Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
206


__ADS_3

"Anis sepertinya cukup dekat denganmu , Akhir akhir ini An ." komentar Arga yang diam diam mengetahui interaksi Angel dan Anis , Beberapa waktu ini .


"hah , kami dekat sudah lama kok mas , dan kedekatan ini tak hanya sebatas di kantor ,mungkin sampai nanti dalam hubungan kekeluargaan ." ucap Angel sembari tersenyum .


Tiba tiba ada rasa khawatir yang menghantui di dalam hati dan pikiran Arga . Karena ia ingat waktu itu Anis memergoki dirinya mengikuti Angel dan Jihan naik ke lantai atas . Meski sempat ia memberi ancaman kepada Anis , untuk tidak memberi tau Angel . Tapi Arga tetap saja mengkhawatirkan mulut Anis .


"Apa aku harus pecat Anis saja , tapi itu bukan aku banget . Anis tidak punya salah dan kekurangan apapun dalam menjalan kan tugas . Tidak seharusnya urusan pribadi aku campur adukan ." gumam batin Arga .


Berbeda dulu dengan Angel yang selalu ingin dia mendorong perempuan itu ,menjauh darinya dan perusahaan nya , itu karena Angel selalu menggodanya dalam setiap kesempatan dan hal itu membuatnya tidak nyaman .


"Kenapa mas ." tanya Angel karena Arga diam semenjak mendengar penjelasan nya tentang hubungan nya bersama Anis .


Arga menggeleng gelengkan kepala nya ." Ngak apa apa ." Jawab Arga sambil memamerkan senyuman ciri khasnya demi menghindari pertanyaan dan kecurigaan Angel yang lain nya .


Pintu lift akhirnya terbuka , mereka telah sampai di basement mereka keluar dari dalam lift ." Mobil aku ada di sana ." ucap Arga sambil menunjuk letak mobilnya berada .


Hari ini Arga sengaja tidak membawa sopir pribadi seperti kemarin . Memang Arga sengaja menyetir sendiri , agar bebas melancarkan rayuan nya pada Angel dengan berbagai cara .


Mungkin Akan lebih bebas juga membicarakan sesuatu yang sangat pribadi . Akan lebih menyenangkan bila hanya mereka berdua saja di dalam mobil . Arga juga yakin Angel akan lebih terkesan dengan nya .


"Ayo ." ujar Arga , lagi lagi Arga membukakan pintu mobil untuk Angel setelah sampai di depan pintu mobil mewahnya .

__ADS_1


"makasih mas ." ucap Angel dan masuk ke dalam mobil kemudian duduk dengan nyaman di kursi depan samping Arga mengemudi . Setelah itu Arga sendiri ikut masuk , dan melirik lagi ke Angel .


"Seatbelnya jangan lupa di pakai ." ucap Arga mengingatkan Angel sambil memakai seatbel nya sendiri .


"Oh iya , lupa ." ucap Angel dan bergegas memasangnya . Tak lama kemudian mobil mulai berjalan meninggalkan parkiran basement menuju ke jalan raya .perasaan angel tak tergambarkan , sekarang ia benar benar sangat bahagia . Tak sabar bertemu dengan Indira dan main bersama .


Ternyata kebahagiaan Angel terlihat jelas oleh Arga .


"Sesebahagia itu kamu An ." tanya Arga tulus , bukan sindiran yang ingin membuat Angel tidak nyaman .


Angel menoleh menatap Arga sambil mengangguk ." ya sudah lama.aku tidak bertemu Indira , terakhir kali kan mas marah marah sama aku ." ucap Angel bukan maksud nya mengungkit kejadian beberapa waktu yang lalu .


Suasana mendadak hening , Angel tau dirinya telah mengungkit sesuatu yang tak seharusnya ia katakan .untuk mencairkan suasana Angel mencoba melucu dan tertawa sendiri tanpa melihat Arga .


"Maaf , aku salah ngomong ." ucap Angel sambil melipat bibirnya ke dalam .


"Aku yang seharusnya minta maaf , soal kejadian waktu itu ." tiba tiba Arga ikut meminta maaf ,tentu saja hal itu membuat Angel menatapnya tidak percaya . Seorang arga yang terkenal dingin meminta maaf padanya , atau dirinya salah dengar ?.


Jawaban nya adalah iya . Dirinya sama sekali tidak salah dengar . Seorang Arga telah mengucapkan permintaan maaf padanya .


"Aku telah marah dan bentak bentak kamu , Aku menyesal An ." tambah Arga .

__ADS_1


Tiba tiba ada desakan Rasa panas matanya . Air matanya ingin berdesakan menetes keluar . Entah kenapa ia ingin menangis , padahal kalau mengingat tentang kesalahan , kesalahan nya yang lebih banyak , karena ia yang telah membohongi Arga , padahal dirinya di mintai menjelaskan sebenarnya , tapi dengan lancang ia malah memanfaatkan perasa'an Indira .


"Angelia , kenapa kamu menangis ." Arga terkejut melihat Angel yang Akhirnya tidak bisa mempertahankan kan Air matanya . konsentrasi Arga akhirnyabterbagi , ia menepikan mobilnya untuk menjaga keselamatan mereka berdua .


"Aan , aku benar benar minta maaf , kalau ucapanku waktu itu aku telah menyakiti hatimu ." ucap Arga mengira tangisan Angel karena kesalahan nya tempo hari .entah perasaan apa yang sedang di rasakan Arga saat ini . Tetapi melihat Angel menagis seperti ini membuat Arga tidak senang . Perasaan nya kacau dan tidak karuan .


"Angelia ." panggil Arga lirih meraih bahu Angel . Angel menggelengkan kepalanya , ia sedang berusaha menyudahi tangisan nya dan meredam emosi di hatinya .


"ini semua bukan salahmu mas , aku yang telah membohongimu juga membohongi Indira . Memanfaatkan perasaan Indira ." ucap Angel di sela sela tangisnya .


Mendadak Arga merasa menyesal melanjutkan pembahasan ini ,karena ia harus melihat Angel pertama kali menagis , dan itu sangat mengiris hatinya . Arga tidak tau apa yang harus ia lakukan , ia benar benar tidak tau harus berbuat apa . Sedikit banyak ia menyesali telah menginggat lagi kejadian waktu itu , hingga membuat Angel harus mengingat mengulang lagi memory yang mungkin benar , dirinya telah keterlaluan , ia tau ada kelulusan di hati dan mata Angel .


"memang sudah sewajarnya mas marah padaku waktu itu . Karena itu aku minta maaf ya mas ." tambah Angel yang telah bisa menguasai dirinya .


Wajah Angel murung dan penuh penyesalan . Entah kenapa semua itu bisa membuat hati Arga yang paling dalam ,meerasa jadi kasihan dan prihatin . Padahal benar , Ini kesalahan Angel sendiri . Yang telah membohongi dirinya terus dan mendekati Indira , memanfaatkan perasaan polos Indira dan memberinya harapan , padahal ia sendiri tau harapan itu mungkin tidak dapat ia berikan .


Arga menghela nafas berat , sebenarnya hatinya selalu bergetar bila ada di samping Angel , tapi ia bertahan demi keswtiaan nya pada almarhum istrinya . Bukan ia tidak tau apa yang di butuh kan putrinya , hanya dirinya tidak mau mewujudkan itu semua juga hanya demi satu kata "kesetiaan ".


"Sudah mas maafkan An ." ucap Arga sambil menahan getaran di tenggorokan dan hatinya . Angel menatap wajah Arga tak percaya ia mendengar Arga menyebut kan kata "Mas" pada dirinya sendiri . Ada getaran bahagia di dasar hati Angel .


"Sudah berhenti menagis . Lihat di depan ada polisi . Nanti Mas di tangkap bagaimana , karena di kira telah ngapa ngapain kamu ." kekeh Arga sambil menghapus air mata di pipi Angel . Ia tak menghiraukan lagi apa yang bergejolak di dalam hatinya . batin nya sedang berdebat membahas niat awal Arga mendekati Angel .

__ADS_1


Angel juga ikut terkekeh sambil menghapus sisa air matanya ." terimakasih mas , Aku janji tidak akan mengulanginya lagi ." ucap Angel .


"Bener janji nih ."goda Arga . Sehingga ia mendapatkan pukulan kecil di lengan nya . Dari genggaman tangan Angel .


__ADS_2