik sudut sudut bibirnya agar senyumnya menular pada putrinya itu . Tapi harapan Arga juga harus pupus , wajah Indira tetap datar sudah lama tidak ada senyum di wajah putrinya itu .


"Papa sebentar lagi akan menikah dengan mama Aan , jadi sebentar lagi mama Aan akan jadi mama Rara yang sesungguhnya ." ucap Arga sambil menggenggam tangan mungil putrinya .


Bola mata Indira tampak bergerak gelisah setelah mendengar ucapan dari Arga membuat Arga mengeryitkan keningnya , heran , kenapa Indira seolah ketakutan ? Apa Indira tidak menginginkan Angel sebagai mamanya lagi , sekarang Arga yang jadi khawatir .


Begitu juga dengan Angel . mendadak jantungnya lemas . terasa di remas melihat ekspresi Indira . Seakan sekarang Indira tidak menginginkan dirinya lagi untuk menjadi mamanya .Indira kelihatan terbebani dengan kabar berita pernikahan nya dengan Arga .


Angel meraih tangan mungil gadis kecil itu . Dari genggaman tangan Arga .kini pandangan indira beralih menatap Angel .


" Rara tidak suka ya , mama Aan menikah dengan papa ." tanya Angel terdengar kecewa .


"Mama Aan kira , Rara akan bahagia seperti dulu lagi ." Indira tetap masih belum merespon , tapi bola mata gadis itu terus bergerak gerak dengan gelisah .


Angel tidak ingin membuat gadis kecil itu semakin strees , jadi ia berpikir untuk mengalah .


"Baiklah , kita tunda dulu pernikahan mama Aan dan papa . Maafkan mama Aan ya sayang ." ucap Angel sambil memeluk gadis itu dan tak lama kemudian ia lepaskan pelukan nya . Angel juga memberikan genggaman hangat di tangan mungil gadis kecil itu .

__ADS_1


Saat Angel akan melepaskan genggaman nya , dengan cepat Indira menahan nya . Arga dan Angel saling pandang tidak mengerti dengan apa yang indir inginkan , Angel dan Arga semakin panik melihat Indira menangis tanpa suara , hanya Air matanya yang berjatuhan .


"Sayang kamu kenapa? Heii maafin mama Aan dan papa ya ." ucap Angel sambil menghapus air mata di pipi Indira .


Indira menggelengkan kepalanya pelan pelan ." Benarkah mama Aan mau jadi mama Rara yang sesungguhnya ." tanya Indira .


Pertanyaan indira membuat Arga dan Angel saling pandang . Bukan pertanyaan itu yang membuat mereka terkejut . Tapi indira yang mau membuka mulut dan bicara . Karena itu adalah pertama kalinya Indira mau bicara semenjak tragedi penculikan itu .


Angel mengangguk tegas , sambil menatap kembali pada Indira . Sambil tersenyum walau matanya telah di penuhi oleh embun .


" tapi orang itu bilang . Mamaku adalah Angela yang telah berada di surga . Dan mama Aan hanyalah wanita bodoh yang jatuh cinta sama papaku ." ucap Indira dengan Air mata yang masih berjatuhan .


"Orang itu juga bilang , Rara tidak boleh Anggap mama Aan sebagai mamanya Rara . Orang itu juga bilang Rara tidak pantas jadi Anak mama Aan , karena Rara hanya akan merepotkan selamanya ." Indira menatap wajah Angel , kata kata Johan waktu itu ia simpan rapat rapat dalam ingatan nya .


Kata kata itulah yang membuat Indira bungkam selama ini . Karena kata kata itu selalu terngiang ngiang di telinga nya .sehingga ia tak mampu memberi jawaban dan komentar saat Arga dan Angel mengabarinya kalau mereka akan menikah .


Arga dan Angel tersentak mendengar cerita dari Indira . Terutama angel , ia tidak menyangka Johan setega itu mengatakan kata kata seperti itu pada anak balita seusia Indira . Namun menginggat kejiwaan Johan yang terganggu Angel bisa maklum . Dia hanya bisa ngoceh tapi tidak bisa mengontrol diri .


Angel menggenggam erat tangan indira sambil menahan air matanya agar tidak jatuh .


"Sayang , sampai kapan pun , mama Aan tetap lah mamamu . Ingat darah mama ada di dalam darahmu , jadi sampai kapanpun dan siapapun tidak ada yang bisa memisahkan kita sayang ." ucap Angel .


"hanya Rara yang pantas jadi anak mama , itupun kalau Rara mau menerima mama , jadi mamanya Rara ." tambah Angel .

__ADS_1


"Tapi..


"Sssstttt , kamu lebih percaya mama Atau orang itu ." dengan cepat Angel memotong ucapan Indira dengan nada suara yang lembut .


"Mama Aan , Rara percaya sama mama Aan juga papa ." ucap Indira sambil melirik Arga .


Angel menghembuskan nafas dengan lega . Ia bersyukur karena Rara percaya kepada dirinya juga Arga .


"Sekarang Rara dengarkan mama , Apa yang telah di katakan orang itu lupakan saja . Mulai sekarang dengarkan kata kata mama dan papa ya ." ucap Angel .


Ada banyak keraguan di mata Indira . Bukan ragu terhadap Angel atau Arga , tapi ragu mampu tidak ia melupakan semua yang telah di ucapkan oleh Johan serta perbuatan nya , ia takut dirinya benar benar hanya akan merepotkan mama Aan nya selamanya , sepeti apa yang johan katakan .


"Rara ."panggil Angel dengan lembut ia tau ada keraguan di mata Rara ." kalau kamu pikir kamu akan merepotkan mama selamanya , itu kamu salah sayang . Mama ngak pernah merasa di repotkan oleh Rara apapun yang terjadi .Rara tau kenapa sayang ." tanya Angel .


Indira menggelengkankepalanya .


"Itu karena mama cinta dan sayang sama Rara selamanya ." jawab Angel .


Perlahan Indiri menarik kedua sudut bibirnya , walau sangat tipis tapi mampu membuat Arga dan Angel bahagia , sudah lama senyum itu hilang dari bibir mungil putrinya . Arga terharu dan langsung memeluk kedua nya bersamaan .


Satu duka telah terlewati . Ternyata putrinya sangat kuat tidak mengalami guncangan jiwa trauma yang mendalam . Ia hanya diam memikirkan apa yang pernah johan katakan padanya , tentang papa dan mama sambungnya .


Andre ikut bahagia mendengar kabar tentang Indira yang sebenarnya .malam itu juga Andre pergi ke rumah Arga menemui cucunya .

__ADS_1


"kenapa begitu , semua jadi takut , kenapa ada masalah tidak langsung di katakan saja ." tanya Andre lang sung menggendong Indira .


" Rara sayang kalian , Rara takut banyak bicara benar benar merepotkan kalian , seperti kata orang itu ." ucap Rara . Andre menjadi gemes ia menciumi seluruh wajah Indira . Membuat gadis kecil itu tertawa lepas .


__ADS_2