
Cukup lama Nisa masuk ke dalam kamar mandi . Sebenarnya ia hanya ingin menyembunyikan rona merah di pipinya dari suaminya itu . Setelah menepuk nepuk pipinya Nisa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan pelan . Nisa keluar dari kamar mandi dan menyaksikan suaminya telah sibuk lagi dengan pekerjaan nya .Nisa tidak menghiraukan Angga diam diam dan naik ke atas ranjang dan berusaha tidur hingga tidur beneran .
***
Angga tersenyum puas dengan hasil proposal yang ia ajukan di terima oleh klien nya dengan baik .dan mulai minggu depan ia harus keluar kota selama satu minggu untuk memulai proyek nya itu .
"Bos , satu bulan lagi saya akan menikah ." ucap Andrean . Angga menatap Asisten nya itu . Tak ada wajah yang antusiasme menyambut hari pernikahan nya , wajahnya biasa saja . Angga juga hanya mengangguk .
"Mau ambil cuti berapa lama ."tanya Angga .
"Satu hari , saat hari pernikahan di laksanakan ." jawab Andrean . Angga melirik asisten nya itu dengan kening berkerut .
"Apa kamu tidak ingin berbulan madu dulu ." tanya Angga .
Andrean hanya terkekeh mendengar ucapan Bosnya itu , sambil menggeleng pelan hal itu tidak mungkin ia lakukan . Karena pernikahan mereka hanya nikah kontrak selama 6 bulan kedepan . Ia juga tidak tau bagaimana kehidupan dia ke depan nya setelah 6 bulan kemudian , ia akan menyandang gelas sebagai duda . Duda muda atau duda tong tong .
Saat jam pulang kantor Angga tidak langsung pulang ia pergi ke restoran miliknya atas permintaan Devina yang ingin bertemu dengan nya . Angga mengambil tempat duduk pas dekat dengan kasir . Ia tak mau menemui Devita di ruangan nya .
Lima menit kemudian Devita datang tanpa menyapa Angga dia langsung duduk di depan Angga . Angga tersenyum sinis menatap penampilan Devita ,dia datang pakai kaca mata hitam , masker juga topi .
"Kamu yang lakukan semua itu ." ucap Devina langsung pada permasalahan nya .
"Melakukan apa ." tanya Angga pura pura tidak tau sambil mengerutkan kening nya .
"Angga aku tulus mencintaimu , kenapa balasan kamu seperti ini padaku ,kenapa kamu lakukan ini padaku ." devina mulai terisak pelan .
" jangan katakan cinta padaku , aku jijik mendengarnya ." sahut Angga .
Benar benar jijik ." ucap Angga lagi .
__ADS_1
Devina menatap Angga dengan tatapan marah .
"Kenapa , kenapa kamu lakukan ini padaku ." teriak Devina mengundang perhatian pelanggan restoran itu .
"Bagus semakin kamu teriak keras . Mereka saling mengenali suara mu. Tidak menutup kemungkinan pria tua itu akan menawarmu lebih tinggi malam ini . "ucap Angga
"angga berhenti bermain main ." gertak Devina
"kamu yang seharusnya berhenti . aku dah ingatkan jangan pernah menganggu Nisa atau mengusiknya , tapi kamu tidak pernah mendengarkan aku jadi terima ini sebagai balasan nya." ucap Angga .
"Aku akan membalas semua nya . Aku akan menghancurkan wanita yang sangat kamu lindungi itu ." ancam Devina marah .
"Lakukan saja . " balas Angga .
"maka bukan hanya vidio porno kamu saja yang akan aku sebar ." ancam Angga . Devina berubah pucat seketika mendengar ucapan Angga .
Ia mendapatkan cemoohan dari orang orang dan terkena ancaman undang undang ITE .
***
Angga memberi tau Nisa kalau dirinya akan pergi keluar kota selama seminggu. Dan itu masih tiga hari lagi ,tapi Nisa telah menyiapkan barang barang Angga ke dalam koper dengan air mata tidak berhenti mengalir .
Angga hanya diam menatap apa yang di lakukan istrinya . Baju baju yang dia masuk kan ke dalam koper bukan nya rapi tapi malah berantakan .
"Sayang , aku berangkat baru lusa lo ," ucap Angga jengah melihat istrinya terus menagis .
"Kamu akan keluar kota selama seminggu kan , hiks ...bawa baju segini cukup kan . Hikss...."tanya Nisa di sela sela isak tangis nya . Yang belum juga reda . Angga menghela nafas kembali . Sepagi ini ia dah berulang ulang menghela nafas .
Angga meraih tangan Istrinya , Agar berhenti menata pakaian nya , dan menghapus air mata yang masih membasahi pipi istrinya .
__ADS_1
"Sudah cukup , jangan menangis lagi ." ucap angga pada istrinya . Sambil mengecup kening istrinya dengan lembut .
"Kamu akan meninggalkan aku ." Air mata Nisa kembali menetes . Nisa sudah bisa menebak suatu hari Angga pasti akan meninggalkan nya seorang diri untuk kerja ke luar kota , atau mungkin ke luar negri seperti Ayahnya yang sering meninggalkan bundanya .
Tapi Nisa tidak menyangka secepat ini Angga pergi . Di tambah sekarang dirinya sedang mengandung , Rasanya benar benar tidak rela bila harus berjauhan dengan suaminya dalam sehari saja .
"Hanya satu minggu sayang , Aku janji aku akan lakukan dengan cepat , biar tidak sampai satu minggu ." ucap Angga . Nisa mengangguk lalu menunduk . Sebenarnya hatinya tidak rela . Melepaskan suaminya itu .
" Aku tidak akan bisa tidur tanpa kamu ." bisiknya pelan .
"aku dan baby pasti akan merindukan kamu ." tambah nisa . Angga sangat senang dan terharu mendengar ucapan istrinya .
"aku juga pasti akan merindukan kalian berdua ."Balas Angga sambil meraba perut istrinya yang mulai membuncit menyalurkan kasih sayang kepada dua orang yang sangat ia cintai itu .
"Angga ." panggil Nisa lembut sambil menatap ke arah mata suaminya itu .
"Iya sayang ."jawab Angga yang tidak kalah lembutnya . Angga tidak bisa memungkiri kalau dadanya berdebar kencang , mendapat tatapan begitu memuja dari istrinya . Angga yakin kalau tidak salah melihat . Tatapan itu tetap tatapan yang sama di mana ia mengakhiri hubungan dengan Nisa sebagai pasangan kekasih beberapa bulan yang lalu .
"Aku mencintaimu ." ucap Nisa dengan cepat .ia menahan dentuman keras yang berasal dari dalam dadanya , sambil menunggu jawaban dari suaminya . Lima menit telah berlalu tiada jawaban dari suaminya . Yang hanya menatap dirinya dengan tatapan yang tidak dapat Nisa Artikan .
Nisa masih menunggu dengan harap harap cemas jawaban dari suami , tapi tak kunjung datang .
"Ga ." Jujur Nisa takut suaminya itu kesambet , atau kerasukan setan .
"Sayang , Apa yang baru saja kamu katakan adalah benar ." tanya Angga kemudian .akhirnya ia membuka suara , setelah sekian lama diam mencerna ucapan dari istrinya , yang tiba tiba mengatakan cinta . Fajar kalau ia terkejut dan sedikit tidak percaya .
"Yang , aku cinta kamu ." sahut Nisa dengan cepat .
Angga ingin mendengarnya lagi , ia ingin memastikan nya lagi , kalau telinganya tidak salah dengar dengan ungkapan isi hati istrinya . Karena dirinya juga sangat mencintai istrinya .
__ADS_1