Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
20


__ADS_3

"Loh , kok bisa bun .bukannya Ayah dan bunda di jerman dua minggu , kan baru satu minggu di sana ." tanya Nisa dengan kaget .bukan nya ia tak suka orang tuanya cepat pulang , tapi lamaran itu ...


"Anak bunda kan akan di lamar besok lusa . Masak Ayah dan bunda akan pulang minggu depan ." ucap Tiara dengan suara penuh bahagia . Bahkan Nisa yakin Bundanya sedang tertawa lebar di sana .


"Bun , si ...siapa yang akan lamaran besok lusa ." tanya Nisa memastikan .


"Anak mama kan tinggal kamu sayang ." jawab Tiara menyindir putrinya itu .


"Nisa sayang , kamu tidak lagi hamil kan ." tanya Tiara serius . Sebenarnya ia tadi juga sedikit terkejut saat ada yang menghubunginya .dan ingin bertemu dengan nya ingin membahas soal pernikahan Nisa dan Angga .


"Ngak lah bun , Nisa masih segel kok . Bagaimana bisa hamil ." kata Nisa hampir berteriak .


"iyahhh , padahal bunda sudah sangat berharap punya cucu lebih cepat lo ." Nisa membulatkan matanya saat mendengar kan ucapan Bundanya .


"memangnya bunda berharap Nisa hamil di luar nikah gitu ." tanya Nisa tidak percaya .


"Ya kalau Angga nya mau bertanggung jawab mah Bunda tidak masalah ...


Nisa langsung mematikan sambungan telepon nya , ia tak mau dengar ucapan Bundanya yang semakin ngawur . Seumur umur ia tak pernah berpikir untuk hamil di luar nikah , sangat memalukan .pikir Nisa dalam hati .


Nisa berdiri di depan cermin full body . Ia melihat penampilan nya walau hanya ingin ke bandara , Nisa tetap menjaga penampilan nya , agar tetap cantik dan elegan . Setelah merasa penampilan nya dah sesuai dengan yang di inginkan . Nisa segera keluar dari kamarnya . Dan menuruni tangga sambil bersenandung kecil .


"Kamu sudah siap ." Nisa menghentikan langkah nya saat mendengar suara seseorang yang menyapa nya . Di mana pemilik suara itu tidak ingin ia lihat .


"Sejak kapan kamu ada di rumah ku ." tanya Nisa sambil menahan sedikit kesal . Angga mengangkat tangan nya melihat jam di tangan nya .


"Sekitar tiga puluh menit yang lalu ." jawab Angga santai .


"Apa yang kamu lakukan di sini, Bagaimana kamu bisa masuk ke rumah kami ." tanya Nisa beruntun .Dia melihat sekeliling mencari pekerja di rumahnya .

__ADS_1


"Aku menunggu kamu untuk ke bandara , dan aku bisa masuk karena di bukakan pintu oleh pelayan ." jawab Angga sambil menatap Nisa dengan senyum simpul .


"Aku tidak meminta kamu menemani aku ke bandara ." ucap Nisa tidak suka dengan tatapan galak .


"Bunda tiara yang menyuruh aku temani kamu ke bandara ." ucap Angga dengan tetap sabar menjawab semua pertanyaan Nisa .


"Bunda tiara ." mata Nisa membulat mendengar Angga memanggil ibunya bunda .


"Bunda kamu yang minta aku memanggilnya begitu ." jelas Angga melihat raut wajah Nisa mendengarnya memanggil ibunya bunda .


"Kalian bicara apa saja ." Nisa menatap Angga curiga .


"Hanya saling menyapa saja , tidak enak bicara serius lewat ponsel ." ucap Angga mengangkat banu nya acuh .


"Sudah ayo kita berangkat nanti mereka menunggu ." ucap Angga sambil menarik tangan Nisa keluar dari rumah ..Nisa menarik tangan nya dari genggaman tangan Angga .


Nisa segera membuka pintu dan masuk duduk di kursi penumpang depan, tanpa menunggu perintah dari Angga , dan duduk di samping kemudi Angga tanpa Angga minta .


Angga mengulum bibirnya menahan senyum , kala melihat tingkah Nisa . Ia ingat betul pertama kali ia akan mengantar pulang Nisa waktu itu . Saat pertemuan pertama mereka . Wakyu itu Nisa memilih duduk di belakang . Dan menganggap dirinya sopir . Tapi dwngan kelicikan Angga dia bisa membuat Nisa kembali duduk di depan .


Sepanjang perjalanan Nisa memilih memandang keluar jendela . Untuk menghindari percakapan dengan Angga . Lagi pula juga tidak ada yang perlu ia bicarakan . Apalagi Angga jekeh tidak mau bicara kepada orang tuanya , agar membatalkan lamaran nya .


"Bibir kamu mau di cium ya ." ucap Angga saat melihat Nisa memajukan dan memundurkan bibirnya karena dalam hati ngedumel . Dan Angga menghentikan mobil saat lampu lalu lintas merah .


Mendengar perkataan Angga sontak mata Nisa mendelik .


"Apa ." tanya Nisa galak


"Itu bibir seperti minta di cium .dari tadi manyun mulu ." ucap Angga lagi dan menjalan kan lagi mobilnya saat lampu lalu lintas sudah hijau .Nisa menarik kerah bajunya untuk menutupi bibir nya .

__ADS_1


"Jangan mimpi , ciuman pertama aku bukan untukmu , ciuman pertama aku akan aku berikan pada pria yang aku cintai , dan tentu pria itu bukan kamu ." Nisa mengangkat dagunya dengan sombong . Sambil melirik Angga dengan sudut matanya .


"Benarkah kamu belum pernah berciuman ."tanya Angga sambil mengulum bibirnya menahan senyum .


"Tentu saja karena aku bukan perempuan murahan ." jawab Nisa percaya diri .


"Sayang sekali ." Angga mendekat dan berbisik di telinga Nisa .


"Kamu telah memberikan ciuman pertama kamu padaku ." ucap Angga Nisa segera mendorong Angga untuk menjauh .


"Kapan , kamu jangan halu deh ." kata Nisa sambil mengelengkan kepala .


"Jadi kamu benar benar lupa ya ." ucap Angga sambil mengangguk angguk kan kepala .


"Ingat Apa ." Tanya Nisa dengan was was karena ia ingat pernah menginap semalam di kamar pria itu . Bukan tidak mungkin Angga tidak melecehkan nya malam itu saat ia tidur .


" Kalau kita pernah berciuman , yang sangat panas ." Angga mengucapkan dengan lamat lamat .


"mungkin saja pria itu bukan aku tapi orang lain ." mendengar ucapan Angga , Nisa tetap kekeh kalau dirinya belum pernah berciuman , karena ia ingat ingat tidak pernah punya memory dirinya peenah berciuman dengan orang lain ataupun dengan Angga .


Mereka telah memarkirkan mobilnya di bandara . Angga menatap Nisa ." Nanti aku akan bantu kamu untuk mengingat itu setelah bertemu dengan orang tuamu dulu ." ucap Angga tersenyum misterius pada Nisa sambil melepas sabuk pengannya .


Melihat senyum di.sudut bibir Angga membuat Nisa tegang . Ia cengkeram sabuk pengaman nya dengan erat erat .


"Nisa ." panggil Angga , sambil mengetuk kaca jendela samping Nisa . Nisa tersentak menoleh ke arah Angga .


"Kamu tidak turun ." kata Angga sontak Nisa meleoaskan sabuk pengaman nya dan segera keluar dari mobil . Setelah Nisa keluar dari mobil . Angga segera menggandeng tangan Nisa .Angga tau arti tatapan mata Nisa .


"Bukan nya kita harus terlihat romantis di depan orang tua mu ." ucap Angga , Nisa akhirnya hanya bisa pasrah , dan mengikuti langkah Angga memasuki bandara Hang Nadim di Batam , menunuju ke ruang tunggu bagian penjemputan penumpang .

__ADS_1


__ADS_2